Pertumbuhan Dua Digit: Saat Pelanggan Menentukan Arah Bisnis Pembiayaan
Pertumbuhan pembiayaan konsumen adalah peningkatan nilai penyaluran kredit atau dana tunai kepada individu untuk keperluan konsumtif maupun produktif, yang tercermin dari naiknya portofolio piutang dan jumlah pelanggan aktif dalam perusahaan finance, sekaligus menunjukkan makin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk finansial yang ditawarkan serta efektivitas ekspansi layanan pembiayaan yang dilakukan secara terukur dan berkesinambungan. Di tengah kompetisi ketat, fakta bahwa dua perusahaan finance Indonesia mampu mencatat pertumbuhan dua digit mengirim sinyal jelas: era perang harga semata sudah lewat, dan kunci keberlanjutan kini beralih ke kemampuan membangun loyalitas pelanggan finansial jangka panjang. Angka yang besar menjadi penting, tetapi strategi menjaga kualitas hubungan dan piutang yang dikelola menjadi pembeda utama antara ekspansi sehat dan pertumbuhan yang berisiko.
Adira Finance: Piutang Tumbuh, Loyalitas Pelanggan Jadi Fondasi
Adira Finance menunjukkan bahwa pertumbuhan pembiayaan konsumen bisa dicapai tanpa mengorbankan kualitas hubungan dengan pelanggan. Hingga semester I, pembiayaan baru mereka mencapai Rp23,1 triliun dan tumbuh 18% secara tahunan, sementara piutang yang dikelola naik 7% menjadi Rp64,9 triliun. Ini bukan sekadar hasil ekspansi layanan pembiayaan, tetapi buah dari strategi yang sangat berfokus pada kepercayaan dan pengalaman pelanggan. Perusahaan ini melayani sekitar 2,6 juta pelanggan aktif dan menggabungkan jaringan fisik dengan aplikasi adiraku untuk akses layanan yang lebih fleksibel. Kampanye #TerimaKasihSahabat di Hari Pelanggan Nasional, program loyalitas adirapoin, hingga promo bunga pembiayaan mobil mulai 1,97% dan beragam cashback menunjukkan bahwa Adira secara sadar berinvestasi pada loyalitas pelanggan finansial, bukan hanya mengejar angka penyaluran.
BRI Finance: Dana Tunai Tumbuh 44,74%, tapi Kualitas Tetap Dijaga
Jika Adira menonjol di basis pelanggan dan program loyalitas, BRI Finance menegaskan bahwa pertumbuhan agresif tetap harus dibarengi disiplin pengelolaan piutang. Segmen pembiayaan dana tunai mereka tumbuh 44,74% year-on-year hingga Juni, dengan kontribusi 10,88% terhadap total portofolio pembiayaan. Untuk industri, ini angka yang sangat tajam, namun perusahaan tidak lalu terjebak pada euforia ekspansi. Proses analisis calon debitur, penilaian kelayakan, dan pemantauan portofolio setelah pembiayaan berjalan diperkuat secara sistematis. Sikap selektif dan terukur ini penting: dana tunai memang menarik karena fleksibel bagi konsumen, tetapi juga berisiko jika underwriting lemah. Dengan mengarahkan strategi penyaluran pada segmen yang paling cocok dengan karakteristik produk, BRI Finance berusaha menyeimbangkan ekspansi portofolio dengan kontrol risiko—persis pendekatan yang dibutuhkan agar pertumbuhan pembiayaan konsumen tidak berujung masalah kualitas aset.
Ekspansi Layanan Pembiayaan: Dari Cabang ke Aplikasi dan Program Apresiasi
Kedua perusahaan finance Indonesia ini sama-sama paham bahwa ekspansi layanan pembiayaan hari ini tidak bisa berhenti di penambahan cabang. Adira Finance secara eksplisit mengombinasikan jaringan usaha dengan layanan digital melalui aplikasi adiraku, sehingga pelanggan bisa mengakses pembiayaan motor, mobil, refinancing BPKB, hingga SolusiDana dengan proses yang lebih mudah dan cepat. Di saat yang sama, mereka menjaga sentuhan langsung lewat program seperti “Adira Menyapa Sahabat”, kunjungan ke rumah, dan kampanye apresiasi seperti HARCILNAS yang menawarkan kesempatan pelunasan angsuran bagi pelanggan aktif. BRI Finance mengambil jalur berbeda: ekspansi diarahkan dengan memperkuat penyaluran ke segmen yang paling relevan, bukan sekadar memperluas jangkauan geografis. Dua pendekatan ini menyatu pada satu kesimpulan: ekspansi yang efektif bukan soal siapa menyalurkan paling banyak, tetapi siapa yang sanggup membuat layanan finansial terasa relevan, dekat, dan bisa diandalkan oleh pelanggan.
Kesimpulan: Pertumbuhan Pembiayaan Harus Menguntungkan Kedua Pihak
Pertumbuhan dua digit yang dibukukan Adira Finance dan BRI Finance menunjukkan bahwa pasar pembiayaan konsumen masih sangat hidup. Namun pelajaran terpenting bukan pada besarnya angka, melainkan cara angka tersebut dicapai. Adira membuktikan bahwa loyalitas pelanggan finansial—yang dipupuk melalui layanan digital, apresiasi sepanjang tahun, dan program seperti UMRAH Untuk Sahabat—mampu menopang kenaikan pembiayaan dan piutang yang sehat. BRI Finance menegaskan pentingnya disiplin underwriting dan monitoring portofolio ketika memperkuat pembiayaan dana tunai. Ke depan, perusahaan pembiayaan yang menang bukan hanya yang paling agresif menyalurkan dana, tetapi yang menjadikan kepercayaan dan kenyamanan pelanggan sebagai pusat strategi. Pertumbuhan pembiayaan konsumen idealnya menciptakan hubungan saling menguntungkan: debitur mendapatkan akses finansial yang wajar dan transparan, sementara perusahaan menikmati ekspansi berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas aset.






