Leapmotor B10 dan C10: EV entry-level yang dijual dengan paket charging lengkap
Leapmotor B10 dan Leapmotor C10 adalah SUV listrik yang diposisikan sebagai EV entry-level dengan strategi harga agresif, di mana B10 ditawarkan Rp469 juta sudah termasuk wall charger rumah dan C10 Rp608 juta selama pameran GIIAS Surabaya, menjadikannya paket mobil listrik terjangkau yang berusaha mengurangi hambatan awal kepemilikan sekaligus menawarkan fitur teknologi dan kenyamanan yang biasanya hadir di segmen lebih mahal. Debut Leapmotor di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya menjadi momen penting: merek ini mulai menjangkau pasar Jawa Timur dengan membawa dua SUV, B10 dan C10, dengan harga khusus selama pameran mulai Rp469 juta. Langkah ini jelas bukan sekadar hadir di pameran; Leapmotor sedang menguji apakah kombinasi harga, spesifikasi, dan fasilitas pengisian daya bisa menggoyang dominasi pemain EV yang lebih dulu mapan.

Strategi harga: Rp469 juta termasuk wall charger sebagai senjata utama
Kekuatan utama Leapmotor di GIIAS Surabaya adalah cara mereka mengemas harga. Leapmotor B10 harga Rp469 juta datang dengan Exclusive Offer yang sudah mencakup Wall Charger Zeeda Guardian Series AC Charger berdaya maksimal 7,7 kW. Ini bukan detail kecil: banyak calon pengguna EV khawatir soal biaya tambahan pemasangan charger rumah, sehingga strategi “wall charger included” langsung memotong salah satu ketakutan terbesar. Sementara itu, Leapmotor C10 dipasarkan dengan Exclusive Offer Rp608 juta selama pameran, menempatkannya sedikit di atas B10 namun tetap dalam kategori mobil listrik terjangkau untuk segmen SUV keluarga. Dibandingkan pendekatan merek lain yang sering memisahkan harga mobil dan paket charging, Leapmotor terasa lebih transparan: konsumen tahu sejak awal bahwa harga sudah mengakomodasi kebutuhan pengisian daya di rumah tanpa harus menebak-nebak biaya ekstra.
Menariknya, strategi Leapmotor ini muncul di ekosistem yang mulai ramai oleh pemain elektrifikasi lain. Di GIIAS Surabaya, misalnya, LEPAS menawarkan E4 EV mulai Rp359 juta dan L8 PHEV Rp599 juta OTR Jawa Timur. Artinya, Leapmotor memilih berada di tengah: bukan yang termurah, tetapi juga tidak menempatkan diri sebagai produk premium berharga tinggi. Ini adalah posisi yang logis untuk EV entry-level Indonesia, menargetkan konsumen yang mampu naik kelas dari mobil konvensional, namun belum siap membayar harga flagship. Dengan harga B10 dan C10 yang dikunci selama pameran, Leapmotor jelas memanfaatkan momentum GIIAS sebagai ajang “test pasar” sebelum mengembangkan strategi harga jangka panjang di network dealer.
| Model | Tipe | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| Leapmotor B10 | SUV listrik kompak | 469.000.000 |
| Leapmotor C10 | SUV listrik RWD | 608.000.000 |
| LEPAS E4 EV | SUV full electric | 359.000.000 |
| LEPAS L8 PHEV | Urban SUV plug-in hybrid | 599.000.000 |

Fitur dan spesifikasi: nilai yang ditawarkan B10 dan C10
Jika hanya mengandalkan harga, Leapmotor B10 dan C10 akan sulit bertahan. Karena itu, kedua model dibekali spesifikasi yang layak untuk bersaing dengan rival lokal maupun regional. B10 hadir sebagai next-generation compact SUV yang mengutamakan kenyamanan dan karakter berkendara, mengusung filosofi European Driving Feel dengan pengendalian presisi dan stabil. Mobil ini memakai teknologi Cell-to-Chassis (CTC) yang mengintegrasikan baterai langsung ke struktur sasis, membuka ruang kabin lebih lapang dan meningkatkan efisiensi. Interiornya menampilkan Persona Dashboard yang memberi ruang kustomisasi kabin, panoramic sunroof 1,8 m², 16 fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), serta material eco-leather bersertifikasi OEKO-TEX. Untuk harga yang ditawarkan, kombinasi fitur tersebut menggeser persepsi bahwa EV entry-level harus berkompromi soal kualitas kabin dan fitur keselamatan.
Di sisi lain, Leapmotor C10 spesifikasi lebih ambisius. SUV ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan baterai 69,9 kWh, motor listrik berdaya 165 kW dan torsi 360 Nm, menghasilkan jarak tempuh hingga 503 kilometer. Kabinnya dirancang lapang dengan panoramic sunroof 2,1 m², Electric Tailgate, NFC Card Ready, serta jok depan yang bisa dipanaskan dan didinginkan. Struktur sasisnya diklaim memiliki kekakuan torsional 42.500 Nm/degree dengan penyetelan sasis oleh tim engineering Stellantis di Balocco, Italia, dan telah memenuhi standar keselamatan Euro NCAP 5-Star. Dalam format quotable, pernyataan bahwa C10 memenuhi standar Euro NCAP 5-Star memberi bobot kepercayaan diri bagi calon pembeli yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan spesifikasi seperti ini, C10 bermain di ranah SUV listrik yang menawarkan rasa berkendara matang, tanpa melompat ke kategori harga super premium.
Dampak praktis bagi pengguna: charging, jarak tempuh, dan jaringan lokal
Di luar lembar spesifikasi, yang menentukan apakah strategi Leapmotor berhasil adalah dampak praktis bagi pengguna sehari-hari. Dengan paket Exclusive Offer yang sudah mencakup wall charger, Leapmotor mencoba memberikan kemudahan bagi konsumen yang ingin mulai menggunakan kendaraan listrik di rumah. Konsumen tidak perlu menunda pembelian hanya karena belum punya solusi pengisian daya, sesuatu yang sering terjadi pada pembeli EV pemula. Di sisi lain, kehadiran produk elektrifikasi lain seperti LEPAS L8 PHEV menunjukkan bahwa ada segmen pengguna yang masih ingin fleksibilitas mesin konvensional plus listrik, sehingga tidak harus sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya. Ini mengingatkan bahwa EV murni seperti B10 dan C10 harus mengkompensasi lewat jarak tempuh memadai, kenyamanan harian, dan kemudahan charging di rumah untuk menyaingi daya tarik PHEV.
Leapmotor tampak memahami bahwa pameran tidak cukup. Setelah GIIAS Surabaya berakhir, masyarakat Jawa Timur dapat mengunjungi dealer resmi Leapmotor Surabaya di Jl. Ahmad Yani No. 248, Gayungan, untuk eksplorasi produk B10 dan C10, konsultasi kebutuhan kendaraan, serta test drive. Poin pentingnya: calon konsumen tidak dipaksa membeli berdasarkan brosur semata. Mereka bisa menguji langsung karakter berkendara, termasuk European Driving Feel yang diklaim sebagai salah satu diferensiasi utama. Pengunjung GIIAS juga sudah diberi kesempatan test drive, memberi Leapmotor data nyata tentang respons pasar terhadap kenyamanan suspensi, respons motor listrik, dan kualitas interior. Ekosistem seperti ini—dari pameran ke dealer—membuat strategi harga dan fitur tadi memiliki panggung untuk dibuktikan, bukan sekadar janji di atas kertas.

Positioning di segmen EV entry-level dan kesimpulan
Membaca seluruh pendekatan Leapmotor, jelas bahwa B10 dan C10 tidak diposisikan sebagai EV eksperimental, melainkan sebagai mobil listrik terjangkau yang ingin terasa “serius” sejak hari pertama kepemilikan. Dengan harga khusus mulai Rp469 juta, Leapmotor menggunakan GIIAS Surabaya sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan dua SUV listrik ini kepada konsumen regional. Dibanding pesaing elektrifikasi seperti LEPAS E4 EV dan L8 PHEV yang bermain di rentang harga Rp359 juta hingga Rp599 juta, Leapmotor memilih menonjol lewat kombinasi harga, fitur premium, dan bonus wall charger. Di segmen EV entry-level Indonesia yang masih mencari bentuk, B10 dan C10 menawarkan opsi bagi konsumen yang ingin langsung lompat ke full electric, bukan sekadar transisi lewat hybrid.
Kesimpulannya, Leapmotor mengambil risiko yang terukur: menjual dua SUV listrik dengan paket charging lengkap, spesifikasi kompetitif, dan positioning harga menengah dalam lanskap mobil listrik terjangkau. Jika pasar merespons positif, formula “harga agresif + wall charger + fitur matang” bisa menjadi rujukan baru bagi pemain EV lain. Namun jika konsumen masih lebih tertarik pada fleksibilitas PHEV seperti LEPAS L8 PHEV, Leapmotor harus siap menyesuaikan pendekatan—baik lewat varian baru maupun penyesuaian harga. Untuk saat ini, B10 dan C10 layak diperhatikan oleh pembeli yang ingin EV entry-level dengan rasa mobil keluarga penuh fitur, tanpa harus masuk ke level harga flagship.







