Produksi Lokal Leapmotor B10 dan C10: Mengapa Ini Titik Balik
Produksi lokal Leapmotor adalah langkah ketika pabrikan listrik asal Tiongkok memulai perakitan model B10 dan C10 di pabrik mobil listrik Purwakarta, dengan kapasitas awal 10.000 unit per tahun, untuk menjadikan fasilitas tersebut sebagai basis pasokan kendaraan listrik bagi pasar nasional dan kawasan ASEAN sekaligus, melalui kolaborasi strategis dengan mitra global dan lokal.
Inti kabar ini bukan sekadar sebuah pabrik baru, tetapi pergeseran pusat gravitasi industri EV di kawasan. Leapmotor resmi memulai produksi lokal B10 dan C10 di PT National Assemblers Plant 3, Purwakarta, yang dirancang dengan standar manufaktur global mereka dan Stellantis. Pada tahap awal, fasilitas ini mampu menghasilkan sekitar lima unit per jam atau 10.000 unit per tahun, dengan rencana peningkatan hingga 17 unit per jam atau sekitar 34.000 unit per tahun. Pabrik seluas 158.000 meter persegi ini menjadi simbol bahwa produksi lokal Leapmotor bukan eksperimen kecil, melainkan taruhan besar bahwa pasar EV kawasan akan meledak dalam beberapa tahun ke depan.

Kemitraan Leapmotor–Stellantis–Indomobil: Basis EV Baru di ASEAN
Produksi lokal Leapmotor di Purwakarta tidak berdiri sendiri; ia disangga aliansi tiga serangkai: Leapmotor, Stellantis, dan Indomobil. Di satu sisi, Leapmotor membawa teknologi EV dan portofolio model. Stellantis menyuntikkan standar global, pengalaman skala massal, dan visi ekspansi EV ASEAN. Di sisi lain, Indomobil menyumbang aset paling krusial: pabrik, jaringan distribusi, dan pemahaman mendalam atas pasar lokal.
Managing Director Stellantis ASEAN, Isaac Yeo, menegaskan bahwa pasar ini punya prospek pertumbuhan kendaraan listrik yang besar dan menyebut dimulainya perakitan lokal sebagai langkah penting untuk mendekatkan produk kepada konsumen serta memperkuat kehadiran merek di kawasan ASEAN. Ia juga menyatakan, “Bersama Indomobil, kami bangga memulai babak baru ini melalui perakitan lokal Leapmotor C10 dan B10” seraya menempatkan fasilitas Purwakarta sebagai salah satu basis penting perkembangan kendaraan listrik di Asia Tenggara. Singkatnya, pabrik mobil listrik Purwakarta disiapkan bukan hanya untuk pasar nasional, tetapi sebagai hub ekspansi EV ASEAN yang serius.
Kapasitas 34 Ribu Unit: Sinyal Agresivitas dan Kepercayaan Pasar
Angka kapasitas produksi awal 10.000 unit per tahun memang terlihat moderat, tetapi rencana peningkatan ke 34.000 unit menunjukkan ambisi jauh lebih besar. Pabrik ini sudah disiapkan untuk naik dari lima unit per jam menjadi 17 unit per jam melalui perluasan body shop dan paint shop. Artinya, investasi sejak awal dirancang agar skala produksi bisa digandakan segera setelah permintaan menguat.
Kesiapan ekspansi kapasitas ini menunjukkan dua hal: kepercayaan Leapmotor bahwa adopsi EV akan tumbuh signifikan, dan keinginan mereka mengamankan posisi sebagai pemasok utama di kawasan. Sumber menyebut bahwa investasi yang dilakukan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga mengantisipasi pertumbuhan permintaan kendaraan listrik dalam beberapa tahun mendatang. Jika jalur ekspor ke pasar ASEAN mulai dibuka, B10 C10 Indonesia berpotensi menjadi tulang punggung ekspansi EV ASEAN yang mengalir dari Purwakarta ke berbagai negara tetangga.
Dampak ke Konsumen: Harga Lebih Ketat, Layanan Purna Jual Jadi Penentu
Bagi konsumen, produksi lokal Leapmotor di pabrik mobil listrik Purwakarta berarti rantai pasok lebih pendek dan distribusi lebih efisien. Perakitan di dalam negeri diharapkan mempercepat waktu pengiriman ke pelanggan dan membuka peluang penggunaan komponen lokal ketika volume produksi meningkat. Dalam persaingan EV mid-range, faktor-faktor ini bisa diterjemahkan menjadi harga lebih kompetitif dan ketersediaan unit yang lebih stabil dibanding model impor.
Indomobil tidak berhenti di lini produksi; mereka menyiapkan ekosistem kepemilikan yang mengelilingi B10 C10 Indonesia. Strateginya mencakup perluasan jaringan dealer, jaminan suku cadang asli, serta pelatihan teknisi sesuai standar Leapmotor untuk memperkuat layanan purna jual. Menurut CEO PT Indomobil National Distributor, dimulainya perakitan lokal menjadi tonggak penting karena investasi di PT National Assemblers bukan hanya menghadirkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun fondasi jangka panjang bisnis EV. Tujuannya jelas: pelanggan merasakan pengalaman kepemilikan yang memberi rasa tenang sejak hari pertama.
Kesimpulan: Purwakarta sebagai Panggung Baru Persaingan EV Regional
Dimulainya produksi lokal Leapmotor B10 dan C10 di Purwakarta adalah momentum yang menggeser peta persaingan EV regional. Dengan pabrik seluas 158.000 meter persegi, kapasitas awal 10.000 unit, dan potensi hingga 34.000 unit per tahun, ini bukan komitmen kecil. Ditambah kemitraan dengan Stellantis dan Indomobil, Purwakarta diposisikan sebagai basis produksi EV yang siap memasok pasar nasional dan menjadi pilar ekspansi EV ASEAN.
Bagi konsumen, ini berarti lebih banyak pilihan model, distribusi yang lebih cepat, dan ekosistem layanan yang disiapkan dari awal. Bagi industri, kehadiran fasilitas perakitan lokal menjadi fondasi untuk pengembangan portofolio Leapmotor sekaligus memperkuat posisi kawasan dalam rantai pasok kendaraan listrik. Babak berikutnya akan ditentukan oleh seberapa cepat pasar menyerap B10 dan C10, dan sejauh mana pabrikan lain berani menandingi strategi agresif namun terstruktur yang kini bertumpu pada Purwakarta.






