Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Tahun Pemerintahan: Menimbang Ketahanan di Tengah Krisis Global

Dua Tahun Pemerintahan: Menimbang Ketahanan di Tengah Krisis Global
Minat|Asia Tenggara

Sidang Kabinet Dua Tahun: Momentum Menilai Ketahanan Nasional

Sidang kabinet dua tahun adalah pertemuan paripurna pemerintah untuk mengevaluasi kinerja dan strategi menghadapi tantangan geopolitik, perang dagang global, perubahan iklim, serta risiko bencana alam, sekaligus menegaskan arah ketahanan nasional ke depan dalam konteks krisis dunia yang saling terhubung. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk “Dua Tahun Pertama Pemerintahan: Kerja Nyata untuk Negeri” di kompleks istana kepresidenan. Di sana ia bukan sekadar merayakan capaian, tetapi menjadikan forum ini sebagai cermin keras: dua tahun pertama pemerintahan berlangsung di tengah krisis global yang tidak memberi ruang untuk lengah. Penekanannya jelas, sidang kabinet dua tahun bukan seremoni, melainkan pengingat bahwa mandat rakyat harus dijalankan dalam lingkungan internasional yang kian tidak pasti dan saling bergantung.

Tantangan Geopolitik Indonesia dan Perang Dagang Global

Pesan paling tajam dari Presiden dalam sidang kabinet dua tahun adalah pengakuan bahwa tantangan geopolitik Indonesia kini ditentukan oleh hegemoni kekuatan besar dan perang dagang global yang merembes ke semua lini ekonomi. Ia menggambarkan lingkungan dunia yang “penuh dengan krisis, penuh dengan konflik, bahkan peperangan” dan menambahkan bahwa perang fisik kini disertai perang ekonomi, perang tarif, dan perebutan pengaruh antarnegara besar. Dalam situasi ini, sikap netral tanpa strategi menjadi ilusi berbahaya. Integrasi ekonomi dunia membuat perubahan kebijakan tarif di satu negara langsung memukul rantai pasok dan daya saing di tempat lain. Karena itu, ketahanan nasional tidak bisa lagi dipahami hanya sebagai kekuatan militer, tetapi kemampuan memposisikan diri cerdas di tengah persaingan ekonomi global, melindungi pasar domestik sambil tetap terhubung dengan perdagangan internasional.

Dua Tahun Pemerintahan: Menimbang Ketahanan di Tengah Krisis Global

Perubahan Iklim, Bencana Alam, dan Posisi di Ring of Fire

Dimensi lain yang ditegaskan Presiden adalah hubungan langsung antara perubahan iklim bencana alam dan ketahanan nasional. Ia mengingatkan bahwa perubahan cuaca telah menimbulkan berbagai gejolak yang tidak bisa lagi diperlakukan sebagai anomali sesaat. Di atas itu, posisi geografis di Cincin Api Pasifik membuat negeri ini berada di pertemuan lempeng tektonik dengan aktivitas vulkanik tinggi, sehingga gempa bumi dan letusan gunung berapi adalah risiko permanen, bukan kejutan sesekali. Menariknya, Presiden tidak hanya melihat sisi ancaman: aktivitas geologis yang sama juga menghasilkan tanah subur dan kekayaan mineral bernilai tinggi. Namun di sini letak tantangan strategis: apakah pemerintah mampu mengubah kerentanan menjadi kekuatan, dengan kebijakan tata ruang, infrastruktur tahan bencana, dan pengelolaan sumber daya alam yang tidak mengorbankan keselamatan warga demi keuntungan jangka pendek.

Apresiasi Kinerja Kabinet dan Makna Teamwork bagi Ketahanan

Di tengah paparan krisis, Presiden Prabowo menyanjung kinerja Kabinet Merah Putih dan menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan ditentukan oleh kekompakan dan teamwork, bukan kemampuan individu yang berdiri sendiri. Pernyataan ini penting, tetapi juga mengandung tuntutan: jika krisis geopolitik, perang dagang global, dan perubahan iklim bencana alam bersifat lintas sektor, maka kabinet yang terpecah dalam ego kementerian akan gagal merespons secara menyeluruh. Apresiasi terhadap dua tahun kerja harus dibaca bersama pengakuan bahwa lingkungan global “mau tidak mau akan memengaruhi semua negara” karena dunia sudah sangat terintegrasi. Dengan kata lain, pujian Presiden adalah sekaligus peringatan: tanpa koordinasi kuat, kebijakan perdagangan, energi, lingkungan, dan kebencanaan akan saling bertabrakan, melemahkan ketahanan nasional yang justru ingin diperkuat.

Kesimpulan: Dari Krisis Global ke Agenda Ketahanan Nyata

Sidang kabinet dua tahun menunjukkan bahwa pemerintah menyadari skala tantangan: konflik geopolitik, perang dagang global, perubahan iklim bencana alam, dan posisi di Ring of Fire bukan lagi latar belakang, melainkan panggung utama kebijakan. Namun kesadaran saja tidak cukup. Ketahanan nasional harus diterjemahkan menjadi agenda konkret: diplomasi ekonomi yang cerdas, strategi perdagangan yang melindungi kepentingan domestik, investasi serius pada adaptasi iklim, dan sistem penanggulangan bencana yang mengakui bahwa risiko geologi bersifat berkelanjutan. Presiden telah menegaskan pentingnya teamwork kabinet; publik berhak menuntut agar kekompakan itu tampak dalam keputusan, bukan hanya dalam pidato. Jika dua tahun pertama adalah fase belajar di tengah badai global, maka tahun-tahun berikutnya harus menjadi fase pembuktian bahwa krisis dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat fondasi negara yang lebih tangguh dan siap menghadapi guncangan berikutnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!