Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Gerobak ke Gerai Global: Strategi Jajanan Pasar Menembus Dunia

Dari Gerobak ke Gerai Global: Strategi Jajanan Pasar Menembus Dunia
Minat|Makanan Kaki Lima

Jajanan Pasar Naik Kelas: Dari Trotoar ke Peta Kuliner Global

Jajanan kaki lima yang dulu hanya menghiasi trotoar dan pasar tradisional kini berkembang menjadi jajanan Indonesia internasional, ketika resep-resep rumahan dibawa ke luar negeri, dikemas ulang, diadaptasi dengan bahan lokal, namun tetap mempertahankan identitas rasa asli sehingga mampu menarik konsumen asing sekaligus membuka jalan ekspor kuliner tradisional dalam skala lebih luas. Fenomena ini bukan sekadar kisah sukses UMKM kuliner, tetapi sinyal bahwa warisan cita rasa bisa tumbuh menjadi aset ekonomi lintas negara. Pertanyaannya bukan lagi apakah jajanan pasar bisa diterima di luar, melainkan seberapa cepat pelaku usaha berani mengubah gerobak menjadi gerai global. Sikap proaktif, keberanian bereksperimen, dan kemampuan membaca selera pasar menjadi penentu siapa yang akan memimpin gelombang baru kuliner tradisional di pentas dunia.

Gerai Surabi di Tokyo: Bukti Nyata Potensi Jajanan Tradisional

Kisah Surabi Tokyo adalah bukti paling konkret bahwa jajanan pasar bisa bersaing di jantung kota maju. Surabi Solo diperkenalkan oleh WNI bernama Adi Nurwan lewat gerai Surabi Tokyo di kawasan Kichijoji, Tokyo. Ia tidak membuka gerai dengan terburu-buru: sekitar tiga tahun dihabiskan untuk mengembangkan resep dan menguji komposisi adonan hingga mencapai tekstur yang dianggap tepat untuk konsumen Jepang. Surabi Tokyo mulai beroperasi pada Februari 2025 di area ramai dekat Taman Inokashira, yang dipadati warga dan wisatawan saat musim sakura. Lokasi ini jelas bukan tempat asal jajanan pasar, tetapi Adi menggunakannya sebagai etalase permanen untuk menegaskan bahwa kuliner tradisional layak berada di sana. Kutipan yang patut dicatat: "Surabi Solo kini hadir di Jepang" menunjukkan langkah berani mengubah jajanan pasar menjadi ikon gerai surabi Jepang yang punya reputasi sendiri.

Adaptasi Rasa: Kunci Menjadikan Surabi sebagai Jajanan Indonesia Internasional

Keberhasilan Surabi Tokyo tidak datang dari sikap keras kepala mempertahankan bentuk asli tanpa kompromi. Adi bereksperimen dengan berbagai komposisi adonan hingga menemukan tekstur yang sesuai dengan preferensi lokal. Tepung beras dari Niigata digunakan untuk menghasilkan surabi dengan luar yang matang, namun bagian dalam tetap lembut dan kenyal. Bagi lidah Jepang, bentuk bundar surabi mungkin mengingatkan dorayaki, tetapi teksturnya dibuat berbeda sehingga terasa unik. Di sisi rasa, Surabi Tokyo tidak berhenti pada varian tradisional; menu dikembangkan menjadi Traditional, Custard, Choco Banana, Matcha Custard, dan Mixberry sebagai bentuk inovasi produk untuk pasar yang menyukai pilihan beragam. Meski banyak memakai bahan lokal, unsur asli tetap dijaga lewat penggunaan santan, pandan, kopi, dan teh. Di sinilah pelajaran penting bagi UMKM kuliner global: adaptasi rasa bukan pengkhianatan, tetapi strategi.

Dari Soto ke Minuman Rempah: Strategi Ekspor Kuliner Tradisional ke China

Sementara individu seperti Adi membuktikan gerai surabi Jepang bisa lahir dari inisiatif personal, di sisi lain asosiasi mulai menyusun langkah kelembagaan. Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) mendorong ekspor kuliner tradisional ke China dengan mengeksplorasi makanan dan minuman khas berbagai daerah, terutama soto. Ketua Umum PPJI, Dini Zainuddin, menegaskan bahwa banyak produk kuliner belum dikenal luas secara internasional meski rendang, bakso, dan nasi goreng sudah populer. Fokusnya bukan hanya soto Betawi atau Soto Makassar, melainkan spektrum lengkap seperti Soto Semarang, Soto Banjar, hingga Soto Medan. Selain itu, PPJI ingin mengorbitkan minuman rempah seperti bandrek sebagai produk yang bisa dibawa ke pasar China, bahkan melalui kompetisi untuk memilih produk paling potensial. Kutipan penting dari rencana ini: "Kita pelan-pelan akan perkenalkan, terutama di China" menggambarkan strategi bertahap, tetapi ambisius.

Langkah Berikutnya: Dari Inisiatif Individu ke Ekosistem Kuliner Global

Jika Surabi Tokyo adalah contoh praktek lapangan dan rencana soto ke China adalah kerangka ekspor kolektif, keduanya mengarah pada satu kesimpulan: jajanan Indonesia internasional membutuhkan ekosistem, bukan hanya cerita heroik kasuistik. PPJI melihat pameran kuliner sebagai ruang pertemuan antara pelaku usaha dan pengusaha katering di China, termasuk kebutuhan makanan khas bagi pekerja yang belum mendapat pasokan masakan Nusantara secara memadai. Asosiasi ini bahkan berencana mengunjungi China pada Januari guna memperluas hubungan dengan eksibitor dan pelaku usaha setempat. Pada titik ini, pelaku UMKM kuliner yang bermimpi ke pasar global perlu berpikir lebih sistematis: membangun merek, mengadaptasi rasa, menjaga identitas, dan memanfaatkan dukungan asosiasi. Dari gerobak ke gerai internasional, masa depan ekspor kuliner tradisional bergantung pada keberanian menggabungkan kreativitas individual dengan strategi kolektif yang terarah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!