Berawal dari teras, bertumbuh lewat langkah bertahap
UMKM jajanan lokal adalah usaha skala kecil yang mengolah atau menjual pangan berciri setempat, lalu membangun pasar melalui produk, legalitas, dan hubungan langsung dengan konsumen. Di Banjarmasin, Lisnani memulai usahanya dari teras rumah di dalam gang dengan menjual camilan akar pinang dan kerupuk. Ia tidak hanya mengandalkan pembeli yang melintas, tetapi juga menawarkan produknya melalui media sosial. Perkembangan usaha ini memperlihatkan bahwa lokasi yang tersembunyi tidak harus membatasi peluang, meski pemasaran perlu dijalankan secara aktif. Lisnani kemudian menjadi pelaku UMKM binaan dinas perdagangan setempat dan mendapat bantuan untuk mempercantik kemasan produknya. Merek akar pinang dan kacang bajakah miliknya telah terdaftar dalam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), sementara proses sertifikasi halal produk masih berjalan. Legalitas tersebut menjadi bagian nyata dari perjalanan bisnis kuliner rumahan, bukan pengganti mutu dan konsistensi produk.

Bazar mengubah peluang menjadi penjualan
Strategi Lisnani tidak berhenti di depan rumah. Ia mengikuti bazar dan pameran, termasuk kegiatan di kawasan kantor gubernur pada peringatan Hari Buruh, dan menyebut hasil penjualannya memuaskan. Es jeruk menjadi minuman yang paling laris; kebutuhan jeruknya dapat mencapai 10–20 kilogram. Di bazar, es buah dijual Rp10.000, sedangkan es teh dan es sirup dibanderol Rp5.000 per gelas. Perbedaan hasil dibanding berjualan dari rumah cukup berarti: omzet saat mengikuti pameran dapat meningkat hingga 50 persen. Angka itu menjadi alasan kuat bagi usaha kecil untuk mempertimbangkan acara lokal sebagai kanal penjualan, bukan sekadar tempat memajang produk. Bazar gratis dan pendampingan usaha juga pernah membantu Lisnani memperluas pasar serta mengurus perizinan. Bagi bisnis kuliner rumahan, pertemuan langsung dengan calon pembeli dapat melengkapi promosi daring dan memberi usaha kesempatan tampil di luar lingkungan sekitar.
Dari olahan laut ke pembeli lintas daerah
Di Pekalongan, kelompok pengolah hasil perikanan mengembangkan aneka pangan siap konsumsi, dari tahu bakso ikan dan bakso ikan hingga peyek rebon, peyek teri, sambal cakalang, dan olahan cumi






