UMKM pangan ekspor bukan mimpi: definisi dan pelajaran dari NOMNOM
UMKM pangan ekspor adalah usaha mikro, kecil, dan menengah di bidang kuliner yang mengolah bahan baku lokal menjadi produk pangan sehat bernilai tambah, lalu menembus pasar lintas negara melalui standar kualitas, branding, dan jejaring dagang yang terkelola, sehingga kuliner lokal internasional hadir tidak hanya sebagai ikon budaya, tetapi sebagai komoditas modern yang kompetitif dan berkelanjutan. Kisah NOMNOM menunjukkan bahwa jalan ke ekspansi pasar Singapura bukan sekadar soal rasa, tetapi soal ekosistem yang memampukan pelaku kuliner naik kelas. Dirintis Erwin Jogisaputra pada 2016 dengan visi menghadirkan camilan sehat berbahan baku lokal yang diterima pasar global, NOMNOM mengolah rengginang, jamur, dan tempe menjadi produk pangan sehat lokal yang siap bersaing. Pendampingan UMKM kuliner, penguatan manajemen, dan akses pameran internasional mengubah usaha rumahan menjadi calon pemain ekspor regional.
| Spec | A | B |
|---|---|---|
| Fokus utama NOMNOM | Camilan sehat berbahan lokal | Target pasar global |
| Kekuatan inti | Inovasi produk dan brand | Pendampingan ekosistem usaha |
Produk pangan sehat lokal sebagai senjata daya saing internasional
NOMNOM tidak sekadar menjual cerita lokal; ia menjual solusi gaya hidup modern. Berawal dari rengginang panggang sebagai alternatif camilan lebih sehat, Erwin terus mengangkat kekayaan pangan lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi di pasar global. Momentum terbesarnya justru muncul saat pandemi Covid-19, ketika keinginan membantu petani jamur lokal melahirkan Super Shrooms, camilan jamur panggang bebas gluten, tanpa lemak trans, dan hanya sekitar 100 kalori per kemasan. Kutipan layak simpan dari perjalanan ini: “Super Shrooms… sehat, bebas gluten, tanpa lemak trans, dan hanya mengandung sekitar 100 kalori per kemasan”. Bersamaan dengan tren gaya hidup aktif yang kian menguat pada 2025, Tempe Bites dikembangkan sebagai sumber protein praktis bagi mereka yang aktif berolahraga. Di sini terlihat jelas: produk pangan sehat lokal bukan pelengkap, melainkan inti strategi UMKM pangan ekspor.
| Produk | Bahan utama | Nilai jual sehat |
|---|---|---|
| Rengginang panggang | Rengginang lokal | Alternatif camilan rendah minyak |
| Super Shrooms | Jamur lokal | Gluten free, no trans fat, ~100 kalori/kemasan |
| Tempe Bites | Tempe | Sumber protein praktis untuk gaya hidup aktif |

Ekosistem pendampingan: dari tantangan operasional ke kesiapan ekspor
Erwin jujur mengakui bahwa kualitas produk saja tidak cukup. Keterbatasan distribusi, perluasan pasar, hingga dinamika membangun tim dan organisasi menjadi penghambat pertumbuhan. Di titik ini, pendampingan UMKM kuliner melalui program pemberdayaan menjadi pembeda antara usaha yang stagnan dan yang siap mendunia. Sejak menjadi nasabah pada 2018, NOMNOM memanfaatkan layanan perbankan untuk operasional, lalu naik ke jenjang pembekalan bisnis melalui program Pengusaha Muda BRILian. Di sana, NOMNOM belajar melihat bisnis bukan hanya sebagai penjualan produk, tetapi sebagai pembangunan brand bernilai, pemahaman kebutuhan pasar, dan desain bisnis berkelanjutan. Rangkaian seleksi, pelatihan, dan pengembangan yang terstruktur membuat kapasitas usaha menguat dan manajemen lebih siap menghadapi tuntutan pasar ekspor yang mensyaratkan konsistensi, dokumentasi, dan keandalan suplai.
| Tantangan | Sebelum pendampingan | Setelah pendampingan |
|---|---|---|
| Distribusi | Terbatas dan sporadis | Mulai terarah dan siap ekspansi |
| Tim & organisasi | Dinamika tidak tertangani | Struktur dan peran lebih jelas |
| Strategi pasar | Berbasis intuisi | Berbasis pemahaman kebutuhan pasar |
Pengakuan dan ekspansi pasar Singapura: validasi ekosistem UMKM pangan ekspor
Penghargaan Top 3 Pengusaha Muda BRILian bukan sekadar piagam; itu adalah validasi bahwa UMKM pangan lokal bisa tumbuh bila ekosistemnya tepat. Pengakuan ini membuka jejaring, meningkatkan kesiapan bisnis, dan memberi akses menuju panggung internasional. Puncaknya, NOMNOM difasilitasi mengikuti pameran internasional di Singapura, yang menjadi laboratorium nyata untuk menguji penerimaan produk di luar pasar domestik. Respons pasar sangat positif; produk NOMNOM menarik perhatian calon buyer di Singapura dan kini telah memasuki tahap negosiasi akhir untuk ekspansi ke Negeri Singa. Di sini terlihat jelas bagaimana kuliner lokal internasional dibangun: pendampingan UMKM kuliner menguatkan fondasi, sementara pameran dan jaringan dagang membuka pintu ekspansi pasar Singapura. Jika satu UMKM bisa, artinya kendala terbesar bukan di produk, melainkan di akses dan kesiapan ekosistem.
| Tahap | Peran ekosistem | Dampak bagi NOMNOM |
|---|---|---|
| Penghargaan Top 3 | Validasi dan promosi | Brand lebih dipercaya mitra bisnis |
| Pameran Singapura | Fasilitasi akses pasar | Respons positif dan calon buyer |
| Negosiasi akhir | Pendampingan berkelanjutan | Peluang ekspor regional terbuka |
Pelajaran bagi UMKM kuliner: jadikan ekosistem sebagai strategi, bukan pelengkap
Kisah NOMNOM menegaskan satu hal: UMKM pangan ekspor tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari kombinasi inovasi produk dan keberanian memanfaatkan ekosistem. Produk pangan sehat lokal yang relevan dengan tren gaya hidup—mulai dari camilan rendah kalori hingga sumber protein praktis—memberi tiket masuk ke pasar global. Namun tiket itu baru sah ketika pelaku usaha bersedia belajar manajemen, membangun brand, dan terlibat aktif dalam program pemberdayaan yang terstruktur. Ekosistem bukan pelengkap; ia adalah strategi. Tanpa pendampingan, pameran internasional, dan pengakuan seperti Top 3 Pengusaha Muda BRILian, NOMNOM mungkin tetap hanya cerita sukses lokal. Dengan semuanya, ia berubah menjadi contoh konkrit bahwa gerobak kuliner bisa berujung pada rak-rak retail internasional. Pertanyaannya sekarang: berapa banyak UMKM kuliner lain yang siap menjadikan ekosistem sebagai jalan ekspansi, bukan sekadar latar belakang usaha?
| Komponen | Peran dalam ekspor | Implikasi bagi UMKM lain |
|---|---|---|
| Produk sehat lokal | Daya saing dan diferensiasi | Perlu riset tren konsumen regional |
| Pendampingan bisnis | Penguatan fondasi usaha | Wajib diikuti, bukan sekadar formalitas |
| Akses pameran luar negeri | Uji pasar dan jaringan buyer | Target strategis, bukan bonus |








