Pendidikan yang menjangkau anak paling rentan
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan formal dan pembentukan karakter bagi anak dari keluarga kurang mampu, yang menggabungkan pembelajaran dengan pendampingan sosial agar mereka dapat kembali belajar sesuai kesiapan dan kebutuhannya. Setelah berjalan setahun, lebih dari 44 ribu anak telah belajar di 182 sekolah yang tersebar di 34 provinsi. Capaian ini memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini tertinggal, tetapi angka jangkauan saja belum cukup untuk mengukur keberhasilan: mutu lingkungan belajar dan dukungan yang membuat anak mampu bertahan di sekolah juga menentukan hasilnya.
Menteri Sosial Gus Ipul menyampaikan bahwa 44 ribu anak sudah berada di kelas, sementara lebih dari seribu lainnya masih menjalani rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos. Alokasi siswa tahun ini mencapai 45 ribu anak. Kondisi mereka beragam: ada yang putus sekolah, belum pernah bersekolah, atau terpaksa bekerja di jalanan maupun menjadi buruh untuk membantu keluarga. Bahkan, sebagian anak usia 17–18 tahun belum pernah mengenyam pendidikan, sementara sejumlah siswa SMP dan SMA masih membutuhkan pendampingan membaca.
Belajar perlu dimulai dari kesiapan anak
Membuka pintu sekolah tidak otomatis menghapus ketertinggalan. Karena itu, Kemensos memadukan pembelajaran dengan rehabilitasi sosial bagi anak yang memerlukan pemulihan sebelum bergabung di kelas. Pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, dan matrikulasi digunakan untuk memahami kondisi siswa, membantu mereka menyesuaikan diri, serta mengejar kemampuan dasar. Pendekatan ini lebih masuk akal daripada memperlakukan semua murid seolah-olah memulai dari titik yang sama.
Menurut Gus Ipul, anak-anak tersebut membutuhkan edukasi sekaligus rehabilitasi. Setelah setahun pendampingan, laporan program menyebut sebagian anak menjadi lebih sehat dan percaya diri, sementara orang tua semakin bersemangat mendukung pendidikan mereka. Perubahan itu memberi alasan untuk optimistis, tetapi keberlanjutannya bergantung pada pendampingan yang konsisten, bukan hanya pada penerimaan siswa baru.
Sekolah dan pemberdayaan keluarga harus berjalan bersama
Nilai lebih program ini terletak pada upaya menghubungkan sekolah dengan kebutuhan rumah tangga. Keluarga siswa memperoleh dukungan bantuan sosial, jaminan kesehatan melalui PBI JK, perbaikan rumah, dan pemberdayaan ekonomi. Tercatat 10.140 rumah orang tua siswa telah diperbaiki, 11.274 orang tua menerima bantuan modal usaha, dan 9.021 orang tua memperoleh layanan rehabilitasi sosial ATENSI. Dukungan tersebut penting karena kesulitan keluarga dapat menghambat anak untuk hadir, belajar, dan mempertahankan kemajuan.
Namun, angka bantuan perlu dibaca sebagai bagian dari proses, bukan bukti bahwa seluruh hambatan telah selesai. Pemberdayaan keluarga akan lebih bermakna bila bantuan sosial, layanan kesehatan, perbaikan tempat tinggal, dan dukungan usaha benar-benar terhubung dengan kebutuhan tiap keluarga. Dengan begitu, pendidikan gratis tidak berhenti sebagai janji akses, melainkan menjadi kesempatan belajar yang dapat dijalani anak dalam kondisi yang lebih mendukung.
Perluasan harus diimbangi mutu dan kesiapan
Perluasan kapasitas juga menuntut fasilitas dan tenaga pendamping yang memadai. Dari 100 titik pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini, 93 telah digunakan dan sisanya masih dalam proses penyelesaian. Kemensos menyatakan kebutuhan tenaga pendidik, pengasuh, dan tenaga pendukung terus dipenuhi melalui seleksi terbuka, dengan pembenahan bertahap agar pembelajaran dan pengasuhan berjalan baik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa penambahan kuota tidak mendahului kesiapan layanan. Sebanyak 45 ribu anak dengan pengalaman dan kebutuhan berbeda memerlukan guru, pengasuh, fasilitas, serta pendampingan keluarga yang cukup. Sekolah Rakyat telah memperluas akses pendidikan dan menawarkan pendekatan yang lebih utuh daripada sekolah saja. Keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi menjaga mutu belajar sekaligus memperkuat keluarga, sehingga anak bukan sekadar masuk kelas, tetapi memiliki dukungan untuk terus berkembang.






