Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

OKK ke-28 Bekali Jurnalis dengan Adaptasi AI dan Profesionalisme

OKK ke-28 Bekali Jurnalis dengan Adaptasi AI dan Profesionalisme
Minat|Pelatihan Komprehensif

Orientasi profesi di tengah perubahan teknologi

Orientasi Keanggotaan dan Kewartawanan (OKK) adalah program pembinaan dan kaderisasi yang menyiapkan jurnalis memahami etika, aturan, dan tanggung jawab profesi sebelum menjadi anggota PWI. Karena itu, OKK ke-28 patut dilihat bukan sebagai seremoni keanggotaan, melainkan sebagai pelatihan jurnalis untuk menjaga mutu kerja di tengah perubahan teknologi. SMSI Kota Surabaya dan PWI Jawa Timur menyelenggarakan orientasi kewartawanan ini pada Rabu, 28 Oktober 2026, di Auditorium Gedung Pers PWI Jatim. Kegiatan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan mengusung tema “Membentuk Jurnalis Sehat”. Tema itu memberi penekanan yang tepat: profesionalisme bukan hanya soal kecepatan menghasilkan berita, tetapi juga ketahanan menjaga integritas dan kepercayaan publik ketika alat produksi informasi berubah.

Adaptif terhadap AI, tetap bertanggung jawab

Kesiapan menghadapi AI menjadi salah satu sorotan OKK, berdampingan dengan tema membentuk jurnalis sehat. Sikap yang dibutuhkan bukan menolak teknologi atau menyerahkan penilaian jurnalistik kepadanya, melainkan menjadi jurnalis adaptif AI yang tahu batas penggunaan alat dan tetap memegang tanggung jawab atas setiap informasi. Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, yang membuka acara, menegaskan bahwa teknologi dapat mempercepat kerja, tetapi verifikasi, independensi, dan tanggung jawab terhadap kebenaran tidak dapat digantikan mesin. Pesan ini penting karena kecepatan tanpa pemeriksaan berisiko memperbesar sebaran kabar keliru. AI dapat membantu proses kerja, tetapi keputusan untuk menguji fakta, menjaga jarak dari kepentingan, dan mengoreksi kesalahan tetap melekat pada wartawan. Adaptasi yang matang berarti memakai teknologi tanpa mengendurkan standar profesi.

Materi yang mengikat kompetensi pada etika

Pembekalan OKK mencakup Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, AD/ART PWI, literasi digital, dan teknik pemeriksaan fakta. Rangkaian materi ini lebih bernilai ketika dipahami sebagai satu kesatuan: kemampuan teknis perlu ditopang pengetahuan hukum dan etika, sementara literasi digital harus diterjemahkan menjadi kebiasaan memeriksa informasi sebelum diterbitkan. Pendekatan tersebut relevan bagi jurnalis yang menghadapi hoaks maupun aliran konten yang makin cepat. OKK PWI Jatim juga menjadi tahapan wajib bagi wartawan yang hendak diangkat sebagai anggota resmi PWI, sehingga pembinaan ini berfungsi sebagai gerbang menuju ekosistem pers yang memiliki standar. Bagi peserta, kelulusan semestinya bukan garis akhir, melainkan komitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip itu dalam kerja sehari-hari.

29 peserta lolos, tiga tidak hadir

Dari 32 jurnalis yang mengikuti kegiatan, 29 dinyatakan lolos setelah menjalani pembekalan, sedangkan tiga lainnya gugur karena tidak hadir. Hasil ini menunjukkan bahwa partisipasi penuh merupakan bagian dari proses, bukan detail administratif yang bisa diabaikan. Ketua SMSI Kota Surabaya Iskandar Pribowo menyebut sekitar 70 persen peserta berasal dari anggota SMSI Surabaya dan 30 persen lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur. Cakupan tersebut membuat pembinaan ini melampaui satu kota dan membuka ruang penguatan kapasitas bagi jurnalis lintas daerah. Namun, jumlah kelulusan hanya memberi gambaran awal; ukuran keberhasilan yang lebih penting ialah apakah peserta membawa pulang disiplin verifikasi, pemahaman aturan, dan sikap profesional ke ruang redaksi serta kerja lapangan.

Pada akhirnya, nilai OKK ke-28 terletak pada penegasan bahwa teknologi boleh mengubah cara berita dibuat, tetapi tidak menghapus kewajiban wartawan kepada publik. Kelulusan 29 peserta adalah capaian kegiatan; pekerjaan berikutnya ialah membuktikan kompetensi melalui praktik yang akurat, independen, dan beretika. Itulah bekal yang membuat jurnalis adaptif AI tetap layak dipercaya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!