Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

BRK Syariah Bekali Pimpinan untuk Menggunakan AI dengan Aman

BRK Syariah Bekali Pimpinan untuk Menggunakan AI dengan Aman
Minat|Eksplorasi Aplikasi AI

Bekal sebelum AI masuk ke proses kerja

Literasi AI adalah kecakapan memahami kemampuan, keterbatasan, dan risiko kecerdasan buatan agar teknologi ini digunakan secara tepat, aman, dan tetap berada di bawah penilaian manusia. Bekal semacam itu makin penting ketika AI merambah pekerjaan yang memengaruhi keputusan organisasi. BRK Syariah memperkuat pemahaman jajaran pimpinan tentang penggunaan AI secara aman dan bertanggung jawab, dengan perhatian khusus pada kerahasiaan data sensitif dan informasi internal perusahaan.

Pelatihan AI tersebut berlangsung di Batam pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan Arifian Saputra dari Infinite Learning sebagai narasumber. Pesertanya mencakup pelaksana tugas direktur utama Helwin Yunus, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah, Komisaris Independen Roy Prakoso, pimpinan Dewan Pengawas Syariah, serta sejumlah pemimpin divisi dan unit kerja.

Langkah ini tepat sasaran: pemimpin tidak hanya menentukan apakah teknologi dipakai, tetapi juga ikut menetapkan batas dan kebiasaan penggunaannya. Karena itu, kecakapan digital di tingkat pengambil keputusan semestinya mendahului penerapan AI, bukan menyusul setelah risiko muncul.

BRK Syariah Bekali Pimpinan untuk Menggunakan AI dengan Aman

Produktivitas tak boleh mengalahkan perlindungan data

AI dapat membantu mengolah informasi, menganalisis data, dan menyiapkan bahan pertimbangan keputusan. Namun, bagi bank, kemudahan itu berhadapan langsung dengan kewajiban menjaga data nasabah dan dokumen internal. Pelatihan tersebut membahas potensi pemanfaatan AI sekaligus risiko penggunaannya di lingkungan perbankan, termasuk pentingnya memahami pengaturan privasi platform dan cara penyedia layanan memproses data serta percakapan pengguna.

Peringatan agar peserta tidak sembarangan memasukkan informasi sensitif ke layanan AI publik patut menjadi aturan kerja, bukan sekadar pesan pelatihan. Untuk latihan atau eksplorasi analisis, data yang sudah dianonimkan, data simulasi, atau data tiruan dapat digunakan sepanjang sesuai ketentuan perusahaan.

Inilah inti penggunaan AI aman: kemudahan tidak otomatis berarti layak digunakan untuk setiap jenis informasi. Karyawan membutuhkan pedoman yang jelas tentang data apa yang boleh diproses, platform mana yang dapat digunakan, dan kapan pekerjaan harus dilakukan tanpa layanan AI publik.

Hasil AI tetap harus diuji manusia

AI sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti pertimbangan manusia. Sistem dapat mempercepat pekerjaan atau mengungkap pola, tetapi keluaran yang keliru atau tidak sesuai konteks tetap dapat memengaruhi keputusan. Karena itu, setiap hasil perlu diperiksa akurasinya dan dinilai berdasarkan keadaan yang sedang dianalisis.

Pelatihan juga mengenalkan kerangka CIV—Clean and Explore, Identify Insight, dan Visualize—untuk membantu pengguna mengolah serta menyajikan analisis data. Kerangka kerja memberi struktur, tetapi tidak menghapus kebutuhan untuk memeriksa sumber data maupun menilai apakah kesimpulannya masuk akal.

Dampaknya tidak berhenti di ruang rapat. Proses yang lebih cepat dapat mendukung pekerjaan sehari-hari, tetapi nasabah dan pengguna layanan berkepentingan agar keputusan yang menyentuh layanan tetap akurat, kontekstual, dan dijaga kerahasiaannya. Verifikasi manusia menjadi jembatan antara produktivitas dan kepercayaan.

Literasi harus menjadi kebiasaan, bukan seremoni

Pelatihan pimpinan merupakan awal yang masuk akal, tetapi nilainya akan ditentukan oleh penerapan prinsipnya dalam pekerjaan: menjaga informasi, memeriksa keluaran, dan menggunakan AI sesuai kebijakan. Pembekalan bagi pengambil keputusan penting karena mereka membentuk standar yang diikuti tim dan ikut menilai kapan teknologi layak dipakai.

BRK Syariah menyatakan bahwa peningkatan literasi digital di lingkungan perusahaan diarahkan agar AI mendukung produktivitas dan kualitas kerja tanpa mengabaikan keamanan informasi, prinsip kehati-hatian, serta tata kelola perusahaan yang baik. Pernyataan itu menegaskan bahwa kecakapan digital bukan soal mengenal alat terbaru saja, melainkan juga mengetahui batas penggunaannya.

Kesimpulannya, pelatihan ini memberi penekanan yang tepat: pemahaman harus mendahului pemakaian, terutama di sektor yang mengelola informasi rahasia. AI dapat mempercepat kerja, tetapi hanya penggunaan yang bertanggung jawab dan hasil yang diverifikasi yang layak menjadi bagian dari keputusan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!