Intervensi gizi harus hadir dekat dengan keluarga
Dapur B2SA adalah pusat penyediaan makanan beragam, bergizi, seimbang, dan aman yang dirancang untuk mendukung kebutuhan gizi warga di tingkat kelurahan. Bersama rumah gizi, pendekatan ini dapat membuat pencegahan stunting lebih dekat dengan keluarga yang membutuhkan pendampingan. Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mendorong pembentukan rumah gizi dan dapur B2SA di seluruh 153 kelurahan. Gagasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Penanganan Masalah Gizi Pokja IV TP PKK di Puskesmas Maccini Sombala, Senin (2/11/2026). Arahnya tepat: dukungan tidak berhenti pada pembagian makanan sesekali, tetapi hadir di lingkungan warga, tempat ibu, anak, kader, dan petugas bisa berhubungan lebih rutin. Namun, jumlah kelurahan yang menjadi sasaran baru menunjukkan skala rencana, bukan bukti bahwa layanan sudah tersedia di semuanya. Keberhasilan akan ditentukan oleh konsistensi pendampingan dan mutu intervensi.
Hasil awal menjanjikan, tetapi belum menuntaskan masalah
Evaluasi di Kecamatan Tamalate memberi gambaran mengapa pendampingan berkelanjutan penting. Intervensi menyasar 15 balita dan dua ibu hamil. Setelah pendampingan selama 90 hari, rata-rata berat badan balita naik satu kilogram, tetapi dua balita masih memiliki grafik pertumbuhan yang belum stabil dan satu ibu hamil belum mencapai ambang batas normal. Angka ini patut diapresiasi, tetapi juga menegaskan bahwa perbaikan rata-rata tidak boleh menutupi kebutuhan individu. Anak yang pertumbuhannya tertinggal dan ibu hamil dengan risiko gizi memerlukan tindak lanjut, bukan sekadar dicatat dalam laporan program. Rumah gizi berpotensi menjadi tempat untuk memantau perkembangan, menghubungkan keluarga dengan tenaga kesehatan, dan memastikan kasus yang belum membaik tidak terlepas dari perhatian. Tanpa pencatatan dan kunjungan ulang yang teratur, dapur bisa aktif sementara kelompok paling rentan tetap belum tertangani.
Data dan menu yang tepat menentukan dampak
Rencana memperluas layanan tidak akan efektif jika keluarga sasaran sulit ditemukan. Melinda menyoroti perlunya membenahi basis data warga melalui optimalisasi Wargata’ Sariwisma. Mobilitas penduduk yang tinggi di wilayah perkotaan menyulitkan pelacakan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun balita berisiko stunting. Karena itu, data yang diperbarui dan koordinasi lintas pihak harus menjadi bagian dari kerja rumah gizi, bukan urusan administratif yang terpisah. Hal yang sama berlaku untuk pemberian makanan tambahan (PMT). Bantuan yang dibagikan tanpa mempertimbangkan takaran nutrisi dan kelompok usia berisiko menjadi kegiatan seremonial. Melinda mengingatkan, “Menu untuk setiap kelompok umur tentu berbeda, sehingga harus dikoordinasikan dengan ahli gizi.” Pesan ini semestinya menjadi standar pelaksanaan: ahli gizi ikut menentukan menu dan porsi, sementara pemantauan menilai apakah makanan benar-benar sesuai kebutuhan anak.
Kekuatan dapur kelurahan ada pada kolaborasi lokal
Dapur B2SA akan lebih berkelanjutan bila dibangun bersama pemerintah, sektor swasta melalui tanggung jawab sosial, dan komunitas setempat. TP PKK mendorong kolaborasi untuk mendirikan dapur secara mandiri di kelurahan, dengan memanfaatkan potensi urban farming seperti telur, sayuran segar, dan budidaya ikan di permukiman. Bahan pangan lokal dapat membuat dukungan gizi lebih dekat dengan keluarga sekaligus memberi warga peran langsung dalam menjaga ketersediaannya. Namun, kedekatan saja tidak cukup. Rumah gizi perlu menjadi titik pendampingan yang menghubungkan pangan, edukasi gizi keluarga, pemantauan pertumbuhan, dan rujukan kepada tenaga kesehatan. Skema ini juga harus menjaga agar bantuan menjangkau keluarga yang tepat, termasuk warga yang berpindah tempat tinggal. Jika data Wargata’ Sariwisma diperkuat, ahli gizi dilibatkan, dan komunitas ikut mengelola layanan, TP PKK berharap risiko stunting dan gizi buruk dapat ditekan secara berkelanjutan. Ukuran keberhasilan bukan banyaknya dapur yang dibentuk, melainkan apakah keluarga menerima dukungan yang sesuai dan berulang.






