Ibu Sehat, Keluarga Kuat
Di Mataram, para ibu diajak untuk tidak lagi menunda hidup sehat. Dalam sebuah acara silaturahmi dan bakti sosial, Annisa Pohan Yudhoyono mengingatkan bahwa kesehatan jantung dan mental ibu adalah pondasi kebahagiaan keluarga.
Ia menekankan bahwa gaya hidup sehat bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan, terutama bagi para ibu yang setiap hari memikul banyak peran di rumah maupun di lingkungan sosial.
Fornas Jadi Momentum Ubah Gaya Hidup
Acara ini digelar bertepatan dengan rangkaian Festival Olahraga Nasional (Fornas) ke-VIII di NTB.
Dalam momen tersebut, Annisa mengajak ibu-ibu di Kota Mataram untuk mulai lebih peka terhadap isu kesehatan jantung dan tidak menganggapnya sepele.
Ia bercerita bahwa berbagai kegiatan seperti senam jantung sehat di tingkat RT dan RW adalah langkah sederhana namun sangat berarti sebagai upaya pencegahan.
Senam jantung sehat di lingkungan sekitar
Aktivitas fisik ringan namun rutin
Komunitas yang saling menyemangati
Menurutnya, hal-hal kecil yang dilakukan bersama justru bisa memberi dampak besar dalam jangka panjang.
Peran Komunitas: Jangan Jalan Sendiri
Annisa menyoroti pentingnya peran organisasi seperti Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dan Srikandi Demokrat yang aktif mengadakan kegiatan sosial dan edukasi kesehatan.
Ia mengajak para ibu yang belum memiliki wadah aktivitas untuk bergabung dalam komunitas positif agar punya ruang bergerak, belajar, dan saling menguatkan.
Ibu-ibu bisa ikut kegiatan YJI
Terbuka kesempatan menjadi pengurus
Srikandi Demokrat terus mendorong program sosial yang bermanfaat
Menurut Annisa, ketika perempuan saling menggandeng, perubahan di masyarakat akan terasa jauh lebih cepat.
Netral tapi Berdampak Besar
Annisa menegaskan bahwa seluruh aktivitas Yayasan Jantung Indonesia bersifat netral dan tidak terkait politik.
Fokus utama yayasan adalah satu: meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jantung tetap sehat.
Yayasan ini sudah hampir 44 tahun berdiri dan terus mengampanyekan gerakan hidup aktif, terutama bagi ibu-ibu yang sering lupa menjaga diri karena terlalu sibuk mengurus orang lain.
Bergerak Setiap Hari: Kunci Jantung Kuat
Annisa mengajak para ibu untuk menjadikan gerak tubuh sebagai rutinitas yang tidak bisa ditawar.
Ia menyebut beberapa pilihan aktivitas yang mudah dilakukan tanpa perlu fasilitas mahal:
Jalan kaki di sekitar rumah
Yoga ringan untuk melatih pernapasan dan kelenturan
Lari santai sesuai kemampuan tubuh
Intinya, jangan biarkan tubuh pasif terlalu lama. Selama tubuh bergerak, jantung ikut terlatih dan risiko penyakit dapat ditekan.
Bukan Hanya Olahraga, Tapi Pola Hidup Utuh
Menurut Annisa, olahraga saja tidak cukup. Jantung yang sehat lahir dari perpaduan berbagai kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.
Ia mengingatkan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan para ibu:
Menjaga pola makan sehat dan bergizi seimbang
Menjauhi rokok dan paparan asapnya
Rutin memeriksa tekanan darah, terutama setelah usia 45 tahun
Ia juga berbagi bahwa dirinya yang kini berusia 44 tahun mulai lebih disiplin menerapkan gaya hidup sehat.
Makan bergizi, rutin bergerak, dan cek darah minimal seminggu sekali menjadi rutinitas yang ia jaga demi kesehatan jangka panjang.
Jangan Lupa, Mental Juga Harus Sehat
Selain fisik, Annisa menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Ia mengingatkan bahwa stres berlebihan bisa menjadi pemicu banyak penyakit, termasuk gangguan jantung.
Untuk itu, ia mendorong para ibu untuk memberi waktu bagi diri sendiri:
Melakukan “healing” atau liburan singkat ke tempat yang menenangkan
Mengambil jeda dari rutinitas yang melelahkan
Mengelola pikiran agar tetap tenang dan tidak mudah terbebani
Menurutnya, banyak penyakit sebenarnya berawal dari pikiran yang tidak damai dan terus dipenuhi kekhawatiran.
Kepedulian untuk Lansia dan Kelompok Rentan
Dalam rangkaian acara tersebut, Annisa bersama Ketua Srikandi Demokrat NTB, Nurhidayah, menyerahkan bantuan sosial berupa lima unit kursi roda kepada sejumlah lansia perempuan di Kota Mataram.
Bantuan ini diharapkan menjadi sedikit penguat bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, sekaligus mengingatkan bahwa kelompok rentan juga butuh diperhatikan.
Bagi Annisa, yang terpenting bukan besar kecilnya bantuan, melainkan ketulusan kepedulian.
Ajak Ibu-Ibu NTB Terus Bergerak dan Berkolaborasi
Di penghujung acara, Annisa mengundang ibu-ibu di NTB untuk terus berkolaborasi, khususnya dalam isu-isu yang menyentuh perempuan dan anak.
Ia berharap semakin banyak gerakan bersama yang lahir dari kepedulian, mulai dari kesehatan jantung, kesehatan mental, hingga dukungan untuk kelompok rentan.
Pesannya sederhana namun kuat: mulai dari diri sendiri, bergerak hari ini, dan ajak orang lain ikut serta.
Dari satu komunitas kecil, gaya hidup sehat bisa menjalar menjadi budaya baru di tengah masyarakat.






