KuybeliKuybeli

Bukan Sekadar Kurus atau Berotot: Rahasia Sehat ala Ade Rai yang Jarang Dibahas

Bukan Sekadar Kurus atau Berotot: Rahasia Sehat ala Ade Rai yang Jarang Dibahas
Minat|Gaya Hidup Sehat

Sehat Itu Bukan Tujuan, Tapi Syarat Hidup Berkualitas

Di Semarang, dalam sebuah kegiatan bersama peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Ade Rai kembali mengingatkan bahwa gaya hidup sehat bukan sekadar tren, tapi kebutuhan dasar setiap orang.

Sebagai seorang atlet binaraga, ia menekankan bahwa menjadi sehat seharusnya tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Sehat adalah syarat agar seseorang bisa hidup produktif, bermanfaat, dan hadir untuk orang-orang di sekitarnya.

Semakin baik kondisi kesehatan seseorang, semakin besar pula peluangnya untuk memberi dampak positif bagi orang lain.

Sehat Sering Diremehkan, Sampai Sakit Datang

Ade Rai menyoroti pola pikir umum yang sering terjadi: selama tubuh masih terasa sehat, kita cenderung abai.

Menurutnya, kesehatan kerap dianggap hal biasa dan tidak menarik selama masih dimiliki. Karena tubuh manusia diciptakan sedemikian sempurna, kita sering tidak merasa punya sense of urgency untuk menjaganya.

Akibatnya, pola hidup bisa jadi buruk—makan sembarangan, kurang gerak, kurang istirahat—namun kita merasa baik-baik saja.

Justru ketika sakit datang, barulah kesehatan terasa sangat berharga. Saat itulah orang baru panik ingin kembali sehat, padahal proses menuju pulih biasanya sulit dan mahal secara biaya maupun tenaga.

Peran Jaminan Kesehatan: Negara Hadir, Tapi Kita Juga Harus Ikut Menjaga

Dalam kesempatan tersebut, Ade Rai juga menyinggung soal pentingnya jaminan kesehatan yang saat ini dimiliki masyarakat.

Menurutnya, keberadaan program seperti JKN menunjukkan bahwa negara hadir dengan konsep gotong royong, di mana banyak orang sehat membantu menanggung mereka yang sedang sakit.

Ia menegaskan, konsep asuransi sosial seperti ini hanya bisa berjalan dengan baik jika jumlah peserta yang sehat jauh lebih banyak daripada yang sakit.

Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga bentuk kontribusi agar sistem jaminan sosial tetap berkelanjutan.

Jika Semua Sakit, Program Bisa Kolaps

Ade Rai mengingatkan, masyarakat tetap perlu menjaga kesehatan sambil tetap berpartisipasi sebagai peserta program JKN.

Ia mengajak peserta membayangkan: bila terlalu banyak orang jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan besar secara bersamaan, program jaminan kesehatan berpotensi mengalami defisit.

Jika kondisi seperti itu dibiarkan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti program JKN menjadi sulit dipertahankan.

Dengan kata lain, gaya hidup sehat adalah salah satu cara nyata untuk ikut menjaga keberlangsungan program jaminan kesehatan nasional.

Kunci Gaya Hidup Sehat: Fokus pada Pencegahan

Lebih jauh, Ade Rai membagikan tips kepada peserta program JKN untuk terus menjaga kesehatan lewat kegiatan promotif dan preventif.

Ia menekankan pentingnya mengelola masalah yang berkaitan dengan glukosa atau “Glokosa Problem”, karena mayoritas klaim dalam program JKN justru dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat.

Beberapa poin penting yang ia tekankan antara lain:

  • Perhatikan pola makan: bukan hanya soal porsi, tetapi juga jenis makanan dan frekuensinya.

  • Jaga kadar glukosa: gula darah yang tidak terkontrol bisa memicu berbagai penyakit serius.

  • Utamakan pencegahan: lebih baik berinvestasi pada gaya hidup sehat daripada menghabiskan biaya untuk berobat.

Dengan memprioritaskan langkah preventif, beban pembiayaan kesehatan bisa berkurang, baik untuk individu maupun untuk sistem jaminan kesehatan secara keseluruhan.

Teknologi Mempermudah Akses Layanan Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menambahkan bahwa saat ini peserta JKN sudah memiliki banyak kemudahan dalam mengakses layanan.

BPJS Kesehatan menghadirkan berbagai fasilitas, di antaranya:

  • Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA) untuk mengurus kebutuhan administrasi tanpa harus datang langsung.

  • Aplikasi Mobile JKN yang memudahkan peserta mengakses informasi dan layanan kesehatan dari genggaman.

Harapannya, dengan kemudahan ini, khususnya peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan.

Menyatukan Langkah: Sehat Bareng, Bukan Sendirian

Sari menegaskan pentingnya menyatukan langkah dalam mendukung program JKN.

Dengan masyarakat yang sadar menjaga kesehatan, aktif memanfaatkan fasilitas yang ada, dan terus terdaftar dalam program, JKN diharapkan bisa berjalan secara berkelanjutan dan inklusif.

Tujuan akhirnya jelas: seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, bisa mengakses layanan kesehatan yang layak.

Pada akhirnya, pesan besarnya sederhana namun kuat: jaga sehatmu hari ini, supaya kamu tidak menyesal dan tidak membebani banyak pihak di kemudian hari.

Gaya hidup sehat bukan hanya urusan tubuh ideal, tapi soal masa depan—untuk diri sendiri, keluarga, dan bangsa.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!