Anggaran Miliaran untuk Wajah Baru Rumdin
Pemerintah Kota Malang mengajukan anggaran Rp2,4 miliar khusus untuk merenovasi rumah dinas kepala daerah.
Rencananya, dana tersebut dialokasikan menjadi:
Rp400 juta untuk rumah dinas Wali Kota Malang
Rp2 miliar untuk rumah dinas Wakil Wali Kota Malang
Anggaran ini masuk dalam rancangan APBD TA 2026 melalui Dinas PUPR-PKP Kota Malang.
Kenapa Rumdin Perlu Direnovasi?
Menurut Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, kondisi kedua rumah dinas sudah cukup lama tidak tersentuh perbaikan berarti.
Renovasi ini disebut bukan proyek besar yang mengubah total bangunan, melainkan lebih ke:
Penataan ulang ruang
Perbaikan beberapa bagian bangunan
Penggantian sejumlah komponen yang sudah menua
Struktur bangunan juga tidak akan ditingkatkan, tetap satu lantai seperti saat ini.
Fokus Perbaikan: Bukan Sekadar Tampilan
Di rumah dinas Wali Kota, Dandung menyoroti bagian usuk-usuk dan genteng yang sudah lama tidak dipelihara dengan baik.
Ia menegaskan bahwa porsi terbesar dari anggaran dipakai untuk perbaikan fisik bangunan,
bukan untuk pengadaan atau penggantian furnitur.
Sementara itu, rumah dinas Wakil Wali Kota di kawasan Jalan Dieng terakhir mengalami renovasi lebih dari sepuluh tahun lalu, sehingga kini dianggap sudah tidak lagi memadai.
Kapan dan Bagaimana Proses Renovasinya?
Renovasi dijadwalkan berlangsung pada musim kemarau tahun 2026, agar pekerjaan lapangan tidak terlalu terganggu cuaca.
Selama proses ini:
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, tidak perlu pindah dari rumah dinas karena pekerjaan diyakini masih memungkinkan dilakukan tanpa mengosongkan bangunan.
Wakil Wali Kota, Ali Muthohirin, kemungkinan besar akan menempati rumah pribadinya sementara waktu sampai renovasi tuntas.
Sorotan dari Wakil Wali Kota
Secara terpisah, Wakil Wali Kota Ali Muthohirin mengakui bahwa rumah dinas yang ia tempati memang sudah mendesak membutuhkan penataan ulang.
Bagian yang paling disorot adalah ruang tamu, yang dinilai tidak cukup representatif untuk menerima tamu.
Ia menilai desain saat ini membuat tamu kerap merasa kurang nyaman, terutama karena:
Ruang pertemuan berada sejalur dengan kamar utama
Tamu sering merasa sungkan saat harus melintasi area yang terlalu privat
Bukan Hanya Tempat Tinggal, Tapi Ruang Pelayanan
Ali Muthohirin berharap renovasi ini tidak sekadar mempercantik bangunan, tetapi juga memperkuat fungsi rumah dinas sebagai:
Tempat tinggal kepala daerah dan keluarga
Ruang kerja untuk urusan pemerintahan
Ruang pelayanan masyarakat dan penerimaan tamu secara lebih layak
Ia menekankan bahwa kebutuhan utama renovasi adalah untuk mengakomodasi tamu-tamu yang selama ini belum tertangani dengan baik karena keterbatasan tata ruang rumah dinas saat ini.
Dengan penataan yang lebih representatif, rumah dinas diharapkan benar-benar bisa berfungsi sebagai wajah kota sekaligus ruang publik yang nyaman bagi masyarakat yang datang bersilaturahmi atau berkonsultasi.






