KuybeliKuybeli

11.500 Pelari Serbu Borobudur Marathon 2025: Lari, Pariwisata, dan Rp74 Miliar yang Ikut Berputar

11.500 Pelari Serbu Borobudur Marathon 2025: Lari, Pariwisata, dan Rp74 Miliar yang Ikut Berputar
Minat|Lari Marathon

Borobudur Marathon 2025: Lintasan Lari yang Kian Mendunia

Borobudur Marathon 2025 resmi menggelinding di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Di tengah sejuknya pagi, 11.500 pelari dilepas langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir.

Ajang lari tahunan ini kembali menghadirkan tiga kategori utama:

  • Marathon

  • Half Marathon

  • 10K

Peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia hingga mancanegara, menjadikan kawasan Borobudur bukan hanya destinasi wisata budaya, tapi juga panggung lari berkelas dunia.

Sapaan Menpora di Garis Start

Sebelum flag-off, Erick Thohir turun langsung menyapa para pelari yang sudah berdesakan di garis start, memompa adrenalin mereka sebelum melibas rute.

Ia mengingatkan para peserta untuk tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan sepanjang berlari.

“Pagi runners! Saya berharap yang mulai startnya sehat, baliknya juga mesti sehat. Jangan dipaksakan,” ucap Erick memberi suntikan semangat.

Pesan yang sederhana, tapi relevan untuk semua pelari: finisher itu penting, tapi pulang sehat itu wajib.

Komitmen Pemerintah: Dari Event Lari Jadi Ekosistem Sport Tourism

Di hadapan para pelari dan tamu undangan, Erick menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga akan terus memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Borobudur Marathon.

Menurutnya, ajang ini tidak sekadar lomba lari, tapi sudah menjadi bagian penting dalam:

  • Memperkuat ekosistem sport tourism nasional

  • Mengangkat citra Indonesia sebagai tuan rumah event lari berstandar internasional

“Kami dari Pemerintah Pusat akan terus mendorong Borobudur Marathon menjadi tempat maraton yang makin elite dan mendunia. Nanti kami akan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi,” ujar Erick yang hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Naik Kelas: Dari Regional ke Elite Label

Tahun ini, Borobudur Marathon memasuki edisi kesembilan dengan lompatan signifikan. Event ini resmi naik kelas menjadi ajang berlabel Elite Label, sejajar dengan berbagai maraton prestisius dunia.

Beberapa capaian penting tahun ini:

  • Status naik menjadi Elite Label

  • Jumlah negara peserta melonjak dari 26 menjadi 38 negara

Peningkatan jumlah negara peserta menunjukkan kepercayaan internasional yang terus menguat terhadap Borobudur Marathon. Bagi Indonesia, ini adalah bukti bahwa event lokal bisa bertransformasi menjadi magnet global.

Erick menilai bahwa perkembangan ini adalah sinyal kuat bahwa Borobudur Marathon punya potensi besar untuk terus ditumbuhkan, baik dari sisi kualitas lomba maupun pengaruhnya terhadap masyarakat.

Lari Bukan Cuma Prestasi, Tapi Gaya Hidup Sehat

Menpora juga menekankan bahwa olahraga tidak hanya bicara soal atlet elite dan medali. Lebih dari itu, olahraga adalah gerakan gaya hidup yang menyentuh masyarakat luas.

“Ini luar biasa, apalagi pesertanya sampai 11.500 pelari. Ini yang harus kita bangkitkan di olahraga nasional. Tidak hanya untuk atlet elite, tetapi juga bagaimana olahraga bisa menyehatkan masyarakat. Olahraga punya fungsi preemtive untuk mencegah penyakit,” jelasnya.

Maknanya jelas:

  • Lari dan olahraga massal bisa menjadi benteng awal pencegahan penyakit

  • Event seperti Borobudur Marathon mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan peduli kesehatan

Bagi para pelari, ini bukan hanya soal catatan waktu, tapi juga tentang konsistensi dan gaya hidup.

Dampak Ekonomi: Rp74 Miliar yang Berputar di Sekitar Borobudur

Di balik kemeriahan race day, Borobudur Marathon juga menyimpan cerita penting dari sisi ekonomi.

Tahun ini, perputaran ekonomi lokal diperkirakan mencapai Rp74 miliar. Angka ini sebagian besar berasal dari belanja:

  • Penginapan

  • Kuliner

  • Transportasi

  • Produk UMKM lokal

Menpora menyebut angka tersebut sebagai bukti bahwa sport tourism adalah sektor strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa Kemenpora akan terus mendorong dan memfasilitasi agar event olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini yang ke depan akan terus Kemenpora dukung. Tidak hanya untuk atlet elite, tetapi juga untuk memasyarakatkan olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi dan daerah,” tambahnya.

Menuju Indonesia Marathon Series

Tak berhenti di Borobudur Marathon, Kemenpora membuka peluang bekerja sama dengan berbagai komunitas olahraga dan penyelenggara event lari.

Salah satu gagasan yang tengah dikaji adalah pengembangan Indonesia Marathon Series, di mana Borobudur Marathon berpotensi menjadi salah satu seri utama.

Menurut Erick, inisiatif ini bisa menjadi langkah strategis untuk:

  • Menjadikan Indonesia sebagai rumah event lari kelas dunia

  • Menciptakan kalender lomba lari yang terjadwal dan konsisten

“Saya terbuka jika pemerintah bisa mendukung event-event besar seperti ini. Kami akan terus belajar, mempelajari bagaimana event maraton bisa kita dorong dan menjadikan Indonesia punya event dunia,” tegasnya.

Suara Jawa Tengah: Lari, UMKM, dan Pariwisata Tumbuh Bersama

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi dukungan Menpora yang dinilainya memperkuat posisi Borobudur Marathon sebagai event internasional.

Baginya, ajang ini bukan sekadar lomba tahunan, tapi sudah menjadi investasi strategis bagi Jawa Tengah, terutama di sektor pariwisata.

Ia menyebut bahwa Borobudur Marathon telah memicu lahirnya berbagai event maraton lain di Jawa Tengah yang akan digelar secara terjadwal. Dampak positifnya antara lain:

  • Masyarakat semakin gemar berolahraga dan lebih sehat

  • UMKM lokal kian aktif dan bergairah

  • Nilai investasi di sektor pariwisata meningkat

“Event Borobudur Marathon akan menjadi pemicu event maraton lainnya. Masyarakat menjadi sehat, UMKM aktif, investasi tumbuh karena pariwisatanya. Jawa Tengah akan menjadi ikon maraton dunia,” ujar Gubernur Luthfi.

Indonesia di Peta Sport Tourism Global

Dengan partisipasi pelari yang terus meningkat, status ajang yang naik kelas, serta dukungan kuat dari pemerintah pusat dan daerah, Borobudur Marathon 2025 semakin mengukuhkan posisi Indonesia di peta sport tourism global.

Di satu sisi, para pelari mendapat pengalaman berlari di salah satu kawasan paling ikonik di dunia. Di sisi lain, daerah merasakan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata.

Bagi pecinta lari, Borobudur Marathon bukan lagi sekadar race, tapi pengalaman lengkap: sport, culture, dan tourism dalam satu garis finish.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!