Borobudur Marathon 2025: Ribuan Pelari Siap Panaskan Magelang
Sekitar 11.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara dipastikan ambil bagian dalam Borobudur Marathon 2025 yang digelar Minggu (16/11/25).
Komposisi peserta tahun ini cukup menarik:
Marathon (42K): sekitar 4.000 pelari
Half Marathon (21K): sekitar 4.300 pelari
10K: sekitar 3.400 pelari
Event lari jalan raya ini bukan sekadar ajang adu cepat, tapi juga panggung besar untuk menunjukkan wajah Magelang dan kawasan Borobudur di mata dunia.
Kunci Finisher: Manajemen Power, Bukan Sekadar Ngebut
Sekda Jawa Tengah, Sumarno, dalam konferensi pers di Grand Artos Hotel, Magelang, menekankan pentingnya manajemen power bagi para peserta.
Ia mengingatkan, banyak pelari muda yang cenderung terbawa euforia di awal lomba, lalu tumbang di tengah jalan.
Menurutnya, untuk bisa menuntaskan 42 kilometer, pelari harus benar-benar cermat mendistribusikan tenaga dari start hingga garis finis.
Intinya: bukan siapa yang paling kencang di awal, tapi siapa yang paling cerdas mengatur energi sampai akhir.
Lari 42K, Ekonomi Jalan Kencang
Borobudur Marathon bukan hanya pesta bagi pelari, tapi juga mesin penggerak ekonomi Jawa Tengah, khususnya kawasan Borobudur dan Magelang.
Dari tahun ke tahun, perputaran uang yang tercipta dari event ini terus meroket:
2017: sekitar Rp 1,5 miliar
2018: naik jadi Rp 26,5 miliar
2019: kembali meningkat ke Rp 30,5 miliar
2023: melonjak ke Rp 61,6 miliar
2024: tembus Rp 73,9 miliar
Dengan jumlah peserta dan partisipasi pelari asing yang semakin besar, tahun ini diharapkan dampak ekonominya bisa lebih dahsyat lagi.
PR Besar: Biar Pelari Betah Lebih Lama Menginap
Satu hal yang masih jadi pekerjaan rumah adalah durasi menginap para peserta.
Banyak pelari dari luar kota yang datang, ambil race pack, menginap satu malam, lari, lalu langsung pulang.
Ke depan, penyelenggara dan pemangku kepentingan ingin mendorong agar peserta:
Menginap lebih dari satu malam
Punya waktu untuk menjelajah kawasan Borobudur dan Magelang
Lebih banyak membelanjakan uang di daerah, terutama di sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata
Harapannya, pelari dan supporter bisa tinggal hingga tiga hari, sehingga manfaat ekonominya benar-benar terasa bagi masyarakat.
Sembilan Tahun Borobudur Marathon: Bukan Hanya Soal Catatan Waktu
Memasuki tahun ke-9 penyelenggaraan, Borobudur Marathon telah menjelma menjadi ruang besar bagi ribuan cerita.
Selama hampir satu dekade, event ini selalu memotret:
Semangat para pelari yang mengejar personal best
Perjuangan mereka yang baru pertama kali menuntaskan jarak jauh
Kebersamaan antara warga, relawan, dan peserta yang menyatu di sepanjang rute
Dengan tema tahun ini, “Stride to Glory”, ajakan yang ingin disampaikan adalah:
Rayakan setiap langkah, karena kejayaan lahir dari kerja sama, konsistensi, dan cinta pada Magelang dan Jawa Tengah.
Pasar Harmoni: Surga UMKM di Tengah Hiruk Pikuk Lari
Semangat Stride to Glory tak hanya hadir di lintasan lomba, tetapi juga terasa di aktivitas pendukung yang menggerakkan potensi lokal.
Melalui Pasar Harmoni, hasil kolaborasi Bank Jateng Pawone dan Jateng Berdikari, peserta dan pengunjung bisa merasakan langsung kekayaan Jawa Tengah.
Di area ini, pengunjung bisa menemukan:
Aneka kuliner khas daerah
Produk kriya yang mencerminkan kreativitas lokal
Produk fashion yang mengangkat identitas budaya Jawa Tengah
Semua itu dikemas sebagai satu pengalaman utuh bagi pelari dan penonton Borobudur Marathon 2025.
60 UMKM Terpilih, Satu Panggung untuk Potensi Daerah
Di Borobudur Marathon 2025, sektor UMKM mendapat panggung istimewa:
20 UMKM terkurasi dari Bank Jateng Pawone tampil dengan produk unggulan
40 UMKM lain hadir melalui program Jateng Berdikari, mewakili tujuh wilayah di Jawa Tengah
Mereka membawa:
Ragam produk yang mencerminkan kekayaan budaya
Inovasi dan kreativitas masyarakat lokal
Cerita tentang bagaimana event olahraga bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi
Setiap langkah menuju garis finish diharapkan juga menjadi langkah menuju kemajuan masyarakat, budaya, dan pariwisata Jawa Tengah.
Menuju Garis Finis: Lari, Rayakan, dan Berdayakan
Borobudur Marathon 2025 bukan cuma soal siapa tercepat menyentuh garis finis.
Ini adalah tentang:
Bagaimana pelari mengelola tenaga dan mental selama puluhan kilometer
Bagaimana kota tuan rumah memanfaatkan momentum untuk menggerakkan ekonomi
Bagaimana UMKM lokal naik kelas lewat satu ajang lari berskala besar
Bagi kamu yang ikut: atur strategi, nikmati pemandangan, dan rasakan atmosfer Magelang di setiap kilometer.
Bagi warga dan pelaku usaha lokal: inilah saatnya menjadikan setiap pelari sebagai tamu istimewa, bukan hanya di hari lomba, tapi sepanjang mereka tinggal di Borobudur dan sekitarnya.






