Sambutan Hangat untuk Pahlawan Olahraga Difabel

Boyolali – Bandara Internasional Adi Soemarmo jadi saksi kembalinya para pahlawan olahraga difabel Indonesia dari ajang ASEAN Para Games ke-13.
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta terjun langsung di garis depan, menyambut sekaligus melakukan pemeriksaan keimigrasian bagi seluruh anggota kontingen Indonesia yang pulang ke tanah air.
Proses kedatangan berlangsung melalui dua kloter penerbangan dan seluruh rangkaian pemeriksaan tercatat berjalan tertib, cepat, dan tanpa hambatan.
Dua Kloter, Ratusan Atlet dan Ofisial
Kloter pertama mendarat di Adi Soemarmo pada Selasa, 27 Januari 2026 pukul 18.47 WIB menggunakan pesawat charter Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 8690.
Pada kloter ini, petugas Imigrasi melakukan pemeriksaan keimigrasian kepada 297 orang, yang terdiri dari:
275 atlet dan ofisial
22 kru pesawat
Tidak berhenti di situ, arus kedatangan berlanjut pada kloter kedua yang mendarat pada Rabu, 28 Januari 2026 pukul 02.59 WIB dengan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 8670.
Di kloter kedua ini, total terdapat 280 penumpang, dengan rincian:
261 atlet dan ofisial
19 kru pesawat
Dua gelombang besar ini memastikan seluruh kontingen Indonesia yang melalui Adi Soemarmo mendapat pengawalan dan layanan keimigrasian yang profesional.
Layanan Imigrasi: Cepat, Tepat, Tetap Sesuai SOP
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri, menegaskan bahwa jajarannya memberikan layanan keimigrasian secara optimal dengan mengedepankan kecepatan dan ketepatan, namun tetap berpegang pada standar operasional prosedur (SOP).
Menurutnya, para atlet difabel ini adalah pahlawan olahraga yang membawa nama Indonesia di pentas ASEAN Para Games, sehingga wajib mendapatkan pelayanan terbaik saat kembali ke tanah air.
Bisri menekankan bahwa seluruh tahapan pemeriksaan keimigrasian dapat diselesaikan dengan baik, tanpa kendala berarti, mulai dari pemeriksaan dokumen hingga proses clearance kedatangan.
392 Alasan untuk Bangga
Tak hanya mengurus dokumen, Imigrasi Surakarta juga menyampaikan rasa bangga atas prestasi luar biasa Kontingen Indonesia.
Kontingen Tanah Air berhasil menutup ajang ASEAN Para Games ke-13 dengan torehan 392 medali, yang terdiri dari:
135 medali emas
143 medali perak
114 medali perunggu
Capaian ini menjadi bukti bahwa atlet-atlet difabel Indonesia memiliki daya saing tinggi di tingkat Asia Tenggara dan layak mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari sektor layanan publik seperti keimigrasian.
Deretan Pejabat Hadir di Garis Penyambutan
Suasana penyambutan di Bandara Adi Soemarmo semakin terasa istimewa dengan hadirnya berbagai pejabat dan pemangku kepentingan daerah.
Sejumlah tokoh yang turut hadir antara lain:
Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat
Wali Kota Surakarta
Bupati Boyolali
Bupati Karanganyar
Komandan Lanud Adi Soemarmo
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surakarta, Bisri
Kepala Kejaksaan Negeri Boyolali
General Manager Angkasa Pura Bandara Adi Soemarmo
Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan dan penghormatan langsung kepada para atlet yang telah berjuang mengharumkan nama bangsa.


ASEAN Para Games ke-13: Panggung Pembuktian Atlet Difabel
ASEAN Para Games ke-13 digelar di Thailand pada 20–26 Januari 2026 dan menjadi arena penting bagi atlet-atlet difabel Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tingkat Asia Tenggara.
Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga panggung pembuktian bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi lahirnya prestasi kelas dunia.
Dengan dukungan layanan keimigrasian yang profesional, penyambutan yang hangat, serta prestasi yang menggunung, kepulangan Kontingen Indonesia di Adi Soemarmo menjadi momen lengkap: haru, bangga, dan penuh inspirasi.






