Pegang Setir, Siap Jadi Raja Sirkuit di HP?
NetEase Games bareng Codemasters turun gunung ke ranah mobile lewat Racing Master, game balap untuk Android dan iOS yang dibikin khusus buat kalian yang doyan adu cepat sekaligus pamer skill.
Tanpa sekadar jadi game balap kasual, Racing Master datang dengan sistem rank multiplayer dan gaya balapan yang diklaim “autentik”. Ditambah update terbaru yang membawa tiga mobil baru, rasanya sayang kalau dilewatkan buat kalian yang hobi ngegas di dunia digital.
Penasaran seberapa serius game ini menguji refleks dan konsistensi kalian di lintasan? Yuk, kita bedah satu per satu.
Gak Ada Nitro, Cuma Ada Skill dan Drift

Di Racing Master, kalian jangan harap bisa menang cuma dengan spam tombol Nitro.
Game ini mengusung sistem balap sirkuit bergaya simulasi seperti seri GRID. Artinya, kunci kemenangan bukan di power-up, tapi di kemampuan menguasai tikungan dan ritme balapan.
Racing Master sama sekali tidak menyediakan Nitro/Boost. Yang diuji adalah teknik mengemudi kalian, terutama saat harus menaklukkan tikungan sempit dan kombinasi cornering yang tricky. Kalau biasanya kalian mengandalkan keajaiban Nitro, di sini kalian dipaksa belajar benar-benar balap.
Drift Jadi Senjata Utama
Racing Master mengandalkan drift sebagai jantung sistem handling.
Kalian dituntut untuk mengeksekusi drift dengan presisi, bukan asal layang di tikungan.
Setiap mobil punya karakter drift yang berbeda, jadi tidak ada satu gaya yang cocok untuk semua.
Beberapa contoh karakter mobil di game ini:
Lamborghini Huracan Super Trofeo: handling cenderung twitchy dan sensitif, enak buat kalian yang suka respon setir cepat.
Porsche Panamera & Ford Mustang: lebih berat dan condong ke understeer, cocok untuk yang suka kontrol lebih stabil tapi butuh adaptasi.
BMW M8 GTE: justru lebih nyaman dikendarai tanpa sering-sering drift, lebih ke racing line yang bersih.
Artinya, kalian gak cuma asal pilih mobil keren. Penyesuaian mobil dengan karakter sirkuit jadi faktor penting kalau mau konsisten naik podium.

Sirkuit: Dari Jalanan Kota Sampai Track Resmi
Soal lintasan, Racing Master menyajikan kombinasi yang cukup menggoda.
Mayoritas trek di game ini berupa jalan raya dan city circuit, lengkap dengan nuansa perkotaan yang padat.
Beberapa highlight trek:
Adaptasi trek jalanan dari seri GRID seperti San Francisco dan Chicago.
Hadir juga sirkuit resmi seperti Yas Marina dan Red Bull Ring buat kalian yang suka feel balap ala sirkuit beneran.
Perpaduan trek kota dan sirkuit resmi ini bikin pengalaman balap kerasa variatif: kadang intens di antara gedung, kadang teknikal dengan layout sirkuit balap sungguhan.

Pilihan Kontrol: Tinggal Pilih Gaya Nyetir Favorit
Salah satu nilai plus Racing Master adalah opsi kontrol yang fleksibel. Kalian bisa menyesuaikan gaya main dengan preferensi pribadi.
Tiga opsi kontrol utama:
Buttons: semua kontrol ada di tombol virtual di layar, dari gas, rem, sampai belok.
Tilt Control: memanfaatkan accelerometer, jadi kalian mengarahkan mobil dengan memiringkan smartphone seolah lagi pegang setir.
Virtual Steering: memakai mekanik “swipe” pada roda setir virtual untuk membelokkan mobil.
Buat pemain baru yang belum terlalu percaya diri, tersedia juga beberapa driving assist yang cukup membantu:
Auto-throttle: mobil melaju otomatis, kalian fokus ke rem dan arah.
Auto-drift: mempermudah eksekusi drift di tikungan tajam.
Selain itu, ada fitur lain yang bikin pengalaman balap lebih ramah pemula:
Collision Avoidance: sistem akan membantu menghindari tabrakan dengan dinding lewat pengereman dan setir otomatis ke tengah lintasan.
Driving Line: garis pandu yang menampilkan racing line dan timing pengereman ideal untuk membantu menghafal tikungan.
Fitur-fitur ini bikin Racing Master bisa dinikmati baik oleh pemain kasual maupun yang serius mau belajar teknik balap.

UI Simple, Tapi Chat-nya Suka Ribut
Racing Master datang dengan user interface yang bersih dan minimalis.
Di layar, elemen penting seperti speedometer, posisi, mini-map, dan progress balapan ditampilkan dengan gaya ala game balap simulasi modern: simpel tapi informatif.
Kesan layar penuh ikon dan menu yang bikin pusing relatif minim. Kalian bisa fokus ke lintasan tanpa distraksi berlebihan.
Namun ada satu catatan: fitur chat.
Chat announcement yang menampilkan info seperti hasil gacha atau hasil balapan teman bisa terasa mengganggu.
Deretan notifikasi di kolom chat berpotensi memenuhi layar dan mengalihkan perhatian dari hal yang lebih penting.
Dengan kata lain, UI untuk balap sudah cakep, tinggal sistem informasi sosialnya yang perlu sedikit ditekan volumenya.
Grafis: Mobile Rasa Konsol Next-Gen

Di genre game balap, grafis itu separuh pengalaman. Di sini, Racing Master benar-benar mengerjakan PR-nya dengan serius.
Game ini memakai Unreal Engine 4 untuk menyajikan kualitas visual yang sejajar dengan game balap konsol generasi baru.
Kerja sama dengan Codemasters — yang pengalamannya di seri GRID tidak perlu diragukan — terasa jelas di tiap detil lintasan dan mobil yang tampil di layar.

Detil Mobil dan Trek yang Serius Digarap
Beberapa hal yang bikin visual Racing Master terasa menonjol:
Trek jalanan kota tampil ciamik, terutama area yang diadaptasi dari seri GRID seperti Chicago dan San Francisco.
Detil mobil — baik interior maupun eksterior — digarap sedemikian rupa sehingga terasa sangat dekat dengan versi aslinya.
Dengan ukuran instalasi yang menyentuh sekitar 15GB, wajar kalau pengalaman visualnya terasa seperti main game balap di konsol next-gen, tapi kali ini semuanya ada di dalam genggaman.

Butuh HP Kencang, Tapi Masih Ramah Mid-Range
Visual yang cakep tentu ada harga yang harus dibayar.
Untuk menikmati Racing Master di pengaturan maksimal, kalian idealnya memakai smartphone dengan prosesor high-end seperti seri Snapdragon 8 atau chipset lain yang setara.
Namun buat pengguna perangkat mid-range, bukan berarti harus minggir.
Pengujian di perangkat Realme 13+ 5G (Dimensity 7300) menunjukkan bahwa game ini masih bisa berjalan dengan cukup nyaman berkat opsi grafis yang fleksibel:
Setting bawaan: Ultra-High, resolusi HD, motion blur di pengaturan high, frame rate 30 fps.
Hasil: tampilan memang keren, tapi sesekali masih terasa stuttering di beberapa momen.
Setelah diutak-atik, konfigurasi yang lebih seimbang adalah:
Grafis di High.
Resolusi Standard.
Motion blur off atau low.
Frame rate di 30 fps atau 60 fps.
Dengan pengaturan ini, Racing Master bisa berjalan lebih halus tanpa mengorbankan kualitas visual secara drastis. Intinya: game ini menuntut spek, tapi masih memberi ruang kompromi.

Musik, Jukebox, dan Sound Effect yang Bikin Merinding
Bukan cuma soal visual, Racing Master juga serius di sisi audio.
Jika kalian mulai bosan dengan soundtrack bawaan tiap trek, ada fitur Jukebox yang memungkinkan kalian mengganti BGM sesuai mood.
Beberapa opsi genre yang bisa dipilih:
Blues: cocok buat kalian yang ingin suasana tenang tapi tetap fokus.
Rock: pas buat yang suka nuansa band dan energi tinggi.
Intense Drums: berisi lagu-lagu bergenre drum n’bass dan drumstep, dengan nuansa underground dan tempo cepat untuk balapan yang intens.
Bagian sound effect juga tidak main-main. Detail suara yang dihadirkan meliputi:
Raungan mesin yang terasa berbeda antar mobil.
Decitan ban saat drift yang terdengar tajam dan pas dengan situasi di lintasan.
Audio di Racing Master bukan cuma pelengkap, tapi benar-benar mengangkat imersi balapan ke level yang lebih hidup.
Jadi, Worth It Buat Pecinta Game Balap?
Racing Master menawarkan paket yang cukup lengkap untuk ukuran game balap mobile:
Handling berbasis skill tanpa bantuan Nitro.
Drift yang teknikal dengan karakter mobil yang beragam.
Sirkuit kota dan track resmi yang bikin variasi layout balapan terasa kaya.
Grafis kelas atas dengan detil mobil dan trek yang niat.
Opsi kontrol dan driving assist yang ramah untuk pemula maupun pemain serius.
Audio dan soundtrack yang diracik untuk menemani gaya balap kalian.
Konsekuensinya, kalian butuh ruang penyimpanan besar dan perangkat yang cukup bertenaga kalau mau menikmati semuanya di level maksimal.
Buat kalian yang suka game olahraga, khususnya genre balap, Racing Master terasa seperti kompromi manis antara simulasi dan kenyamanan main di smartphone. Kalau kalian siap belajar drift dan gak manja sama tombol Nitro, game ini layak banget masuk daftar wajib coba.






