KuybeliKuybeli

Masih di Bawah Thailand, tapi Indonesia Bikin Sejarah di ASEAN Para Games 2025!

Masih di Bawah Thailand, tapi Indonesia Bikin Sejarah di ASEAN Para Games 2025!
Minat|Game Olahraga

Penutupan Seru ASEAN Para Games 2025 di Thailand

Gemerlap kembang api, musik, dan parade atlet menutup ajang ASEAN Para Games 2025 di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand.

Setelah sepekan penuh duel prestasi dan keteguhan mental, pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara ini resmi ditutup pada Senin malam, 26 Januari.

Yang bikin tambah menarik, tuan rumah berikutnya sudah dipastikan: ASEAN Para Games edisi ke-14 akan digelar di Malaysia pada 2027.

Performa Indonesia: Target Ditembus, Marwah Terjaga

Kontingen Indonesia turun di 18 cabang olahraga, mulai dari:

  • Para atletik

  • Para bulu tangkis

  • Para tenis meja

  • Boccia

  • Sepak bola cerebral palsy (CP)

  • Bola basket kursi roda

Total ada 290 atlet yang dikirim untuk bertarung di lintasan, lapangan, hingga arena indoor.

Hasilnya? Indonesia sukses mengoleksi:

  • 135 medali emas

  • 143 medali perak

  • 114 medali perunggu

Total: 392 medali dibawa pulang.

Yang lebih istimewa, capaian ini melampaui target yang dipasang Kementerian Pemuda dan Olahraga, yakni:

  • 82 emas

  • 77 perak

  • 77 perunggu

Selain itu, target masuk tiga besar klasemen umum juga tercapai dengan mantap.

Klasemen Akhir: Thailand di Puncak, Indonesia Masih Ganas di Runner-up

Di tabel perolehan medali keseluruhan, Indonesia mengunci posisi kedua, tepat di bawah tuan rumah Thailand.

  • Thailand: 175 emas, 155 perak, 156 perunggu

  • Indonesia: 135 emas, 143 perak, 114 perunggu

  • Malaysia: 64 emas, 64 perak, 73 perunggu

Meski belum berhasil merebut status juara umum, posisi runner-up dengan selisih medali yang tak sedikit tetap jadi bukti bahwa Indonesia adalah kekuatan besar di olahraga disabilitas Asia Tenggara.

Cabang Olahraga Paling Garang: Panahan & Judo Memimpin

Di balik angka ratusan medali, ada cabang-cabang yang tampil super menonjol.

Dua di antaranya adalah:

  • Para panahan: merebut 5 emas dari total 9 emas yang diperebutkan.

  • Para judo: tampil sempurna dengan memborong seluruh medali emas kasta tertinggi, total 7 emas.

Dua cabang ini jadi wajah dominan Indonesia di APG 2025 dan menunjukkan bagaimana pembinaan atlet disabilitas kita makin terarah dan kompetitif.

Momen Penutupan: Dari Parade Hingga Serah Terima Tuan Rumah

Penutupan ASEAN Para Games 2025 bukan sekadar formalitas. Rangkaian acaranya diramu untuk mengapresiasi perjuangan para atlet dan menegaskan semangat persatuan kawasan.

Sebelum prosesi resmi, penonton dan atlet disuguhi:

  • Pertunjukan musik

  • Tarian

  • Pesta kembang api

  • Parade (defile) kontingen

  • Pemutaran video dokumentasi perjuangan para atlet sepanjang kompetisi

Dalam sesi defile, kontingen Indonesia dipimpin oleh atlet anggar kursi roda Akhmad Saidah, yang sukses meraih medali emas di nomor men’s individual foil A.

Momen paling simbolik di akhir acara adalah penyerahan pataka atau bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) dari Thailand kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Muhammed Taufiq Bin Johari.

Gestur ini menandai secara resmi bahwa Malaysia menjadi tuan rumah ASEAN Para Games berikutnya pada 2027.

Filosofi Penyelenggaraan: “Create Pride Together”

Thailand membungkus penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025 dengan konsep yang menonjolkan kesetaraan dan kebanggaan kolektif.

Semua itu terangkum dalam motto: “Create Pride Together”.

Motto ini bukan sekadar slogan, tapi cerminan semangat bahwa:

  • Atlet, ofisial, dan masyarakat bergerak bersama membangun kebanggaan lewat olahraga.

  • Setiap medali bukan hanya milik individu atau negara, tapi bagian dari narasi besar kebersamaan ASEAN.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Atthakorn Sirilatthayakorn, menyampaikan pidato yang mewakili Raja Thailand, Vajiralongkorn (Rama X).

Dalam pesan tersebut, tuan rumah menegaskan komitmen mereka untuk melayani seluruh kontingen dan pemangku kepentingan sebaik mungkin, sekaligus berharap agar pesta olahraga dua tahunan ini:

  • Menguatkan persahabatan antarnegara

  • Menjunjung tinggi nilai sportivitas

Lokasi, Cabang, dan Skala Kompetisi

ASEAN Para Games 2025 dipusatkan di Provinsi Nakhon Ratchasima pada 20–26 Januari.

Namun, ada satu pengecualian: cabang tenpin boling digelar terpisah di Bangkok.

Beberapa fakta penting soal skala ajang ini:

  • Diselenggarakan di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF)

  • Sesuai kebijakan, tuan rumah SEA Games di periode yang sama juga otomatis menjadi tuan rumah ASEAN Para Games

  • Pada SEA Games 2025 Thailand, estafet penyelenggaraan juga sudah diserahkan ke Malaysia, selaras dengan APG

Total medali yang diperebutkan:

  • 496 medali emas

  • Diperebutkan oleh 10 negara peserta

  • Dari 19 cabang olahraga

Negara-negara peserta antara lain:

  • Thailand

  • Indonesia

  • Brunei Darussalam

  • Malaysia

  • Singapura

  • Timor Leste

  • Filipina

  • Vietnam

  • Laos

  • Myanmar

Total atlet yang ambil bagian mencapai 1.700 orang, menjadikan event ini salah satu panggung terbesar bagi atlet disabilitas di kawasan.

Menuju Malaysia 2027: Tantangan Baru, Harapan Baru

Dengan status runner-up, Indonesia pulang dari Thailand dengan kepala tegak dan PR besar yang menyenangkan.

Ada beberapa poin penting jelang ASEAN Para Games 2027 di Malaysia:

  • Fondasi prestasi sudah terbukti kuat, terutama di cabang panahan dan judo

  • Target ke depan bukan lagi sekadar tiga besar, tapi merebut takhta juara umum

  • Pembinaan atlet disabilitas berpotensi makin serius karena bukti medali sudah di tangan

Indonesia sudah menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mencetak sejarah. Tantangan berikutnya: bisakah Merah Putih berkibar paling tinggi di Malaysia 2027?

Satu hal pasti, performa di Thailand 2025 jadi modal kepercayaan diri besar—bagi atlet, pelatih, dan seluruh pendukung olahraga disabilitas di Tanah Air.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!