Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

1,16 Ton Ketamin Terungkap, Rico Waas Dukung Penindakan

1,16 Ton Ketamin Terungkap, Rico Waas Dukung Penindakan
Minat|Asia Tenggara

Penyitaan besar, ancaman yang nyata

Pengungkapan ketamin adalah tindakan aparat untuk menghentikan dugaan peredaran zat berbahaya sebelum muatannya mencapai masyarakat, sekaligus membuka jalan bagi penyidikan jaringan di balik pengangkutannya. Aparat gabungan menyita 1,16 ton ketamin hidroklorida dari kapal tanker MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan. Nilai sitaan diperkirakan Rp3,48 triliun, berdasarkan asumsi harga pasar gelap Rp3 juta per gram. Besarnya angka itu menegaskan bahwa perkara ini bukan sekadar penyitaan barang, melainkan upaya mencegah distribusi berskala besar. Wali Kota Medan Rico Waas menyebut muatan sebanyak itu sangat berbahaya jika sampai beredar di tengah masyarakat. Penilaiannya tepat: keberhasilan penindakan perlu diukur bukan hanya dari jumlah yang disita, tetapi juga dari kemampuan aparat menelusuri jaringan dan mencegah pasokan serupa masuk kembali.

Dukungan Rico Waas perlu diikuti kerja berkelanjutan

Rico Waas menyampaikan apresiasi dan dukungannya saat menghadiri konferensi pers Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang dirangkaikan dengan Deklarasi Polisi Bersama Masyarakat Sumut Tolak Narkoba di Terminal Bandar Deli, Belawan, Jumat, 23 Oktober 2026. Dukungan itu penting sebagai pernyataan bahwa pemberantasan narkotika bukan tugas kepolisian semata. Namun, deklarasi dan dukungan publik hanya akan berarti jika diterjemahkan menjadi pengawasan konsisten, koordinasi antarlembaga, serta pencegahan yang menjangkau masyarakat. Rico berharap perhatian Polri dan sinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta Bea Cukai dapat menekan peredaran narkoba, terutama di Kota Medan dan Medan Belawan. Pernyataannya memberi penekanan yang relevan: peredaran narkoba Medan perlu ditangani terus-menerus, bukan hanya menjadi sorotan setelah ada kasus besar.

“Kami berharap dengan perhatian penuh dari Kapolri, peredaran narkoba di Kota Medan, khususnya Medan Belawan, bisa kita reduksi secara bertahap.” Kalimat Rico mengakui bahwa hasil yang bertahan memerlukan kerja bertahap dan kolaborasi.

Jejak kapal dan perkara yang harus dituntaskan

Menurut Kapolri, pengungkapan bermula dari pemantauan intelijen terhadap pergerakan kapal mencurigakan di Selat Malaka dan Laut Andaman sejak Agustus 2026. Kapal itu diduga memakai modus ship to ship, yakni pemindahan muatan dari satu kapal ke kapal lain. Delapan awak kapal turut diamankan: tujuh warga negara Indonesia dan seorang warga negara Taiwan. Rangkaian ini menunjukkan pentingnya pengawasan lintas wilayah dan pertukaran informasi, sebab jalur laut dapat dimanfaatkan untuk menyamarkan perpindahan muatan. Aparat telah mengamankan kapal dan membawa barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tahap berikutnya harus menjawab siapa yang mengatur pengiriman, dari mana muatan berasal, dan ke mana tujuannya. Tanpa pengungkapan jaringan, penyitaan besar berisiko menjadi keberhasilan sesaat.

Pencegahan harus melampaui angka sitaan

Kapolri menyatakan jumlah ketamin yang disita diperkirakan berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap sekitar 5,8 juta orang. Angka tersebut merupakan estimasi dalam pemaparan kasus, bukan jumlah korban yang telah teridentifikasi. Meski perlu dibaca dengan batasan itu, perkiraan tersebut menggambarkan besarnya potensi bahaya bagi warga bila muatan lolos. Karena itu, penindakan perlu berjalan seiring pencegahan, pengawasan kawasan rawan, dan keterlibatan masyarakat. Deklarasi penolakan narkoba di Sumatera Utara menjadi ajakan untuk memperkuat koordinasi pencegahan dan penegakan hukum. Dukungan Rico Waas memberi dorongan politik yang berguna, tetapi keberhasilannya kelak terlihat dari berkurangnya akses dan peredaran, bukan dari seremoni atau nilai sitaan semata.

Pengungkapan 1,16 ton ketamin merupakan langkah penting, bukan akhir pekerjaan. Dukungan Rico Waas layak disambut karena menegaskan perlunya kerja bersama; kini aparat dan pemerintah daerah harus menindaklanjutinya dengan penyidikan jaringan serta upaya berkelanjutan agar narkotika tak masuk dan beredar di tengah masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!