Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pelatihan Servis AC dan Menjahit Sepatu Buka Jalur Kerja

Pelatihan Servis AC dan Menjahit Sepatu Buka Jalur Kerja
Minat|Pelatihan Komprehensif

Keterampilan teknis sebagai jalan menuju kerja

Pelatihan kejuruan adalah pembelajaran terarah yang membekali peserta dengan kemampuan praktis untuk menjalankan pekerjaan tertentu atau memulai usaha berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan pasar. Program seperti ini lebih bernilai ketika latihan teknisnya terhubung dengan kebutuhan tempat kerja dan peluang mencari nafkah. Di Sumenep dan Ngawi, pemerintah daerah menawarkan dua jalur dengan sasaran serupa: memperkuat keterampilan kerja agar peserta lebih siap memasuki dunia kerja. Disnaker Sumenep mengadakan pelatihan servis AC di Bengkel AC Sumber Rezeki, Desa Talang, Kecamatan Saronggi, pada 7–26 Oktober 2026 untuk 16 peserta sebagai bagian dari upaya mengurangi pengangguran. Di Ngawi, pelatihan menjahit bagian atas sepatu atau upper sepatu digelar di PT Sintec Industri Indonesia mulai 2 November 2026. Perbedaannya penting: servis AC membuka ruang kerja sekaligus kemungkinan usaha sendiri, sedangkan pemagangan menjahit lebih dekat dengan pengalaman kerja di lingkungan industri.

Servis AC memberi ruang bagi usaha mandiri

Pelatihan servis AC di Sumenep mengajarkan peserta merawat, membersihkan, memeriksa, dan memperbaiki perangkat sesuai prosedur serta standar keselamatan. Bekal tersebut dapat digunakan untuk melamar pekerjaan, tetapi daya tarik program ini juga terletak pada peluang membangun layanan mandiri. Kepala Disnaker Sumenep, Mustangin, menyebut pelatihan itu sebagai bekal memasuki dunia kerja, baik melalui hubungan kerja maupun dengan berwirausaha sendiri. Pilihan ganda ini relevan karena keterampilan perbaikan dapat diterapkan langsung untuk melayani kebutuhan pelanggan, meski keberhasilan usaha tentu bergantung pula pada kemampuan mengelola layanan dan mendapatkan pelanggan. Dengan 16 peserta, programnya berskala terbatas, tetapi tujuannya melampaui pelatihan individu: menciptakan lapangan kerja baru dan membantu menekan pengangguran. Nilai program ini akan paling terasa bila keterampilan praktik diikuti kesempatan menerapkannya setelah pelatihan selesai.

Pemagangan sepatu menghubungkan peserta dengan industri

Di Ngawi, kursus menjahit sepatu berfokus pada pembuatan upper dan diikuti 50 peserta: 10 laki-laki dan 40 perempuan. Program berlangsung selama 20 hari dengan total 160 jam pelajaran, dari 2 hingga 24 November 2026, lalu dilanjutkan uji kompetensi pada 25–26 November. Berbeda dari pelatihan servis AC yang secara jelas membuka opsi usaha mandiri, pemagangan ini menekankan kesiapan masuk ke sektor industri. Peserta tidak hanya berlatih menjahit, tetapi juga berkenalan dengan budaya kerja, dinamika organisasi, dan keterampilan interpersonal. Kehadiran seorang peserta penyandang disabilitas tuna rungu juga menunjukkan bahwa akses pada keterampilan kerja dapat dirancang lebih inklusif. Dukungan bahan praktik dan transportasi, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama satu bulan, membantu peserta mengikuti pelatihan. Setelah program, mereka dijadwalkan menerima sertifikat LPK dan sertifikat kompetensi BNSP sesuai ketentuan.

Dua jalur, ukuran keberhasilan yang berbeda

Kedua program menunjukkan bahwa pelatihan teknis dapat membuka pintu kerja, tetapi ukuran keberhasilannya seharusnya bukan sekadar jumlah peserta atau sertifikat. Untuk pelatihan Sumenep, ukuran yang berarti ialah apakah peserta mampu menerapkan keterampilan servis dengan aman dan memperoleh pekerjaan atau pelanggan. Untuk Ngawi, pertanyaan utamanya ialah apakah pengalaman pemagangan dan uji kompetensi membantu peserta masuk ke pekerjaan industri. Perbedaan desainnya justru menjadi kekuatan: servis AC menawarkan fleksibilitas antara bekerja dan berwirausaha, sementara menjahit upper sepatu memberikan paparan langsung pada standar dan budaya perusahaan. Pemerintah daerah perlu memastikan jembatan setelah pelatihan tidak putus—melalui informasi lowongan, hubungan dengan pemberi kerja, atau dukungan bagi peserta yang memilih usaha mandiri. Tanpa tindak lanjut, keterampilan berisiko berhenti sebagai pengalaman singkat, bukan sumber penghasilan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!