Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalur Utara 472 Km: Akselerasi Konektivitas dan Ekonomi

Jalur Utara 472 Km: Akselerasi Konektivitas dan Ekonomi
Minat|Asia Tenggara

Target besar, pekerjaan belum ringan

Jalan Lintas Utara Flores adalah koridor jalan sepanjang 472,48 kilometer yang menghubungkan Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dengan Maumere di Kabupaten Sikka, melintasi sejumlah wilayah di Pulau Flores. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh jalur tuntas paling lambat akhir 2028, termasuk pengaspalan ruas yang belum beraspal dan pelebaran jalan eksisting agar memenuhi standar jalan nasional. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, Menteri PU Dody Hanggodo meninjau jalur tersebut untuk melihat kondisi lapangan dan memastikan kesiapan percepatan penanganan. Pekerjaan ini menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto setelah kunjungan ke lokasi penanganan pascagempa di Kabupaten Nagekeo pada 26 Agustus 2026. Tenggat 2028 memberi arah yang jelas, tetapi keberhasilannya akan ditentukan oleh pelaksanaan yang konsisten di lapangan, bukan oleh target semata.

Jalur Utara 472 Km: Akselerasi Konektivitas dan Ekonomi

Pengaspalan saja tidak cukup

Dari total 472,48 kilometer, 385,07 kilometer telah beraspal dan 87,41 kilometer belum beraspal. Ruas yang belum beraspal meliputi 33,12 kilometer di kawasan hutan, 43,51 kilometer berupa jalan tanah, dan 10,78 kilometer jalan beragregat. Penanganan dibagi menjadi tiga segmen: Labuan Bajo–Pelabuhan Bari sepanjang 83,52 kilometer, Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 57,77 kilometer, serta Wae Gongger–Maumere sepanjang 331,19 kilometer. Dua segmen pertama masih memiliki ruas yang belum beraspal; segmen ketiga sudah beraspal, tetapi memerlukan pelebaran. Tantangannya bukan hanya menyambungkan titik yang terputus. Sebagian jalan beraspal saat ini lebarnya sekitar 4–6 meter dan belum memiliki bahu jalan yang diperkeras, sehingga kendaraan besar berpapasan dengan risiko keselamatan lebih tinggi. Rencana peningkatan mencakup perkerasan aspal selebar 7 meter dan bahu jalan yang diperkeras, dengan penyesuaian di lokasi sempit seperti ruas yang diapit tebing.

Manfaat ditentukan oleh kelancaran pelaksanaan

Jalur Labuan Bajo–Maumere berpeluang membuat perjalanan warga lebih lancar, sekaligus membantu distribusi hasil pertanian dan komoditas

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!