Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Harga Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda

Harga Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda
Minat|Memasak

Satu tren nasional, arah daerah berbeda

Harga pangan harian adalah catatan perubahan harga komoditas pokok di tingkat konsumen, yang membantu membandingkan arah pergerakan antarwilayah dan jenis barang. Pada 26 Oktober, data nasional menunjukkan kenaikan pada bawang, beras, cabai, telur ayam, dan minyak goreng. Namun, angka nasional bukan gambaran seragam: sehari sebelumnya, sejumlah cabai dan minyak goreng curah justru turun di NTB, sementara Jawa Timur mencatat perubahan berbeda dari satu hari ke hari berikutnya. Perbedaan itu membuat pembacaan harga perlu melihat komoditas sekaligus wilayah dan tanggal pencatatan. Kenaikan paling mencolok di tingkat nasional adalah cabai rawit merah, yang melonjak 47 persen menjadi Rp152.950 per kilogram. Bawang merah naik 42,8 persen menjadi Rp53.050 per kilogram, sedangkan bawang putih meningkat 25,06 persen menjadi Rp48.150 per kilogram. Lonjakan tersebut memberi gambaran tekanan yang tajam pada beberapa komoditas, bukan kenaikan seragam untuk semua pangan.

Data nasional itu berasal dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional Bank Indonesia. Untuk membaca harga cabai terbaru secara cermat, angka tersebut sebaiknya tidak dicampur begitu saja dengan data provinsi yang tanggal dan cakupannya berbeda. Justru perbandingan nasional dan daerah memperlihatkan mengapa satu angka tidak cukup untuk merangkum keadaan pangan.

Harga Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda

Jawa Timur: cabai turun, lalu sebagian berbalik naik

Di Jawa Timur, harga bahan pokok bergerak pada 24 Oktober, dengan cabai merah keriting turun Rp567 menjadi Rp50.782 per kilogram, cabai merah besar turun Rp956 menjadi Rp42.026, dan cabai rawit merah turun Rp271 menjadi Rp62.563. Pada hari yang sama, beras premium naik tipis Rp28 menjadi Rp15.109 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan premium naik Rp250 menjadi Rp22.280 per liter dan minyak goreng curah naik Rp175 menjadi Rp20.666 per kilogram. Jadi, penurunan cabai tidak berarti seluruh belanja pangan ikut melandai; beberapa jenis minyak goreng malah meningkat.

Pada 25 Oktober, arah sejumlah komoditas berbalik. Harga beras premium naik Rp1.118 atau 7,42 persen menjadi Rp16.200 per kilogram, sedangkan beras medium mencapai Rp13.150. Cabai merah keriting meningkat Rp2.214 menjadi Rp53.250 per kilogram dan cabai merah besar naik Rp2.399 menjadi Rp44.750, tetapi cabai rawit merah turun Rp975 menjadi Rp61.250. Harga minyak goreng juga terbelah: minyak kemasan sederhana naik 9,05 persen menjadi Rp20.500 per liter, sementara minyak curah turun Rp1.041 menjadi Rp19.450 per kilogram. Kontras dua tanggal ini menunjukkan harga beras premium dan cabai tidak bergerak sebagai satu kelompok.

Harga Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda

NTB: bawang merah naik, cabai dan minyak curah turun

Di NTB pada 25 Oktober, bawang merah dan ikan kembung naik dibandingkan pantauan 23 Oktober, sedangkan semua jenis cabai, daging ayam ras, dan minyak goreng curah turun. Bawang merah mencapai Rp27.012 per kilogram, naik Rp407 dari Rp26.605. Ikan kembung meningkat Rp2.390 menjadi Rp54.190 per kilogram. Sebaliknya, cabai rawit merah turun Rp1.030 menjadi Rp58.393 per kilogram; cabai merah keriting turun Rp3.886 menjadi Rp50.714, dan cabai merah besar berkurang Rp1.151 menjadi Rp41.262. Minyak goreng curah turun Rp395 menjadi Rp19.746 per liter.

Perbandingan ini menegaskan bahwa pola nasional tidak otomatis berlaku di setiap daerah. NTB mencatat penurunan cabai dan minyak curah saat data nasional menunjukkan kenaikan pada cabai dan minyak goreng, sementara Jawa Timur mengalami perubahan tajam pada beras premium dalam sehari. Data NTB juga mencatat beras premium Rp14.904 per kilogram, tetapi angka itu tidak sebanding langsung dengan harga Jawa Timur tanpa memperhatikan wilayah dan tanggal pembaruan. Perbedaan arah lebih bermakna daripada memaksakan satu kesimpulan untuk semua komoditas.

Harga Beras, Cabai, dan Minyak Goreng Bergerak Berbeda

Kesimpulan: baca harga menurut komoditas dan wilayah

Gambaran pekan itu bukan kenaikan pangan yang merata, melainkan peta pergerakan yang terpecah. Data nasional menonjolkan lonjakan bawang dan cabai rawit merah serta kenaikan beras dan minyak goreng; Jawa Timur memperlihatkan cabai yang sempat turun sebelum beberapa jenisnya naik, disertai lonjakan beras premium pada 25 Oktober; sementara di NTB bawang merah naik ketika cabai dan minyak goreng curah turun. Karena seri data berbeda tanggal dan wilayah, menyebut satu komoditas sedang naik atau turun tanpa konteks dapat menyesatkan. Kesimpulan paling masuk akal adalah memeriksa harga pangan harian berdasarkan lokasi, jenis barang, dan waktu pembaruan. Angka nasional memberi sinyal arah umum, tetapi perbandingan daerah menunjukkan bahwa arah itu tidak berlaku seragam.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!