Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Pengungkapan Curanmor, dari SPBU hingga Spesialis Motor Matik

Tiga Pengungkapan Curanmor, dari SPBU hingga Spesialis Motor Matik
Minat|Keamanan Pintar

Penindakan cepat di SPBU Panancangan

Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) adalah pengambilan sepeda motor tanpa izin pemilik, sering kali dengan alat pembobol kunci dan sasaran kendaraan yang diparkir. Tiga pengungkapan ini menunjukkan bahwa kecepatan penyelidikan, penelusuran lokasi, dan pemeriksaan barang bukti sama pentingnya untuk membongkar aksi berulang. Di Serang, Pebri Palentino, 26 tahun, dan Angga Praatyan, 24 tahun, ditangkap ketika beristirahat di musala SPBU 3442121 Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Keduanya dibekuk kurang dari 12 jam setelah korban melaporkan kehilangan motor dari teras rumahnya di Perumahan Senopati, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan. Penangkapan pelaku curanmor ini berawal dari olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan yang mengarah ke SPBU; polisi menemukan motor korban di sana. Hasil pemeriksaan sementara menyebut keduanya mengaku telah beraksi enam kali di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang.

Polisi menyita tiga sepeda motor, satu kunci T, dan enam mata kunci sebagai barang bukti curanmor. Pengembangan di rumah kontrakan di Pandeglang juga menemukan dua Honda Beat yang diduga hasil pencurian. Perbedaan jumlah kendaraan yang disebut dalam pengungkapan dan pengembangan membuat proses pencocokan kepemilikan serta asal motor menjadi bagian penting penyidikan. Pengakuan enam aksi pun masih perlu ditelusuri, bukan dianggap sebagai daftar kasus yang sudah seluruhnya tuntas.

Tiga Pengungkapan Curanmor, dari SPBU hingga Spesialis Motor Matik

Dua residivis ditangkap di Teluknaga

Di Babakan Asem, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Tim Jatanras Polres Metro Tangerang Kota menangkap AR alias Jack dan Udin pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Keduanya disebut residivis perkara serupa dan diduga telah beraksi sekitar tujuh kali di wilayah Tangerang hingga Jakarta Barat. Polisi mengaitkan mereka dengan pencurian di Teluknaga, Benda, dan Sepatan, serta menelusuri lokasi lain di Kabupaten Tangerang dan Kalideres. Dalam pengembangan, petugas juga menemukan korban yang sebelumnya belum membuat laporan resmi. Rangkaian ini memperlihatkan bahwa laporan korban bukan formalitas: laporan membantu penyidik menghubungkan kejadian yang tersebar dan menguji dugaan keterlibatan tersangka.

Saat ditangkap, keduanya membawa kunci berbentuk T. Polisi turut mengamankan Honda Vario dan Honda Beat yang menurut keterangan awal diduga hasil curian. Daftar barang bukti curanmor yang disita mencakup dua motor, satu kunci T, enam mata kunci T, dua telepon genggam, dua BPKB, dan dua STNK. Meski rekam jejak residivis dan dugaan tujuh aksi menambah konteks kasus curanmor ini, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam pencurian lain. Bagi pemilik kendaraan, imbauan praktisnya jelas: kunci kendaraan dengan baik, pilih tempat parkir aman, dan segera laporkan aktivitas mencurigakan atau kehilangan.

Tiga Pengungkapan Curanmor, dari SPBU hingga Spesialis Motor Matik

Jejak spesialis motor matik di Surabaya dan Gresik

Kasus ketiga membawa perhatian ke Surabaya dan Gresik. Polisi menangkap BHR, 56 tahun, warga Kedungdung, Sampang, yang disebut telah beraksi empat kali di dua wilayah tersebut. Penyelidikan bermula dari laporan pencurian motor di Jalan Sukomanunggal pada 26 September 2026. Petunjuk rekaman CCTV membantu polisi mengidentifikasi dua orang yang diduga terlibat. BHR ditangkap di wilayah Bubutan pada Rabu malam, 14 Oktober; seorang rekan berinisial A kemudian ditetapkan sebagai daftar pencarian orang setelah tidak ditemukan di rumahnya.

Dalam pengembangan, BHR mengakui pencurian Honda Scoopy di Jalan Demak serta aksi di tiga lokasi lain: pinggir Jalan Raya arah Driyorejo pada September, sebuah ruko di kawasan Driyorejo pada awal Oktober, dan Jalan Raya Jeruk pada September. Polisi menyebut motor matik curian menjadi sasaran yang berulang, termasuk Honda Beat, Vario, dan Scoopy. Barang bukti yang disita meliputi STNK Honda Beat dan Honda Scoopy, rekaman CCTV dalam sebuah flashdisk, satu kunci T, dua mata kunci, serta obeng plus. Penyidik masih mengembangkan perkara, sehingga dugaan empat aksi perlu dibaca sebagai hasil pemeriksaan yang masih ditindaklanjuti.

Ketiga penangkapan memperlihatkan nilai bukti yang berbeda: penangkapan cepat dan motor korban di SPBU, alat serta kendaraan yang ditemukan bersama dua residivis di Teluknaga, lalu rekaman CCTV dan keterangan tersangka di Surabaya. Penindakan adalah langkah penting, tetapi belum otomatis menutup seluruh perkara. Pengungkapan lanjutan, kecocokan dokumen kendaraan, dan laporan korban tetap menentukan seberapa jauh jaringan aksi dapat dibuktikan. Karena itu, kewaspadaan pemilik motor dan pelaporan cepat sama pentingnya dengan kerja penyidik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!