Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PKBM dan Pendidikan Fleksibel: Jalan Pulang bagi Anak Tidak Sekolah

PKBM dan Pendidikan Fleksibel: Jalan Pulang bagi Anak Tidak Sekolah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat: Definisi dan Pesan Utama

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah lembaga pendidikan alternatif berbasis komunitas yang menyelenggarakan program pendidikan fleksibel bagi anak tidak sekolah dan warga yang tidak terjangkau sistem sekolah formal, dengan menyediakan paket kesetaraan, pendampingan tutor, serta pola belajar tatap muka dan daring yang disesuaikan kondisi, usia, dan kebutuhan peserta didik agar mereka kembali punya akses pendidikan komunitas yang aman dan berkualitas. Intinya, PKBM bukan sekadar “kelas cadangan”, melainkan pintu pulang bagi mereka yang pernah tersisih dari sekolah. Di Banyumas, PKBM Surya Muhammadiyah Tambak dan Rawalo menunjukkan bahwa pendidikan alternatif bisa konkret: 15 anak tidak sekolah di Kecamatan Tambak mulai mengikuti program pendidikan fleksibel, sementara cabang Rawalo menggelar pertemuan perdana murid baru sebagai awal tahun ajaran kesetaraan 2026/2027. Langkah ini mengirim pesan jelas: hak belajar tidak berhenti hanya karena seseorang pernah putus sekolah.

Tambak: Fleksibilitas sebagai Kunci Mengembalikan Anak Tidak Sekolah

Keputusan PKBM Surya Muhammadiyah Tambak membuka pendidikan fleksibel untuk 15 anak tidak sekolah (ATS) di Kecamatan Tambak adalah kritik halus terhadap kaku-nya sistem sekolah reguler. Di sini, program pendidikan fleksibel bukan jargon; jadwal, metode, dan cara mengajar disusun dengan melihat usia, latar belakang, dan pengalaman tiap peserta didik. Satu peserta mengambil Paket A setara SD, delapan Paket B setara SMP, dan enam Paket C setara SMA, sehingga layanan betul-betul mengikuti jenjang yang mereka perlukan. Respons anak-anak pada hari pertama pembelajaran menunjukkan bahwa kehausan akan sekolah masih ada: mereka antusias dan interaktif, meski sebagian masih menanggung rasa malu karena usia dan jeda panjang dari dunia pendidikan. Justru di sinilah PKBM berfungsi sebagai ruang aman. Tutor diminta bukan hanya mengajar, tetapi memulihkan kepercayaan diri, mengikis rasa minder, dan menegaskan bahwa terlambat kembali bersekolah bukan alasan untuk menyerah.

Rawalo: Pertemuan Perdana dan Peran Pendampingan Penyuluh

Jika Tambak menonjol lewat fleksibilitas, Rawalo menegaskan pentingnya pendampingan untuk menjaga retensi belajar. PKBM Surya Muhammadiyah Cabang Rawalo menggelar Pertemuan Perdana Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks masjid setempat pada Sabtu (12/09). Sekitar 25 murid dari total 71 murid PKBM Surya Muhammadiyah Rawalo hadir untuk memulai perjalanan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Hadirnya penyuluh agama Islam Khanifudin sebagai tutor memperlihatkan bahwa keberhasilan pendidikan alternatif tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi pada sosok pendamping yang bisa memberi motivasi dan bimbingan moral. Pertemuan perdana dimanfaatkan untuk menjelaskan mekanisme belajar: tatap muka rutin setiap Sabtu mulai 19 September, dan pembelajaran daring yang diatur berdasarkan kesepakatan murid dan tutor. Pola ini adalah program pendidikan fleksibel dalam praktik, memadukan kedisiplinan waktu dengan keluwesan media belajar agar anak putus sekolah tidak kembali tersingkir oleh jadwal yang sulit mereka ikuti.

Pendidikan Alternatif Berbasis Komunitas: Dari Ruang Kelas ke Pemberdayaan

Label “pendidikan alternatif” sering dianggap kelas dua, padahal contoh di Tambak dan Rawalo menunjukkan sebaliknya. PKBM menjadi ruang pendidikan alternatif yang memberi kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing, sekaligus mendukung pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Banyumas. Melalui pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik, PKBM Surya Muhammadiyah Tambak berupaya memastikan ATS tetap memiliki akses pendidikan. Poin yang sering dilupakan adalah dimensi komunitas. PKBM berbasis pada kepercayaan lokal: belajar di masjid, didampingi tokoh masyarakat, guru yang memahami konteks sosial peserta didik. Di sini, akses pendidikan komunitas menjadi bagian dari pemberdayaan: anak tidak sekolah tidak hanya mengejar ijazah kesetaraan, tetapi kembali dilibatkan dalam kehidupan sosial, belajar berinteraksi, menyusun kembali cita-cita. "ATS yang ingin melanjutkan sekolah di PKBM masih bisa mendaftar, terlambat tidak apa-apa," tegas pengelola PKBM Surya Muhammadiyah Tambak, menolak logika seleksi yang menghukum mereka yang pernah tertinggal.

Kesimpulan: Saatnya Mengakui PKBM sebagai Arus Utama Pendidikan

Pengalaman di PKBM Surya Muhammadiyah Tambak dan Rawalo mengajarkan satu hal: jika tujuan kita adalah memastikan setiap anak belajar, pendidikan alternatif harus diakui sebagai arus utama, bukan sekadar pelengkap. Di Tambak, model pendidikan fleksibel menjawab ketidakcocokan antara hidup ATS dan ritme sekolah formal. Di Rawalo, pendampingan penyuluh dan tutor menguatkan semangat serta retensi, sehingga murid bukan hanya hadir, tetapi bertahan. PKBM membuka akses pendidikan komunitas yang lebih ramah, memulihkan hak belajar mereka yang sempat putus sekolah, dan mengubah lembaga berbasis masyarakat menjadi motor pemberdayaan. Tantangannya sekarang bukan pada komitmen PKBM, melainkan pada keberanian kita menggeser cara pandang: berhenti melihat anak tidak sekolah sebagai masalah individu, dan mulai melihat PKBM sebagai solusi sistemik yang layak diperluas, didukung, dan dijadikan bagian resmi dari ekosistem pendidikan nasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!