Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pertamina Tahan Harga BBM Meski Minyak Dunia Menembus USD100

Pertamina Tahan Harga BBM Meski Minyak Dunia Menembus USD100
Minat|Perawatan Mobil Bensin

Harga ditahan, tekanan belum reda

Harga BBM non-subsidi adalah tarif bahan bakar yang ditetapkan penyedia untuk produk di luar skema subsidi, dengan penyesuaian yang dipengaruhi harga energi internasional dan nilai tukar. Pada 1 November, Pertamina Patra Niaga mempertahankan harga BBM bersubsidi maupun non-subsidi pada tingkat yang sama seperti Oktober. Keputusan ini memberi jeda bagi konsumen, tetapi bukan tanda bahwa tekanan biaya telah hilang: minyak mentah dunia telah menembus USD100 per barel, sementara rupiah melemah. Menahan harga memang membantu menjaga ongkos perjalanan dan logistik dalam jangka pendek. Namun, keputusan tersebut juga menunda penyerapan tekanan eksternal, bukan menghapusnya. Setelah perkiraan sebelum pengumuman membuka peluang kenaikan, hasil akhirnya justru mempertahankan tarif. Ini pilihan yang berpihak pada stabilitas saat ini, dengan pertanyaan tentang siapa yang menanggung selisih biaya tetap menggantung.

Pertamina Tahan Harga BBM Meski Minyak Dunia Menembus USD100

Daftar tarif dan harga Pertamax November

Untuk pengguna, kabar utamanya sederhana: seluruh harga yang tercantum tetap. Harga BBM Pertamina berikut berlaku per liter mulai 1 November; harga Pertamax November tidak berubah dari periode sebelumnya.

Jenis BBMKategoriHarga per literPerubahan
BiosolarSubsidiRp6.800Tetap
PertaliteSubsidiRp10.000Tetap
PertamaxNon-subsidiRp15.950Tetap
Pertamax GreenNon-subsidiRp19.150Tetap
Pertamax TurboNon-subsidiRp19.600Tetap
DexliteNon-subsidiRp23.700Tetap
Pertamina DexNon-subsidiRp25.200Tetap

Tarif yang stabil memberi kepastian bagi rumah tangga dan pelaku usaha yang memakai BBM untuk mobilitas maupun pengiriman. Efeknya nyata, tetapi bersifat sementara jika harga minyak dan kurs terus menekan biaya pengadaan.

Mengapa pasar memperkirakan kenaikan

Sebelum keputusan diumumkan, kenaikan dipandang masuk akal karena dua faktor penentu bergerak tidak menguntungkan: harga minyak atau produk BBM di pasar internasional dan nilai tukar rupiah, terutama karena kebutuhan impor minyak dalam negeri. Perhitungan harga mengacu pada MOPS dan menggunakan periode 25 pada dua bulan sebelumnya hingga 24 pada satu bulan sebelumnya. Untuk penetapan November, rata-rata Brent pada periode acuan September–Oktober tercatat US$108,02 per barel, lebih tinggi daripada US$107,42 pada periode sebelumnya; rata-rata WTI juga naik menjadi US$96,63 per barel. Rupiah rata-rata pada periode tersebut berada di Rp17.976 per dolar AS, melemah dari Rp17.966. Karena itu, perkiraan kenaikan bukan spekulasi tanpa dasar. Namun, Pertamina memilih menahan tarif, melanjutkan keputusan tidak mengubah harga non-subsidi pada 1 Oktober meski minyak dunia melonjak.

Stabilitas hari ini, beban tetap ada

Tekanan minyak tak muncul dari angka pasar saja. Ketegangan geopolitik meningkat setelah kelompok Houthi mengklaim menyerang fasilitas minyak Arab Saudi, sementara ketidakpastian ekspor dan risiko keamanan di Selat Hormuz mengusik distribusi. Gangguan pipa di Libya turut menghentikan aliran minyak. Dalam keadaan seperti ini, menahan harga BBM non-subsidi melindungi pengguna dari kenaikan langsung dan membantu menjaga biaya transportasi serta logistik. Sebaliknya, jika harga dinaikkan, tambahan biaya dapat merambat ke barang dan jasa; jika ditahan, beban beralih ke operator atau anggaran kompensasi dan menambah tekanan fiskal. Artinya, keputusan 1 November memberi ruang bernapas bagi konsumen, tetapi bukan solusi permanen. Harga minyak dan rupiah tetap menjadi penentu untuk penyesuaian berikutnya. Kesimpulannya, Pertamina memilih menjaga keterjangkauan sekarang, sementara biaya dari tekanan eksternal belum lenyap—hanya tertunda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!