Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan TMMD Tanaki dan Tarakan Dikebut, Progres Berbeda Jauh

Jalan TMMD Tanaki dan Tarakan Dikebut, Progres Berbeda Jauh
Minat|Asia Tenggara

Dua lokasi, capaian yang tak sebanding

Pembangunan jalan melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah upaya memperbaiki akses transportasi pedesaan melalui kerja fisik yang melibatkan prajurit dan masyarakat setempat. Perbandingan Tanaki dan Tarakan menunjukkan bahwa capaian persentase harus dibaca bersama ukuran serta jenis pekerjaan, bukan sebagai perlombaan sederhana.

Hingga Kamis, 29 Oktober 2026, jalan rabat beton sepanjang 207 meter di Kampung Tanaki, Kecamatan Siau Barat Selatan, Kabupaten Kepulauan Sitaro, mencapai progres 29 persen. Pekerjaan mencakup pemasangan pondasi dan pengecoran badan jalan oleh Satgas TMMD ke-130 Kodim 1301/Sangihe bersama unsur gabungan dan warga. Pada waktu yang sama, pembukaan badan jalan dalam program TMMD Tarakan mencapai 75 persen. Selisih angka itu mencolok, tetapi proyek Tarakan berupa pembukaan jalur berukuran 2.500 meter kali 8 meter, bukan pekerjaan rabat beton dengan cakupan yang sama. Karena itu, progres jalan desa lebih adil dinilai menurut lingkup dan tahapan teknis tiap lokasi.

Tanaki: kemajuan dibangun bersama

Di Tanaki, angka 29 persen menandai tahap awal yang nyata, tetapi masih menyisakan banyak pekerjaan sebelum jalan dapat dimanfaatkan sepenuhnya. Sebanyak 46 personel gabungan dikerahkan: 30 dari TNI AD, masing-masing dua dari TNI AL, TNI AU, dan Polri, serta 10 warga. Mereka mengerjakan pondasi dan pengecoran secara bersama.

Nilai penting liputan Tanaki bukan hanya pada panjang jalan, melainkan pada cara pembangunannya. Warga hadir sebagai pelaku, bukan sekadar penerima hasil; gotong royong TNI dan masyarakat memperkuat rasa memiliki terhadap akses yang kelak digunakan bersama. Jalan yang lebih baik diharapkan memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari. Satgas bersama warga menyatakan pekerjaan akan diteruskan sesuai tahapan yang direncanakan. Namun, manfaat itu baru benar-benar terasa setelah seluruh pekerjaan selesai dan jalur dapat digunakan secara aman.

Jalan TMMD Tanaki dan Tarakan Dikebut, Progres Berbeda Jauh

Tarakan unggul dalam persentase, dengan pekerjaan lebih luas

Di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, pembukaan badan jalan berukuran 2.500 meter kali 8 meter mencapai 75 persen pada hari ke-16, berdasarkan laporan per 29 Oktober 2026. Pekerjaan pendukung berupa parit kanan dan kiri, dengan ukuran total 5.000 meter kali 1 meter, tercatat 40 persen. Alat berat membantu meratakan jalur dan membersihkan kawasan hutan, sementara personel Satgas dan warga ikut bekerja di medan yang menantang.

Capaian lebih tinggi membuat Tarakan tampak lebih dekat ke garis akhir, tetapi pekerjaan parit yang belum mencapai separuh mengingatkan bahwa persentase satu sasaran tak menggambarkan keseluruhan proyek. Program ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas, mendukung ekonomi lokal, dan memperlancar distribusi hasil bumi. Keterlibatan 70 warga bersama personel TNI, Polri, Brimob, dan pemerintah daerah juga menunjukkan bahwa percepatan tidak bertumpu pada alat berat saja. Jalan yang dibuka baru bernilai penuh bila akses tersebut tersambung dan bisa mendukung kebutuhan warga.

Gotong royong adalah ukuran manfaat

Perbedaan progres Tanaki dan Tarakan sebaiknya dibaca sebagai gambaran dua tahap pembangunan, bukan bukti bahwa satu daerah lebih berhasil. Tanaki sedang mengerjakan pondasi dan pengecoran jalan rabat beton, sementara Tarakan mencatat kemajuan besar pada pembukaan badan jalan sekaligus masih mengerjakan parit. Ukuran, metode, dan kebutuhan tiap lokasi berbeda.

Yang menyatukan keduanya ialah keterlibatan warga. Gotong royong membuat pembangunan lebih dekat dengan kebutuhan pengguna dan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga akses setelah pekerjaan selesai. Tanaki perlu menuntaskan tahapan jalan 207 meter sesuai rencana; Tarakan perlu merampungkan pembukaan jalur dan pekerjaan parit agar akses berfungsi lebih utuh. Kesimpulannya, persentase penting untuk memantau kemajuan, tetapi ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah jalan yang selesai, aman, dan memudahkan kehidupan warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!