KuybeliKuybeli

John Herdman Tantang Tekanan: Misi Panjang Bawa Indonesia ke Piala Dunia

John Herdman Tantang Tekanan: Misi Panjang Bawa Indonesia ke Piala Dunia
Minat|Game Olahraga

Tekanan Besar, Mental Lebih Besar

John Herdman resmi memulai petualangan barunya bersama timnas Indonesia. Dalam jumpa pers perdananya di Hotel Mulia, Jakarta, ia langsung mengirim satu pesan kuat: tekanan bukan untuk ditakuti, tapi untuk dinikmati.

Di hadapan media, Herdman menegaskan bahwa memimpin tim Garuda bukan sekadar pekerjaan, tapi juga tanggung jawab besar untuk sebuah negara yang sepak bolanya begitu digandrungi.

Ia menyebut tekanan sebagai sebuah “keistimewaan”. Memimpin organisasi sebesar timnas, membawa nama bangsa, dan mengelola ekspektasi jutaan pasang mata adalah bagian dari paket yang siap ia terima.

Tekanan: Kutukan atau Anugerah?

Herdman tak mau melihat tekanan dari sisi negatif saja. Baginya, semua tergantung cara memaknainya.

Menurutnya, energi besar dari fans Indonesia bisa menjadi bahan bakar penting bagi tim, selama dikelola dengan benar.

Ia menggambarkan tekanan sebagai sesuatu yang bisa berubah menjadi kutukan jika tak dihadapi dengan tepat, tapi juga bisa menjadi anugerah bila diolah menjadi motivasi dan dorongan untuk tampil lebih baik.

Pelatih asal Inggris itu ingin mengubah tekanan menjadi kesempatan emas. Targetnya, menjadikan atmosfer dan ekspektasi publik sebagai tenaga tambahan yang mengangkat performa pemain di setiap pertandingan.

Belajar dari Pengalaman Pahit dan Harapan Baru

Indonesia baru saja melewati momen berat. Pada Oktober tahun lalu, mimpi tampil di Piala Dunia 2026 kandas setelah dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi putaran keempat.

Hasil itu berujung pada berakhirnya kerja sama dengan Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda yang hanya menangani tim selama sekitar 10 bulan.

Meski demikian, peluang untuk mencatat sejarah baru akan kembali terbuka empat tahun lagi. Edisi Piala Dunia berikutnya akan digelar di beberapa negara, termasuk Maroko, Portugal, Spanyol, serta Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Di situlah Herdman ingin membawa Indonesia melangkah, namun ia menegaskan bahwa proses ini tidak akan instan.

Piala Dunia Bukan Mimpi Semalam

Herdman mengingatkan bahwa lolos ke Piala Dunia bukanlah perjalanan satu musim, apalagi satu laga. Ia mencontohkan pengalamannya saat membawa Kanada tampil di Piala Dunia 2022.

Butuh 36 tahun bagi Kanada untuk kembali ke panggung tertinggi, dan empat tahun kerja keras sejak ia mulai menangani tim pada 2018 sebelum akhirnya menembus putaran final.

Dengan contoh itu, ia ingin menyadarkan publik bahwa jalan Indonesia menuju Piala Dunia juga akan penuh proses dan tahapan.

Ia menilai Indonesia sudah mengambil langkah besar dalam periode terakhir. Tantangannya sekarang adalah naik ke level berikutnya dan menjaga konsistensi untuk terus berkembang.

Komitmen Herdman untuk Tim Garuda

Herdman menegaskan bahwa tekanan justru akan dijadikan kompas arah bagi perjuangan timnas Indonesia. Tekanan dari fans, tuntutan prestasi, dan keinginan untuk mencatat sejarah akan dijadikan pendorong untuk menyentuh momen besar yang diimpikan.

Menurutnya, semua kerja keras ini adalah alasan utama ia menerima tantangan melatih Indonesia. Setiap hari, motivasinya sederhana tapi kuat: bangun dari tempat tidur dengan tujuan membawa tim ini selangkah lebih dekat ke Piala Dunia.

  • Tekanan akan diolah jadi motivasi, bukan beban.

  • Target Piala Dunia adalah misi jangka panjang, bukan sekadar slogan.

  • Pengalaman bersama Kanada jadi blueprint untuk membangun Indonesia.

Herdman datang bukan membawa janji instan, melainkan komitmen jangka panjang. Bagi tim Garuda, inilah awal babak baru: ujian mental, proses panjang, dan mimpi besar yang perlahan mulai disusun kembali.

Kuybeli earns a commission when you shop through our links, at no extra cost to you. Editorial content is independently selected by our team.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!