Olahraga Lagi Ngehits, Pajaknya Juga Ikut Gerak
Provinsi DKI Jakarta kini resmi mempertegas jenis-jenis olahraga permainan yang dikenai Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) untuk Jasa Kesenian dan Hiburan.
Fasilitas olahraga komersial yang lagi tren seperti padel, yoga, pilates, hingga mini soccer, kini termasuk dalam daftar yang dikenai pajak.
Kebijakan ini dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta dan menyasar berbagai tempat olahraga berbayar yang biasa dipakai masyarakat untuk latihan maupun rekreasi.
Landasan Hukum: Bukan Aturan Dadakan
Pajak atas hiburan, termasuk pertandingan dan aktivitas olahraga, sebenarnya bukan hal baru.
Dasarnya sudah diatur dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Klasifikasi objek pajaknya kemudian diperbarui melalui UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Melalui aturan terbaru ini, jenis objek pajak disesuaikan dengan asas keadilan dan dijabarkan lebih rinci dalam kategori PBJT.
Aturan Teknis di Jakarta: Dari Perda sampai SK
Implementasi di Jakarta dipertegas lagi lewat regulasi daerah:
Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 menjadi payung hukum di tingkat provinsi.
Aturan ini dijabarkan lebih detail dalam Surat Keputusan Kepala Bapenda Nomor 257 Tahun 2025.
Lewat dua regulasi tersebut, DKI Jakarta secara resmi menetapkan bahwa berbagai olahraga permainan yang difasilitasi melalui persewaan ruang dan alat dengan sistem berbayar menjadi objek PBJT.
Artinya, jika kamu berolahraga di fasilitas komersial seperti tempat kebugaran, lapangan futsal, atau arena jetski, transaksi sewanya berpotensi terkena pajak ini.
Berapa Tarif Pajaknya?
PBJT untuk jasa hiburan olahraga permainan dikenakan dengan tarif:
10 persen, atau lebih rendah dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang saat ini sebesar 11 persen.
Tarif ini tidak termasuk dalam kategori hiburan mewah, yang pajaknya bisa mencapai 75 persen.
Dengan kata lain, pemerintah tetap menarik pajak, tetapi masih dalam batas yang dinilai lebih ringan dibandingkan hiburan mewah.
Padel Jadi Sorotan: Olahraga Hits yang Ikut Kena Pajak
Salah satu cabang olahraga yang banyak dibicarakan adalah padel.
Olahraga ini sedang naik daun di Jakarta. Fasilitas sewanya sering penuh meski tarif bermainnya relatif tinggi.
Pemerintah menegaskan bahwa padel dikenai pajak demi keadilan, karena berbagai olahraga permainan lain sudah lebih dulu masuk kategori objek pajak serupa.
Per Juli 2025, Bapenda DKI Jakarta mencatat ada tujuh lokasi lapangan padel yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan sejak 2024.
Daftar Lengkap Olahraga yang Kena PBJT
Berikut daftar fasilitas olahraga permainan di Jakarta yang termasuk objek PBJT untuk jasa hiburan:
Tempat kebugaran (fitness center, yoga, pilates, zumba)
Lapangan futsal
Lapangan sepak bola
Lapangan mini soccer
Lapangan tenis
Lapangan basket
Lapangan bulutangkis
Lapangan voli
Lapangan tenis meja
Lapangan squash
Lapangan panahan
Lapangan bisbol
Lapangan softbol
Lapangan tembak
Tempat biliar
Tempat panjat tebing
Sasana tinju
Lapangan atletik
Arena jetski
Lapangan padel
Jika kamu rutin latihan di tempat-tempat seperti ini, artinya kamu ikut berkontribusi pada penerimaan pajak daerah melalui biaya layanan yang kamu bayarkan.
Kenapa Olahraga Kena Pajak?
Pengenaan pajak atas jenis-jenis olahraga permainan ini membawa beberapa tujuan penting:
Mendorong kontribusi adil dari pelaku usaha dan konsumen hiburan olahraga terhadap pembangunan daerah.
Mengatur aktivitas komersial yang menggunakan fasilitas olahraga sebagai bentuk layanan hiburan.
Memperluas basis pajak tanpa menyentuh aktivitas non-komersial.
Poin pentingnya:
Pajak ini hanya dipungut dari layanan yang bersifat komersial.
Aktivitas komunitas atau acara sosial tanpa biaya tidak termasuk objek PBJT.
Intinya Buat Kamu yang Hobi Latihan
Kalau kamu sering latihan di studio pilates, yoga studio, gym, lapangan futsal, atau bahkan lapangan padel yang lagi hype, biaya yang kamu bayar bisa sudah termasuk pajak hiburan olahraga permainan.
Pada akhirnya, olahraga tetap sehat, dan sekarang juga ikut “sehatkan” kas daerah.
Selama kamu paham skemanya, kamu bisa tetap enjoy olahraga favoritmu sambil sadar bahwa ada kontribusi balik ke pembangunan kota.






