Gigi Bersih, Ibadah Makin Maksimal
ISLAM tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia, tetapi juga sangat menekankan kebersihan dan kesehatan tubuh, termasuk mulut dan gigi.
Menjaga kebersihan mulut bukan sekadar soal penampilan, tetapi bagian dari ibadah dan gaya hidup sehat yang harus dijaga setiap hari.
Kabar Baik: Poli Gigi Sudah Ada di Hampir Semua Puskesmas
Di Jakarta, khususnya bagi umat muslim yang ingin merawat kesehatan gigi dan mulut, akses layanan sebenarnya sudah cukup terbuka.
Hampir semua puskesmas tingkat kelurahan kini sudah memiliki poli gigi.
Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, puskesmas memegang peran penting untuk menyediakan layanan kesehatan dasar yang terjangkau dan berkualitas, termasuk layanan gigi.
Poli gigi di puskesmas menjadi andalan banyak warga, baik karena dekat dengan tempat tinggal, maupun karena proses pelayanannya yang relatif sederhana.
Biaya Perawatan Gigi: Lebih Murah dari Semangkuk Bakso
Salah satu keunggulan perawatan gigi di puskesmas adalah biayanya yang bersahabat.
Untuk pasien non-BPJS, biaya pemeriksaan umum di poli gigi hanya sekitar Rp10.000.
Jauh lebih murah dibandingkan semangkuk mi bakso.
Bisa dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat.
Tak hanya itu, peralatan di poli gigi puskesmas DKI Jakarta juga tergolong cukup modern.
Dalam beberapa kasus, peralatannya bahkan lebih lengkap dan canggih dibanding klinik gigi swasta kecil yang dikelola perseorangan atau komunitas.
Masalah Utama: Dokter Sedikit, Waktu Layanan Pendek
Meski sisi biaya dan fasilitas cukup menggembirakan, ada masalah besar yang belum teratasi: keterbatasan tenaga dan waktu layanan.
Di tingkat kelurahan, rata-rata poli gigi puskesmas:
Hanya memiliki satu dokter gigi.
Hanya dibantu satu orang asisten.
Jam layanan sekitar pukul 08.00–13.00 saja.
Dengan kondisi seperti ini, dokter gigi hanya mampu melayani sekitar 15 pasien per hari.
Padahal, jumlah penduduk di satu kelurahan di DKI Jakarta bisa mencapai 50 ribu jiwa.
Ketimpangan antara jumlah penduduk dan kapasitas layanan ini membuat banyak kebutuhan perawatan gigi tidak tertangani optimal.
Dampak ke Warga: Antrean, Rujukan, dan Biaya Membengkak
Keterbatasan dokter dan jam praktik membuat pelayanan gigi di puskesmas belum bisa menjangkau semua yang membutuhkan.
Akibatnya, pasien yang butuh penanganan di luar jam layanan terpaksa:
Dirujuk ke puskesmas tingkat kecamatan.
Pergi ke rumah sakit umum daerah.
Atau memilih klinik gigi swasta dengan biaya jauh lebih tinggi.
Bagi sebagian warga, ini berarti:
Harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Harus meluangkan waktu ekstra untuk perjalanan.
Kadang menunda perawatan hingga keluhan semakin parah.
Kenapa Klinik Gigi Swasta Lebih Mahal?
Salah satu faktor utama tingginya biaya di klinik gigi swasta adalah peralatan medis berteknologi tinggi.
Klinik swasta biasanya berusaha memberikan layanan premium dengan:
Dokter gigi yang berpengalaman.
Peralatan modern dan canggih.
Standar pelayanan yang dibuat senyaman mungkin.
Namun konsekuensinya, biaya perawatan melonjak.
Belum lagi, banyak peralatan kedokteran gigi masih harus diimpor karena belum diproduksi dalam negeri, sehingga harga investasinya tinggi dan ujungnya dibebankan ke pasien.
Saatnya DKI Serius: Perpanjang Jam dan Tambah Dokter Gigi
Melihat tingginya kebutuhan layanan kesehatan gigi yang murah namun berkualitas, sudah saatnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan langkah konkret.
Beberapa langkah strategis yang layak dipikirkan, antara lain:
Memperpanjang jam operasional poli gigi, misalnya hingga pukul 20.00.
Menambah jumlah dokter gigi dan asisten di puskesmas kelurahan.
Mengoptimalkan pemanfaatan peralatan modern yang sudah tersedia.
Dengan jam praktik yang lebih panjang dan tenaga kesehatan yang memadai, masyarakat akan:
Lebih mudah mendapat perawatan tanpa harus cuti kerja.
Tidak selalu bergantung pada klinik swasta yang lebih mahal.
Bisa menjaga kesehatan gigi secara rutin, bukan hanya ketika sakit.
Penutup: Gigi Sehat Harus Bisa Diakses Semua Orang
Kesehatan gigi bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar.
Di kota besar seperti Jakarta, akses terhadap poli gigi puskesmas yang terjangkau dan berkualitas bisa menjadi pembeda antara warga yang mampu merawat kesehatannya dan yang terus tertunda berobat karena keterbatasan biaya dan waktu.
Dengan penambahan dokter dan perpanjangan jam layanan, poli gigi puskesmas di DKI Jakarta berpeluang menjadi garda depan perawatan gigi yang adil, merata, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.






