Empat Hari Tenis Tanpa Henti di Unila



Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-60, Universitas Lampung menggelar turnamen tenis lapangan yang sukses menyedot perhatian sivitas akademika.
Selama empat hari penuh, dari 26 hingga 29 Agustus 2025, Lapangan Tenis Unila menjadi pusat adu ketangkasan raket, kecepatan kaki, dan tentu saja semangat sportivitas.
Mengangkat tema “Bersatu dalam Semangat Sportivitas dan Kebersamaan”, ajang ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga soal kebersamaan lintas fakultas dan generasi.
Peserta Membludak, Kategori Beragam
Turnamen ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai fakultas, menunjukkan bahwa tenis di kampus bukan sekadar olahraga sampingan.
Untuk memberi ruang kompetisi yang lebih menarik, panitia membagi pertandingan ke dalam tiga kategori utama:
Kategori mix (ganda campuran putra dan putri)
Kategori putri
Kategori ekshibisi
Total ada 36 pasangan yang turun ke lapangan:
20 pasangan di kategori mix
8 pasangan di kategori putri
8 pasangan di kategori ekshibisi
Komposisi ini membuat jadwal pertandingan padat, tetapi justru itulah yang menghadirkan atmosfer turnamen yang hidup dan kompetitif.
Aksi Para Juara di Lapangan
Di kategori putri, sorotan tertuju pada penampilan Rektor Unila, Prof. Lusmeilia Afriani, yang berduet dengan dosen Penjas FKIP, Alifia Ramadhina.
Keduanya tampil percaya diri, konsisten, dan berhasil mengatasi lawan-lawannya satu per satu hingga akhirnya menyabet gelar juara pertama.
Tak kalah menarik, di kategori mix, pasangan Muhammad Hafizh Saputra, mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP, yang berpasangan dengan dosen Penjas FKIP, Muhammad Fajrul Rifaldo, juga tampil gemilang.
Kombinasi energi muda dan pengalaman membuat keduanya mampu unggul atas pasangan lain dan mengamankan posisi terbaik di kategori ini.
Sementara itu, kategori ekshibisi menjadi panggung yang paling mencuri perhatian.
Kehadiran sejumlah tokoh penting membuat suasana pertandingan makin seru. Mantan Penjabat Gubernur Lampung yang berpasangan dengan Saiful mampu tampil solid dan akhirnya berhasil keluar sebagai juara pertama kategori ekshibisi.
Sportivitas, Kebersamaan, dan Makna di Balik Turnamen
Di balik skor dan trofi, ada nilai lain yang ingin ditekankan melalui turnamen ini: kebersamaan.
Rektor Unila menegaskan bahwa yang terjadi di lapangan bukan hanya sekadar soal hasil pertandingan.
Menurutnya, kegiatan seperti ini adalah momen untuk menguatkan interaksi dan kedekatan antarsivitas akademika dalam suasana yang sehat.
Ia menekankan bahwa turnamen ini adalah ruang untuk menumbuhkan solidaritas, mempererat relasi, dan merawat budaya sportivitas di lingkungan kampus.
Lebih dari Sekadar Peringatan Dies Natalis
Turnamen tenis lapangan ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam perayaan Dies Natalis ke-60 Unila.
Tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan teknis di lapangan, kegiatan ini juga dirancang untuk:
Mendorong gaya hidup aktif dan sehat di kalangan sivitas akademika
Menghadirkan wadah pertemuan lintas fakultas dalam suasana nonformal
Menguatkan rasa memiliki terhadap kampus melalui aktivitas positif
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan suasana kompetisi yang tetap hangat, turnamen ini meninggalkan kesan bahwa tenis bisa menjadi salah satu ikon olahraga yang menyatukan keluarga besar Unila.
Dari lapangan tenis, lahir bukan hanya para juara, tetapi juga cerita tentang kebersamaan, semangat, dan identitas kampus yang terus tumbuh.






