Apa Itu Inisiatif Tablet Pendidikan AI Infinix XPAD EDGE?
Inisiatif tablet pendidikan AI Infinix XPAD EDGE adalah program dukungan digitalisasi sekolah yang memanfaatkan perangkat tablet cerdas berfitur kecerdasan buatan untuk memperluas akses pembelajaran modern bagi pelajar di kawasan Timur yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur, materi, dan fasilitas teknologi. Program ini dirancang sebagai kolaborasi jangka panjang dengan institusi pendidikan berbasis riset, sehingga teknologi tidak berhenti pada seremonial donasi perangkat, tetapi terintegrasi ke dalam proses belajar, kegiatan riset siswa, dan pengembangan talenta muda. Dengan menggabungkan perangkat keras yang terjangkau, aplikasi pembelajaran, dan fitur AI yang membantu merangkum, menerjemahkan, serta mencari informasi, program tablet pendidikan AI ini bertujuan memperkecil kesenjangan literasi digital antarwilayah dan menyiapkan generasi muda Timur menghadapi tuntutan era ekonomi berbasis pengetahuan.
GenIUS-Expo: Panggung Riset Pelajar Timur dan Serah Terima XPAD EDGE
Program digitalisasi sekolah melalui Infinix XPAD EDGE mulai berjalan lewat kerja sama dengan Sekolah GenIUS, sekolah berbasis riset yang menghimpun pelajar dari Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Penyerahan tablet dilakukan pada GenIUS-Expo 2026 bertema “Nosce Te Ipsum Et Regete: Mengenal Diri, Nyatakan Karya”, ajang di mana lebih dari 400 siswa mempresentasikan hasil riset dan inovasi selama satu tahun belajar. Momentum ini menegaskan bahwa tablet pendidikan AI tidak dilepas tanpa konteks, melainkan menjadi alat kerja nyata di ruang eksperimen dan laboratorium mini yang dibangun siswa. Dalam satu panggung, karya ilmiah, kreativitas, dan teknologi pembelajaran Indonesia saling bertemu: XPAD EDGE hadir sebagai perpanjangan tangan riset, bukan sekadar gawai hiburan. Format expo yang berulang setiap tahun juga membuka peluang pemantauan dampak dan peningkatan kurikulum berbasis data.
Dukungan Wapres Gibran dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming pada pembukaan GenIUS-Expo 2026 memberi bobot politik dan simbolik pada dorongan digitalisasi sekolah di Timur. Ia meninjau langsung stan riset siswa dan melihat bagaimana tablet XPAD EDGE digunakan dalam proyek ilmiah maupun karya kreatif. Sejumlah perwakilan kementerian, lembaga pendidikan, dan institusi riset nasional juga hadir, menandai kolaborasi lintas sektor yang lebih terstruktur. Menurut laporan media yang meliput acara, lebih dari 400 siswa terlibat aktif dalam expo sebagai peneliti muda, pemimpin proyek, sekaligus pembicara atas temuan mereka sendiri. Dukungan tingkat tinggi ini penting untuk mengamankan kesinambungan program: dari sisi kebijakan, pendanaan pelatihan guru, hingga integrasi teknologi pembelajaran Indonesia ke dalam standar kurikulum daerah, sehingga tablet pendidikan AI tidak berhenti pada pilot project skala kecil.
XPAD EDGE: Fitur AI untuk Meringankan Tugas Belajar dan Riset
Sebagai pusat dari program digitalisasi sekolah ini, Infinix XPAD EDGE dirancang khusus untuk kebutuhan belajar dan riset. Tablet ini hadir dengan layar luas yang nyaman untuk membaca materi, mengerjakan tugas, maupun mempresentasikan hasil riset di kelas. Fitur AI terintegrasi membantu siswa mencari informasi lebih cepat, merangkum materi pelajaran menjadi poin-poin penting, menerjemahkan konten pembelajaran lintas bahasa, serta mendukung riset mandiri dan eksplorasi kreativitas. Menurut Sergio Ticoalu, Marketing Director Infinix Southeast Asia, “kami melihat AI sebagai kekuatan penting untuk mendorong cara belajar, berpikir, dan berkarya yang lebih efektif di masa depan”. Kombinasi performa yang sanggup menangani multitasking dengan fitur kecerdasan buatan membuat XPAD EDGE berperan sebagai asisten belajar pribadi, terutama bagi siswa yang akses bimbingan tatap mukanya terbatas.
Menjembatani Kesenjangan Digital dan Arah Strategis Infinix
Langkah Infinix mendistribusikan tablet XPAD EDGE ke sekolah-sekolah mitra di Timur menunjukkan strategi jelas: menjembatani digital divide melalui perangkat yang terjangkau dan relevan dengan kebutuhan kelas. Fokus ditempatkan pada penguatan teknologi pembelajaran Indonesia, bukan sekadar penjualan produk. Program ini memberi contoh bagaimana manufaktur perangkat bisa terlibat dalam ekosistem pendidikan: bekerja dengan sekolah riset seperti GenIUS, berkoordinasi dengan pemerintah, dan mengukur dampak pada peningkatan literasi digital, kemampuan riset, hingga kepercayaan diri siswa dalam mempresentasikan karya. Jika diperluas ke lebih banyak sekolah dan ditopang pelatihan guru, tablet pendidikan AI berpotensi mengubah cara pengajaran sains, bahasa, dan literasi data di Timur. Bagi Infinix, keberhasilan ini bukan hanya soal citra merek, tetapi pembuktian bahwa strategi edukasi bisa menjadi pilar pertumbuhan bisnis jangka panjang.





