Tablet Rp2-3 Jutaan: Saatnya Serius Jadi Pengganti Laptop Tipis
Tablet Rp2-3 jutaan dengan keyboard dan stylus adalah kategori perangkat layar sentuh ringkas yang menggabungkan fungsi hiburan dan kerja ringan, berfokus pada produktivitas belajar, mengetik, mencatat, serta meeting online bagi pelajar dan profesional muda dengan budget terbatas. Pergeseran pasar membuat tablet produktivitas terjangkau mulai menekan posisi laptop entry-level, karena menawarkan layar besar, performa cukup, serta aksesori resmi yang dirancang agar pengalaman penggunaan terasa mendekati laptop. Di tengah tren ini, Infinix mengisi celah penting: memberi pilihan tablet Rp2 jutaan dan opsi di kelas yang lebih tinggi untuk pengguna yang menuntut pengalaman kerja lebih nyaman. Infinix XPad 20 Pro dan XPad Edge pun muncul bukan sebagai pelengkap smartphone, melainkan sebagai “mesin kerja kedua” yang realistis untuk tugas harian.
Infinix XPad 20 Pro: Tablet Rp2 Jutaan Rasa Laptop untuk Tugas Harian
Infinix XPad 20 Pro adalah tablet Rp2 jutaan yang menawarkan fitur mendekati laptop untuk kebutuhan belajar dan kerja ringan. Di kelas harga ini, nilai utamanya jelas: layar 12 inci beresolusi 2K dengan refresh rate 90Hz, lengkap dengan teknologi low blue light dan flicker-free yang lebih ramah mata saat dipakai berjam-jam. Ini bukan sekadar panel besar untuk nonton film, tetapi kanvas leluasa untuk mengetik laporan, mengedit presentasi, hingga membuka dua aplikasi sekaligus lewat multitasking layar lebar. Dukungan aksesoris resmi berupa keyboard dan stylus menjadikannya tablet dengan stylus yang siap kerja sejak keluar dari kotak, tanpa perlu polesan pihak ketiga. Dengan posisi sebagai tablet produktivitas terjangkau, fokus XPad 20 Pro jelas: memberikan pengalaman “rasa laptop” untuk email, dokumen, dan pembelajaran online tanpa memaksa pengguna naik ke harga laptop menengah.

Performa dan Konektivitas XPad 20 Pro: Cukup Kencang untuk Belajar dan Gaming Ringan
Di balik layar 2K-nya, Infinix XPad 20 Pro mengandalkan chipset MediaTek Helio G100 Ultimate, dipadukan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan hingga 256 GB. Kombinasi ini membawa pesan jelas: tablet ini lebih condong ke produktivitas harian dan multitasking ringan daripada sekadar perangkat konsumsi konten. “Game seperti PUBG Mobile dapat berjalan stabil di kisaran 55–59 FPS, sementara Mobile Legends mampu menembus rata-rata 80 FPS pada pengaturan tertentu.” Artinya, pelajar atau pekerja muda yang sesekali ingin bermain setelah kerja tidak perlu menyiapkan perangkat terpisah. Tambahan yang menarik adalah dukungan 4G LTE, sehingga pengguna bisa memasukkan kartu SIM dan tetap terhubung ke internet tanpa bergantung pada WiFi. Untuk mereka yang sering belajar atau bekerja berpindah tempat, inilah jenis konektivitas yang terasa lebih praktis daripada sekadar tethering dari ponsel.
Infinix XPad Edge: Layar Lebih Lega dan Desain Ultra Slim untuk Produktivitas Mobile
Jika XPad 20 Pro adalah paket hemat rasa laptop, Infinix XPad Edge berdiri sebagai opsi yang lebih premium di kelas harga sekitar Rp3 jutaan. Tablet ultra slim ini mengusung layar besar 13,2 inci dengan resolusi 2.4K Eye Protection Display, yang menawarkan tampilan tajam dan ruang kerja lebih lapang untuk multitasking serius. Menulis laporan panjang, mengedit slide, sekaligus memantau chat kerja terasa lebih nyaman di bidang layar sebesar ini. Desain unibody metal dengan bobot sekitar 588 gram membuatnya tetap enak dibawa ke kampus, coworking space, atau perjalanan kerja. Perangkat ini dirancang untuk mendukung produktivitas tinggi dan mobilitas tanpa hambatan, dengan fitur multitasking seperti split screen, parallel windows, dan drag and drop agar beberapa aplikasi dapat berjalan berdampingan secara alami. Di sisi performa, Snapdragon 685 yang dipasangkan dengan RAM 8 GB menempatkannya di kelas aman untuk kerja dokumen, rapat online, dan hiburan.
Keyboard, Stylus, dan Segmentasi Pengguna: Mana Tablet yang Lebih Masuk Akal?
Kedua tablet ini sama-sama menjual konsep: tablet produktivitas terjangkau dengan ekosistem aksesori. XPad 20 Pro hadir sebagai paket lengkap karena sudah mendukung aksesoris keyboard dan stylus sejak awal, sehingga terasa seperti tablet dengan stylus yang siap dipakai pelajar, mahasiswa, hingga pekerja mobile untuk pembelajaran online dan kerja ringan. XPad Edge melanjutkan ide tersebut dengan pendekatan lebih matang: setiap pembelian sudah termasuk X Keyboard, sementara stylus X Pencil 20 dijual terpisah seharga Rp 299.000 dan menawarkan pengalaman menulis serta menggambar yang presisi dan natural. Perangkat ini juga ditujukan untuk bekerja, belajar, dan hiburan, tetapi dengan kenyamanan layar dan multitasking yang lebih luas bagi pengguna yang mobilitasnya tinggi dan ingin pengalaman mendekati PC tipis. Pada akhirnya, XPad 20 Pro lebih cocok sebagai pintu masuk dunia produktivitas berbasis tablet, sementara XPad Edge menyasar pengguna yang siap mengorbankan sedikit dana ekstra untuk layar lebih lega dan fitur multitasking yang lebih serius.








