Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Onshore Power Supply Tanjung Priok: Langkah Nyata Menuju Green Port

Onshore Power Supply Tanjung Priok: Langkah Nyata Menuju Green Port
Minat|Asia Tenggara

OPS Tanjung Priok: Definisi Singkat dan Mengapa Penting

Onshore Power Supply Tanjung Priok adalah layanan listrik darat berkapasitas 500 kVA yang memungkinkan kapal bersandar mematikan mesin bantu dan berganti menggunakan pasokan listrik dari pelabuhan, sehingga konsumsi bahan bakar, kebisingan, dan emisi gas buang di kawasan pelabuhan dapat ditekan secara signifikan. Pelindo meluncurkan layanan Onshore Power Supply (OPS) ini di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004 pada Rabu, 16 September, menjadikannya tonggak penting transformasi pelabuhan ramah lingkungan dengan green port teknologi yang konkret dan terukur. Peluncuran OPS bukan sekadar menambah fasilitas baru; ini adalah pernyataan sikap bahwa pelabuhan tidak bisa lagi dikelola dengan logika lama yang boros energi dan mengabaikan kualitas udara. Infrastruktur maritim yang modern harus menjawab tuntutan emisi kapal berkurang dan kapal hemat bahan bakar, bukan hanya mengejar arus barang yang semakin besar.

Kapal Hemat Bahan Bakar, Emisi Kapal Berkurang Drastis

Inti keunggulan OPS adalah kemampuan kapal mematikan auxiliary engine ketika sandar dan mengalihkan seluruh beban listrik—hotel load, reefer, pompa, dan sistem lain—ke jaringan listrik darat. Dampaknya langsung terasa: konsumsi BBM turun, running hours mesin bantu berkurang, dan kebutuhan pemeliharaan serta overhaul bisa dijadwalkan lebih jarang. Menurut pengujian dua kapal uji, penggunaan Onshore Power Supply Tanjung Priok mampu menghemat biaya energi sekitar 40–64 persen dibanding genset kapal. Dan yang lebih penting, emisi gas buang kapal diperkirakan dapat ditekan hingga 75 persen, sementara emisi lokal seperti NOx, SOx, dan partikulat dari cerobong praktis hilang selama kapal menggunakan listrik darat. Ini bukan peningkatan kecil; ini lompatan besar yang mengubah pelabuhan dari sumber polusi menjadi simpul transisi energi bersih.

Green Port Teknologi: Dari Simbol ke Ekosistem Nyata

Pelindo secara jelas memosisikan OPS sebagai jantung transformasi Tanjung Priok menjadi pelabuhan ramah lingkungan berbasis green port teknologi. Direktur Utama Achmad Muchtasyar menegaskan bahwa OPS bukan sekadar mengganti genset dengan listrik darat, melainkan langkah konkret membangun pelabuhan yang lebih hijau, efisien, dan siap memenuhi standar maritim global. Yang menarik, inisiatif ini terhubung dengan ekosistem energi yang lebih luas. OPS didukung pasokan PLN yang andal sebagai bagian transisi energi di kawasan pelabuhan, dengan tujuan ganda: mendorong produktivitas lewat penghematan pelaku usaha maritim dan menekan emisi yang dihasilkan. Artinya, OPS memaksa seluruh rantai aktivitas pelabuhan—operator, pemilik kapal, hingga penyedia listrik—beradaptasi dengan paradigma baru: efisiensi energi bukan tambahan, tetapi fondasi operasional.

Dampak Kualitas Udara dan Komitmen Emisi Rendah

Selama ini, banyak kota pelabuhan menanggung beban polusi yang tidak tampak dalam statistik resmi: nitrogen oksida, sulfur oksida, dan partikulat yang keluar dari cerobong kapal ketika sandar berjam-jam di dermaga. Dengan OPS, emisi lokal tersebut dapat dihilangkan ketika kapal sepenuhnya memakai listrik darat. Kualitas udara di sekitar pelabuhan meningkat, kebisingan dan getaran dari mesin kapal menurun, dan lingkungan kerja bagi pekerja pelabuhan menjadi lebih sehat. Pelabuhan ramah lingkungan bukan jargon jika OPS digunakan secara konsisten. Pengoperasian listrik darat ini secara langsung mendukung komitmen emisi kapal berkurang dan target emisi rendah yang kian mendesak di sektor transportasi laut. Tanjung Priok mulai menunjukkan bahwa pengurangan emisi dapat berjalan beriringan dengan penguatan daya saing pelabuhan, bukan saling bertentangan.

Roadmap OPS: Tanjung Priok Sebagai Laboratorium Masa Depan

Peluncuran layanan Onshore Power Supply 500 kVA di Dermaga 004 jelas baru tahap awal. Pelindo menempatkan Tanjung Priok sebagai laboratorium green port teknologi: setelah fase pilot dan komersialisasi di titik ini, OPS akan dikembangkan bertahap ke terminal lain dengan kapasitas yang disesuaikan kebutuhan kapal. Roadmap yang dipaparkan ambisius sekaligus logis: hingga 24 unit OPS di Tanjung Priok pada 2027, lalu replikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, dan pelabuhan lain dengan target indikatif 123 unit secara nasional pada 2050. Menugaskan PT Energi Pelabuhan Indonesia untuk mengelola layanan ini memperkuat kesan bahwa OPS bukan proyek percobaan, tetapi pilar baru model bisnis pelabuhan. Kesimpulannya, siapa pun pelaku maritim yang mengabaikan tren ini berisiko tertinggal: masa depan pelabuhan adalah listrik darat, efisiensi energi, dan keberlanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!