Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jalan Gombel Lama Semarang Dibuka Kembali, Lalu Lintas Kian Mulus

Jalan Gombel Lama Semarang Dibuka Kembali, Lalu Lintas Kian Mulus
Minat|Asia Tenggara

Jalan Gombel Lama: Dari Turunan Rusak Menjadi Koridor Penting Kota

Jalan Gombel Lama Semarang adalah ruas turunan di Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, yang berfungsi sebagai koridor penting penghubung kawasan Srondol, Jatingaleh dan pusat kota, dan setelah penutupan sekitar 4,5 bulan untuk perbaikan menyeluruh, kini dibuka kembali dengan permukaan yang lebih mulus dan landai, sehingga langsung mengubah pola perjalanan harian dan kelancaran lalu lintas warga di sekitarnya. Pembukaan ini bukan sekadar mengembalikan akses transportasi Semarang, tetapi menandai babak baru dalam kenyamanan berkendara di sisi selatan kota. Pagi pembukaan, arus kendaraan dari arah Srondol tampak menuruni turunan secara satu arah dengan tertib, dipandu petugas yang menerapkan skema lalu lintas baru. Pada titik ini, terasa jelas bahwa keputusan menutup dan memperbaiki jalan bukan gangguan sementara, melainkan investasi mobilitas jangka panjang.

Kelancaran Lalu Lintas: Manfaat Nyata Setelah 4,5 Bulan Menunggu

Dampak paling terlihat dari dibukanya kembali Jalan Gombel Lama adalah kelancaran lalu lintas yang langsung dirasakan pengguna jalan. Sekitar pukul 07.00 WIB di hari kerja, arus kendaraan tercatat lancar dan tertata, tanpa kepadatan ekstrem yang biasanya muncul ketika satu jalur utama ditutup. Ketika Jalan Gombel Lama dan Gombel Baru sama-sama difungsikan, beban lalu lintas tersebar lebih merata, sehingga potensi kemacetan menurun signifikan di koridor selatan kota. Skema satu arah menuju tanjakan Gombel Baru dari arah Jatingaleh, dengan akses balik melalui turunan Gombel Lama, menciptakan alur yang lebih logis bagi pengendara. Bagi warga, perbaikan infrastruktur jalan di titik serawan seperti turunan ini bukan sekadar proyek teknis; ini adalah penentu apakah perjalanan pagi mereka diwarnai stres atau bisa dilalui dengan tenang.

Perbaikan Infrastruktur Jalan: Dari Longsoran ke Jalan Mulus dan Landai

Sebelum perbaikan, turunan Jalan Gombel Lama dikenal bergelombang dan mengalami amblesan di dua titik, situasi yang bukan hanya mengganggu kenyamanan tetapi juga memunculkan kekhawatiran soal keselamatan. Proyek perbaikan infrastruktur jalan ini menargetkan akar persoalan: longsoran dan stabilitas lereng. Pekerjaan bor pile sedalam 28 meter, perbaikan drainase permukaan, dan drainase soft train dilakukan untuk menahan pergerakan tanah sekaligus mengendalikan aliran air. Di permukaan, lapisan aspal baru dan marka putih yang jelas menghadirkan wajah jalan yang berbeda total—mulus, landai, dan jauh dari patahan badan jalan yang dulu menghantui pengendara. "Rincian perbaikannya khususnya kita perbaikan longsoran, waktu itu ada amblesan dua titik," ujar Pejabat Pembuat Komitmen 3.3 Provinsi Jateng. Sentuhan tambahan seperti median baru di sekitar Sendang Pengantin dan pemangkasan pepohonan membuat jalur ini lebih terang dan terasa lebih aman pada malam hari.

Akses Transportasi Semarang dan Mobilitas Warga yang Berubah

Ketika Jalan Gombel Lama ditutup sejak 20 April untuk perbaikan, warga di Banyumanik dan Tinjomoyo terpaksa mencari jalur alternatif yang sering kali lebih panjang dan tidak nyaman. Dengan dibukanya kembali turunan ini pada Minggu malam, 6 September, akses transportasi Semarang di jalur selatan memperoleh kembali salah satu tulang punggungnya. Sekarang, kombinasi Gombel Lama dan Gombel Baru memberi pilihan rute yang lebih fleksibel sesuai arah perjalanan, sehingga mobilitas harian—dari pekerja hingga pelajar—menjadi lebih efisien. Kasatlantas menyebut situasi lalu lintas sudah kembali normal sejak malam pembukaan, mengisyaratkan bahwa pengguna jalan cepat beradaptasi dengan pola baru. Di tepi jalan, trotoar yang sudah selesai, patok pengarah dan pengecatan tambahan menunjukkan bahwa perhatian tidak hanya tertuju pada badan jalan, tetapi juga pada keselamatan pejalan kaki dan kejelasan arah bagi pengendara.

Keberlanjutan dan Harapan Jangka Panjang bagi Koridor Gombel

Pembukaan kembali Jalan Gombel Lama tidak berdiri sendiri; ia bagian dari paket long segment senilai Rp 181 miliar yang ditarget selesai tahun depan. Ini menunjukkan bahwa koridor Gombel akan terus berada dalam agenda peningkatan kualitas jalan, bukan hanya satu kali perbaikan. Dengan anggaran khusus perbaikan ruas ini sekitar Rp 16,7 miliar, ekspektasi warga tentu tinggi terhadap kekuatan dan umur pakai hasil pekerjaan. Pejabat teknis menyebut perencanaan jalan dirancang untuk 10 tahun dengan struktur yang diproyeksikan minimal 50 tahun, sebuah komitmen teknis yang bila benar-benar dijaga akan mengurangi siklus tambal sulam yang melelahkan bagi pengguna. Perbaikan minor yang tersisa—seperti sentuhan trotoar, patok pengarah dan pengecatan—menandakan fase akhir yang lebih kosmetik ketimbang struktural. Jika konsistensi perawatan terjaga, Jalan Gombel Lama bisa menjadi contoh bagaimana perbaikan menyeluruh mengubah jalur rawan longsor menjadi akses andal bagi kelancaran lalu lintas kota.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!