Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tommy Hilfiger dan Tory Burch Menggoyang New York Fashion Week

Tommy Hilfiger dan Tory Burch Menggoyang New York Fashion Week
Minat|Rilis Tren

Musim Semi Baru: Warisan Gaya Bertemu Fantasi Kota

Koleksi musim semi 2027 dari Tommy Hilfiger dan Tory Burch di New York Fashion Week adalah rangkaian presentasi luxury fashion trends yang memadukan warisan gaya prep dan feminitas klasik dengan eksperimen warna, tekstur, dan siluet, sekaligus menjawab kebutuhan ekspresi diri audiens kontemporer yang hidup di tengah realitas kota modern yang serba tidak pasti.

Intinya: dua label ini menunjukkan bahwa heritage fashion hanya akan hidup jika berani diguncang—baik lewat energi skate ala ’90-an maupun lewat gaun konservatif yang jadi medium eskapisme. Tommy Hilfiger datang dengan Tommy Hilfiger spring collection bertajuk “Plaza Prep”, memindahkan prep school ke jantung The Plaza Hotel saat New York Fashion Week. Sementara Tory Burch memilih jalur introspektif lewat Tory Burch runway show pada Kamis, 10 September 2026, yang menawarkan pelarian emosional bagi perempuan yang ingin terasa berdaya.

Tommy Hilfiger dan Tory Burch Menggoyang New York Fashion Week

Tommy Hilfiger: Plaza Prep dan Skateboard Era ’90-an

Tommy Hilfiger tampak paling percaya diri ketika bermain di wilayah yang ia kuasai: prep, tapi kali ini dibawa turun dari dorm elit ke trotoar kota. Koleksi “Plaza Prep” untuk musim semi 2027 resmi dilansir di The Plaza Hotel, di tengah hiruk pikuk New York Fashion Week, sebagai reinterpretasi gaya prep kampus klasik dengan proporsi yang diubah dan suede bertekstur washed. Terinspirasi empat dekade gaya jalanan New York, ia mengawinkan tradisi uptown dengan energi skateboard era ’90-an dan tailoring berwarna cerah.

Palet primer merah–putih–biru dipantik kuning dan hijau cerah pada gaun rugby blok warna, kemeja Oxford bergaris Ithaca, hingga blazer tartan yang terasa jauh dari museum mode. Polo menyusut dan membesar, chino dirombak jadi hot pants dan celana dengan jahitan memutar, sementara motif Tommy Flag yang memudar merayap ke jaket suede halus, rajutan sutra–kasmir, dan tas jinjing besar. Alas kaki menjadi jembatan waktu: sneaker skateboard dua warna bernuansa ’90-an, sepatu boat, loafer penny, hingga sandal seluncur kolam renang kulit menegaskan bahwa prep baru ini siap hidup di jalan.

Spektakel Plaza: Front Row Bintang dan Budaya Pop

Jika koleksinya sudah modern, narasi budaya pop di sekelilingnya mempertegas relevansi brand. Gigi Hadid membuka peragaan Plaza Prep, sementara barisan front row dipenuhi nama besar seperti Kate Moss, Camila Cabello, JISOO, Patrick Schwarzenegger, Carmelo Anthony, dan Arón Piper. Romeo Beckham membawa tampilan terakhir, diiringi Matt Jones Orchestra, sebelum panggung ditutup penampilan kejutan Slayyyter. Kombinasi supermodel, atlet, idol K-pop, dan artis pop memperlihatkan bahwa Tommy tidak sekadar menjual nostalgia prep, tapi mengikatnya ke ekosistem selebriti dan influencer masa kini.

Ini bukan sekadar parade busana; ini strategi komunikasi visual tentang siapa audiens Plaza Prep. Mereka mungkin tumbuh dengan seragam prep, tapi hari ini mereka mengonsumsi konten TikTok, menikmati skate culture, dan peduli performativitas front row. Dengan kata lain, Tommy Hilfiger menggunakan runway New York Fashion Week sebagai panggung negosiasi identitas: antara warisan keluarga kelas atas dan keinginan generasi baru untuk tampil kasual, ironis, tetapi tetap polished.

Tory Burch: Eskapisme Lembut di Tengah Distopia

Di sisi lain kota, Tory Burch memilih nada yang lebih tenang namun tidak kalah politis. Ia unjuk koleksi untuk musim semi tahun depan di panggung New York Fashion Week pada Kamis, 10 September 2026, dengan misi jelas: menawarkan pelarian melalui ekspresi diri di era yang terasa distopia. Dari 41 tampilan, koleksi ini dirangkai oleh semburat warna yang unik tetapi tetap harmonis, menjadi eksperimen tentang “psikologi bagaimana perempuan menyatukan berbagai hal”.

Midi dress ungu dengan bordiran emas, cardigan rajut hijau tua dengan bordir abu-abu dipasangkan dengan midi skirt biru, atau sweater abu-abu yang bertemu rok leather hijau terang adalah bukti bahwa warna bukan sekadar dekorasi, tapi bahasa emosi. Warna merah, coral, hingga kuning muncul bergilir, ditemani tekstur bordiran, manik-manik, dan benang metalik yang memberi dimensi hidup pada tiap pakaian. Tory Burch menegaskan, ia menyukai tubuh perempuan dan ingin mereka merasa berdaya dan percaya diri ketika mengenakan rancangan tersebut, sambil memikirkan bagaimana warna dan tekstur mampu meningkatkan suasana hati.

Tommy Hilfiger dan Tory Burch Menggoyang New York Fashion Week

Siluet Konservatif, Masa Depan Kontemporer

Bagian paling menantang sekaligus menarik dari Tory Burch runway show adalah keputusan untuk memeluk siluet konservatif. Koleksi ini didominasi potongan longgar dan tertutup, hemline yang memanjang di bawah lutut, lengan panjang, serta adopsi elemen menswear yang tegas. Potongan yang sopan dan kesan tradisional tersebut dibaca sebagai refleksi era distopia, ketika kondisi ekonomi tidak dapat diprediksi dan kebangkitan pakaian konservatif mencerminkan ketakutan, harapan, dan ideologi zaman.

Namun meski konservatif, koleksinya tidak terasa kaku. Boa scarf berbulu dalam warna metalik, butter yellow, oranye, cokelat, hingga hitam memberi elemen teatrikal yang nyaris kitsch, menyeimbangkan kesopanan siluet dengan fantasi tekstur. Di sinilah Tory Burch memperlihatkan bagaimana heritage feminin dan tradisi tailoring dapat diinterpretasi ulang untuk audiens masa kini: perempuan yang ingin aman sekaligus tampil, yang menghargai kenyamanan tetapi tidak rela melepaskan drama. Pada akhirnya, baik Tory Burch maupun Tommy Hilfiger sepakat pada satu hal: warisan mode tidak untuk disimpan di arsip, melainkan diriset ulang, dirusak sedikit, lalu disusun kembali agar tetap hidup di realitas baru.

Tommy Hilfiger dan Tory Burch Menggoyang New York Fashion Week

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!