Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kabel Laut Bukan Senjata Sepihak

Kabel Laut Bukan Senjata Sepihak
Minat|Asia Tenggara

Kabel laut adalah urat nadi koneksi lintas negara

Kabel laut merupakan infrastruktur komunikasi bawah air yang membawa lalu lintas data antarnegara, menghubungkan pengguna, layanan digital, dan kegiatan ekonomi melintasi batas wilayah. Karena itu, ancaman untuk memutus koneksi bukan gertakan tanpa konsekuensi: dampaknya dapat merembet ke banyak pihak yang bergantung pada jaringan yang sama.

Polemik ini mencuat setelah mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mengunggah infografis di X pada 25 Oktober 2026 tentang ketergantungan lalu lintas internet Indonesia pada jalur melalui Singapura, disertai pertanyaan “Cut?”. Ia kemudian menyatakan Singapura tidak akan melakukan pemutusan karena menghormati hukum. Meutya Hafid merespons pada 27 Oktober dengan meminta masyarakat tidak terpancing emosi dan mengingatkan bahwa infrastruktur digital kedua negara saling terkait.

Respons itu tepat: menyulut kemarahan hanya mengaburkan persoalan sebenarnya, yakni kerentanan jaringan dan kebutuhan menjaga konektivitas bersama.

Kabel Laut Bukan Senjata Sepihak

Ketergantungan berjalan dua arah

Indonesia memang masih bertumpu pada jalur internet Singapura untuk lalu lintas internasional. Pada Juni 2026, pejabat Komdigi menyebut sekitar 90% trafik tersebut bergantung pada konektivitas melalui Singapura. Angka ini menandakan pekerjaan rumah yang nyata bagi kedaulatan digital Indonesia, bukan alasan untuk menganggap ancaman pemutusan sebagai konflik yang hanya merugikan satu pihak.

Meutya menggarisbawahi sisi lain dari hubungan itu: sebagian besar kabel yang mendarat di Singapura melintasi perairan Indonesia. Ia memperingatkan bahwa gangguan pada jalur tersebut berpotensi mengancam sekitar 80% kapasitas konektivitas Singapura. Dengan kata lain, geografi Indonesia ikut menopang jalur internet Singapura, sementara Indonesia memerlukan koneksi yang melewati pusat jaringan tersebut.

Pasar Indonesia juga penting bagi ekosistem digital kawasan. Meutya menyebut penduduk Indonesia berjumlah 47 kali lipat dari Singapura dan 267 juta orang telah terhubung ke internet. Ketergantungan internet Indonesia Singapura karenanya bersifat timbal balik, meski bentuk dan skalanya tidak identik.

Kabel Laut Bukan Senjata Sepihak

Dampak nyata dan jalan keluar yang perlu dipercepat

Bagi pengguna, kabel laut bukan perkara geopolitik yang jauh dari keseharian. Jaringan internasional menopang komunikasi, kegiatan ekonomi, serta pertukaran data lintas negara. Gangguan dapat merambat ke layanan digital yang diandalkan masyarakat dan pelaku usaha, sementara kebutuhan konektivitas untuk komputasi awan, pusat data, dan kecerdasan buatan terus meningkat.

Karena itu, pernyataan Meutya bahwa infrastruktur digital tidak semestinya menjadi alat ancaman patut diikuti langkah konkret. Pemerintah berupaya mengembangkan rute kabel bawah laut alternatif dan memperkuat jaringan kabel darat di dalam negeri. Komdigi juga mendorong agar perencanaan pusat data, kabel laut, dan kabel darat saling mendukung, sehingga diversifikasi dapat mengurangi risiko ketika satu rute internasional terganggu.

Polemik ini muncul di tengah perhatian terhadap kebijakan Indonesia mengurangi ekspor gas ke Singapura, tetapi infrastruktur digital tidak boleh ikut terseret menjadi alat balas-membalas. Memperkuat infrastruktur digital Indonesia bukan berarti memutus keterhubungan, melainkan memastikan lebih banyak pilihan jalur dan ketahanan layanan. Kesimpulannya jelas: kabel laut bukan senjata sepihak; perlindungan dan diversifikasinya harus menjadi kepentingan bersama.

Kabel Laut Bukan Senjata Sepihak

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!