Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kantor hingga Sekolah, AI Telkom University Menjawab Kebutuhan Nyata

Dari Kantor hingga Sekolah, AI Telkom University Menjawab Kebutuhan Nyata
Minat|Analisis Data AI

AI yang berguna dimulai dari kebutuhan sehari-hari

Kecerdasan buatan di tempat kerja dan sekolah adalah teknologi yang membantu orang menyelesaikan tugas rutin, mengolah informasi, atau memperoleh jawaban dengan lebih cepat. Nilainya tidak terletak pada kecanggihan semata, tetapi pada kemampuannya menjawab kebutuhan pengguna tanpa menambah beban kerja.

Dua program pengabdian masyarakat Telkom University di Bandung memperlihatkan penerapan yang berbeda namun saling melengkapi: meningkatkan produktivitas internal perusahaan dan membuka akses informasi sekolah bagi publik. Tim dosen Telkom University mengadakan pelatihan AI bagi karyawan PT Jamkrindo Cabang Bandung, sementara SMP Ar Rafi’ Drajat menerima chatbot akademik untuk membantu pelayanan informasi. Keduanya menunjukkan bahwa adopsi AI lebih meyakinkan ketika berangkat dari masalah yang jelas, bukan sekadar mengejar tren.

Perbedaan sasaran itu penting. Di kantor, AI berpotensi membantu staf mengerjakan tugas administratif; di sekolah, chatbot dapat menjawab pertanyaan yang berulang dari orang tua, siswa, dan calon keluarga murid. Manfaatnya praktis, tetapi tetap bergantung pada mutu instruksi, isi informasi, dan pengelolaan sistem.

Dari Kantor hingga Sekolah, AI Telkom University Menjawab Kebutuhan Nyata

Pelatihan AI Bandung menargetkan pekerjaan rutin

Pelatihan AI Bandung untuk karyawan Jamkrindo berlangsung selama dua jam dan dimulai pukul 09.00 WIB. Rangkaian materi dimulai dengan pengenalan konsep AI dan pemanfaatannya secara efisien serta aman dalam kegiatan profesional. Setelah itu, peserta mempelajari teknik prompting—cara menyusun instruksi agar perangkat AI menghasilkan teks, data, atau analisis yang sesuai kebutuhan.

Nilai utama kegiatan ini ada pada sesi praktik. Karyawan mencoba menyusun prompt untuk membuat dokumen, mengolah informasi, dan menangani tugas administratif dengan pendampingan pemateri. Ini lebih berguna daripada pengenalan teknologi yang berhenti pada teori: peserta dapat menghubungkan alat dengan pekerjaan yang mereka lakukan sehari-hari.

Dampak yang diharapkan adalah efisiensi kerja dan peningkatan literasi digital staf, bukan penggantian peran manusia. Namun, pelatihan singkat baru menjadi awal. Agar AI benar-benar membantu, karyawan tetap perlu menilai ketepatan hasil, menjaga keamanan informasi, dan memahami kapan tugas lebih baik ditangani tanpa bantuan sistem generatif.

Chatbot sekolah AI memperluas akses layanan

Pada 27 Oktober 2026, SMP Ar Rafi’ Drajat Bandung menerima chatbot akademik berbasis AI dari tim pengabdian masyarakat Telkom University. Pengembangannya merespons banyaknya pertanyaan berulang yang harus dijawab bagian pelayanan akademik. Sistem percakapan ini dirancang agar calon orang tua, masyarakat, siswa, dan orang tua murid dapat mengakses informasi sekolah serta penerimaan peserta didik baru selama 24 jam.

Cakupan informasinya meliputi profil sekolah, kurikulum, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler, jadwal dan mekanisme pendaftaran, kalender akademik, tata tertib, serta prosedur administrasi. Dengan demikian, chatbot sekolah AI bukan hanya saluran promosi PPDB, melainkan pintu akses untuk kebutuhan informasi rutin warga sekolah. Pengguna tidak harus menunggu jam operasional untuk memperoleh jawaban awal.

Jika sistem menjawab dengan tepat, staf administrasi dapat mengurangi waktu untuk pertanyaan berulang dan mencurahkan lebih banyak perhatian pada kebutuhan personal siswa serta orang tua. Tetapi layanan 24 jam hanya bermanfaat bila jawabannya akurat dan informasinya diperbarui. Chatbot sebaiknya melengkapi petugas, bukan menjadi penghalang ketika pertanyaan memerlukan penanganan manusia.

Dua fungsi, satu ukuran keberhasilan

Perbandingan kedua program memperjelas pembagian peran AI. Pelatihan di Jamkrindo membekali karyawan menggunakan alat generatif untuk meningkatkan produktivitas internal; chatbot SMP Ar Rafi’ Drajat menyajikan layanan informasi sekolah bagi publik dan komunitasnya. Yang pertama menekankan keterampilan manusia dalam memberi instruksi dan menilai hasil. Yang kedua mengotomatiskan jawaban atas kebutuhan informasi yang berulang.

Keduanya mengalihkan waktu dari pekerjaan rutin ke aktivitas yang lebih bernilai, tetapi hasilnya tidak otomatis. Organisasi perlu memastikan staf terlatih dan keluaran AI diperiksa; sekolah perlu menjaga isi chatbot tetap relevan serta menyediakan jalur bantuan manusia. Ukuran keberhasilan semestinya bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan apakah pekerjaan lebih lancar dan informasi lebih mudah diperoleh.

Telkom University AI dalam dua inisiatif ini memperlihatkan arah penerapan yang masuk akal: mulai dari kebutuhan nyata, lalu memilih bentuk bantuan yang sesuai. Pelatihan Jamkrindo diharapkan memperkuat efisiensi dan literasi digital karyawan, sementara kolaborasi dengan SMP Ar Rafi’ Drajat diharapkan mendukung layanan pendidikan yang lebih responsif, transparan, dan berkelanjutan. Kesimpulannya, AI paling bermanfaat saat memperkuat kerja manusia—baik di balik meja administrasi maupun di hadapan masyarakat yang mencari jawaban.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!