Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Modus Pengobatan Alternatif Palsu untuk Kekerasan Seksual

Modus Pengobatan Alternatif Palsu untuk Kekerasan Seksual
Minat|Kesehatan Mental

Pengobatan Alternatif Palsu: Ketika Terapi Menjadi Kedok Kekerasan Seksual

Pengobatan alternatif palsu adalah praktik yang mengaku menawarkan penyembuhan melalui doa, pijatan, meditasi, atau ritual tertentu, tetapi tanpa dasar keilmuan dan tanpa izin resmi, serta digunakan sebagai kedok untuk melakukan kekerasan seksual, memanipulasi pasien yang rentan secara psikis agar percaya bahwa kontak fisik atau hubungan intim adalah bagian dari terapi penyembuhan mereka.

Kasus di Gresik menunjukkan betapa berbahayanya modus ini. Seorang pria berinisial NA ditahan polisi karena diduga melakukan kekerasan seksual terhadap pasien pengobatan alternatif dengan memanfaatkan janji kesembuhan dari depresi sebagai umpan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak menangkap NA yang disebut sebagai dukun cabul, yang melakukan persetubuhan terhadap pasiennya dengan modus pengobatan alternatif. Ini bukan sekadar penyimpangan individu; ini contoh jelas bagaimana kekerasan seksual predator menyusup lewat ruang yang seharusnya aman bagi kesehatan mental.

Modus Pengobatan Alternatif Palsu untuk Kekerasan Seksual

Memanfaatkan Kerentanan Pasien Depresi: Pola Predator yang Berulang

Predator tahu bahwa orang dengan depresi sering merasa putus asa, lelah dengan stigma, dan mencari jalan pintas menuju kesembuhan. Dalam kasus NA, polisi menegaskan bahwa modus dilakukan dengan memanfaatkan kondisi korban yang mengalami depresi dan kerentanan para pasien yang datang untuk pengobatan alternatif. Janji manis penyembuhan psikologis dipakai sebagai alat kendali. “Janji kesembuhan dari depresi diduga menjadi modus seorang pria di Kecamatan Ujung Pangkah untuk melakukan kekerasan seksual terhadap para korbannya.”

NA tidak membuka praktik resmi, melainkan menerima pasien dari getuk tular, sehingga tidak ada mekanisme pengawasan formal. Ia pernah menangani korban sejak 2012 dan disebut berhasil membuat kondisi korban membaik, sehingga kepercayaan sudah terbentuk jauh sebelum kekerasan terjadi. Ketika depresi korban kambuh, keluarga kembali membawa korban ke orang yang sama, tanpa menyadari bahwa kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun sedang disiapkan sebagai senjata untuk mengontrol dan mengisolasi pasien.

Taktik Tipuan: Janji Sembuh, Menikah Siri, dan Isolasi di Gubuk

Modus pengobatan alternatif palsu ini bekerja melalui rangkaian manipulasi yang terencana. Dalam proses pengobatan, NA melakukan meditasi, memberikan doa, dan memijat korban, seolah semua itu bagian dari terapi rohani dan fisik. Tahap ini membangun kesan profesional palsu sekaligus menormalkan kontak fisik. Setelah itu, NA menjanjikan korban akan sembuh dari depresi jika bersedia menikah siri dengannya. Relasi pasien-terapis digeser menjadi relasi intim yang berat sebelah, dengan janji pernikahan sebagai alat tipu daya agar korban mengikuti keinginannya.

Taktik berikutnya adalah isolasi. NA datang ke rumah korban dengan alasan mengajaknya membeli makanan, namun berbelok ke area persawahan dan kebun jeruk di Ujungpangkah. Korban dibawa ke gubuk di area persawahan, didorong, lalu diduga disetubuhi di tempat itu. Polres menyebut adanya korban kedua dengan modus serupa, dan penyidikan masih mendalami dugaan korban lain. Pola berulang ini menunjukkan bahwa kita berhadapan dengan strategi predator yang sistematis, bukan kecelakaan sekali kejadian.

Tanda-Tanda Pelecehan Medis Berkedok Terapi dan Risiko bagi Pasien Mental

Kasus NA memaparkan dengan telanjang beberapa tanda-tanda pelecehan medis yang harus diwaspadai. Pertama, praktik pengobatan alternatif yang tidak resmi, hanya berdasarkan informasi dari mulut ke mulut, tanpa tempat praktik jelas dan tanpa pengawasan. Kedua, sesi terapi dilakukan secara privat, sering di lokasi yang tidak lazim seperti gubuk di area persawahan, jauh dari saksi. Ketiga, adanya sentuhan fisik seperti pijatan yang tidak dijelaskan secara transparan, apa tujuan, batasan, dan keperluannya dalam konteks terapi.

Keempat, muncul narasi bahwa hubungan intim atau pernikahan adalah bagian dari penyembuhan, seperti janji bahwa depresi akan sembuh bila korban menikah siri dengan pelaku. Ini jelas bentuk kekerasan seksual predator yang menyamar sebagai pengobatan. Bagi perlindungan pasien mental, situasi ini sangat berbahaya karena depresi membuat korban cenderung menyalahkan diri, takut tidak dipercaya, dan mudah terjebak dalam tekanan emosional yang disamarkan sebagai “terapi” dan “takdir”.

Respons Hukum, Pelaporan, dan Pentingnya Keberanian Korban

Meski kerusakan psikologis korban besar, respons hukum dalam kasus ini patut dicatat. Korban HB melaporkan dugaan perbuatan cabul tersebut ke kepolisian, sehingga NA kini ditahan di Mapolres Gresik. Dari penyidikan, polisi menemukan dugaan korban lain, dan menyebut bahwa korban diduga lebih dari satu orang, bahkan telah teridentifikasi korban kedua dengan modus serupa. Atas perbuatannya, NA dijerat Pasal 6C Undang-undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana persetubuhan atau perbuatan cabul dengan ancaman penjara paling lama 12 tahun. Polisi juga menjeratnya dengan ketentuan UU TPKS yang memberi ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Poin paling penting dari kasus ini adalah keberanian korban untuk melapor. Kekerasan seksual yang disamarkan sebagai pengobatan sering membuat korban bingung: apakah ini terapi atau kejahatan? Laporan HB memutus siklus itu dan membuka dugaan adanya korban lain. Setiap laporan ke aparat penegak hukum adalah langkah kunci menuju perlindungan pasien mental yang lebih kuat dan pengungkapan pola predator yang selama ini bersembunyi di balik istilah pengobatan alternatif palsu dan jubah spiritual yang menipu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!