BATIC: Arena Kolaborasi Global untuk Ekosistem AI dan Infrastruktur Digital

BATIC: Arena Kolaborasi Global untuk Ekosistem AI dan Infrastruktur Digital
Minat|Asia Tenggara

BATIC sebagai Konferensi Infrastruktur Digital dan Forum Kolaborasi Regional

Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) adalah konferensi infrastruktur digital berskala internasional yang menghimpun pelaku industri, penyedia teknologi, regulator, investor, dan inovator untuk membangun ekosistem digital Asia Tenggara yang saling terhubung, dengan fokus pada AI, cloud computing, konektivitas generasi berikutnya, dan infrastruktur subsea cable sebagai fondasi transformasi digital regional yang berkelanjutan. Inti penting dari BATIC bukan sekadar temu bisnis, melainkan pernyataan politik industri: masa depan ekonomi digital kawasan tidak akan lahir dari strategi soliter. Dengan tema "Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress", konferensi ini secara gamblang menolak pendekatan silo dan mendorong kesadaran bahwa pemain nasional, regional, dan global harus duduk di meja yang sama. BATIC memasuki penyelenggaraan ke-11 sebagai wadah yang mempertemukan pemimpin perusahaan, hyperscaler, regulator, hingga investor, menjadikannya ruang strategis bagi siapa pun yang menganggap konektivitas dan AI sebagai tulang punggung pertumbuhan bisnis berikutnya.

BATIC: Arena Kolaborasi Global untuk Ekosistem AI dan Infrastruktur Digital

Angka Kehadiran dan Fokus AI–Cloud: Mengapa BATIC Menjadi Barometer Kawasan

Ketika sebuah konferensi mampu mengumpulkan lebih dari 2.300 delegasi yang mewakili 600+ perusahaan dari 55 negara dalam satu kota selama 24–28 Agustus di Bali International Convention Center, itu bukan sekadar agenda industri, melainkan barometer arah ekonomi digital kawasan. Angka ini menunjukkan bahwa BATIC sudah berada di kelas forum global, bukan hanya perhelatan regional. Fokusnya pun jelas: AI dan cloud computing bukan lagi topik tambahan, melainkan pilar utama pembahasan. Perkembangan kecerdasan artifisial, komputasi awan, konektivitas generasi berikutnya, dan infrastruktur digital ditegaskan sebagai elemen yang tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Kutipan penting yang mencerminkan posisi ini adalah: "Di tengah pesatnya kemajuan kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan (cloud), konektivitas generasi berikutnya, dan infrastruktur digital, transformasi tidak lagi dapat diwujudkan secara individual." Dengan kata lain, siapa pun pelaku usaha yang mengabaikan kolaborasi lintas negara dalam mengadopsi AI dan cloud, sedang menempatkan diri di luar arus utama transformasi digital regional.

ignitePRO dan Strategi TelkomGroup–Telin: Mempercepat Transformasi Enterprise

Salah satu sinyal paling penting dari evolusi BATIC adalah lahirnya ignitePRO, konferensi eksekutif yang secara khusus membahas transformasi enterprise di era Autonomous AI. Kehadiran ignitePRO menunjukkan bahwa diskusi tentang AI di kawasan ini sudah bergeser dari tataran konsep menjadi pertanyaan praktis: bagaimana sistem enterprise berbasis AI dibangun, diatur, dan diamankan agar bisa diterapkan secara luas? ignitePRO akan mengulas sistem enterprise berbasis AI, infrastruktur digital yang andal, keamanan siber, tata kelola, dan ekosistem cloud sebagai fondasi percepatan implementasi AI dari tahap eksplorasi menuju transformasi bisnis. Diselenggarakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari TelkomGroup yang berfokus pada bisnis internasional, forum ini terang-terangan menempatkan grup tersebut sebagai penghubung antara kebutuhan enterprise regional dan kemampuan platform global. BATIC juga memperluas kolaborasinya dengan asosiasi industri global, komunitas teknologi, dan mitra ekosistem, menjadikan TelkomGroup–Telin bukan sekadar operator, tetapi arsitek ekosistem yang ambisius.

NCC: Kabel Bawah Laut yang Mengukuhkan Batam sebagai Digital Hub

Transformasi digital regional tidak akan terjadi tanpa fondasi fisik yang kuat, dan inilah alasan kabel bawah laut Nongsa-Changi Cable System (NCC) layak disebut proyek strategis, bukan sekadar pembangunan jaringan. Dikembangkan oleh Telin bersama BW Digital dan didukung Nongsa Digital Park, NCC menghubungkan Batam dengan Changi melalui kabel serat optik bawah laut berkapasitas tinggi. Dampaknya dua lapis: pertama, NCC menambah jalur konektivitas antara Batam dan Singapura, meningkatkan kapasitas pertukaran data sekaligus menyediakan rute alternatif yang memperkuat ketahanan jaringan bila terjadi gangguan pada kabel laut lain. Kedua, kehadiran NCC memperkuat posisi Batam sebagai digital hub yang menarik bagi pembangunan pusat data, layanan cloud, AI, dan aplikasi bisnis berlatensi rendah. Dalam ekosistem Indonesia Cable Express (ICE) bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA), NCC menempatkan kawasan ini sebagai pintu data yang penting untuk ekonomi digital Asia Tenggara, bukan hanya simpul lokal.

Ekosistem Digital Asia Tenggara: Dari Kolaborasi BATIC ke Daya Saing Regional

Selama satu dekade, BATIC berperan sebagai wadah kolaborasi yang mendorong transformasi digital di Asia Tenggara, dan kini memasuki babak baru dengan visi membangun ekosistem digital yang saling terhubung untuk mendukung transformasi enterprise dan inovasi digital. Di tengah ekonomi digital kawasan yang terus tumbuh—laporan e-Conomy SEA 2024 menunjukkan bahwa ekonomi digital nasional tetap terbesar di Asia Tenggara—pertanyaan pentingnya bukan lagi apakah kawasan ini akan tumbuh, melainkan apakah ia akan tumbuh dengan daya saing global. Jawabannya sangat bergantung pada dua hal yang disatukan oleh BATIC: kolaborasi ekosistem dan infrastruktur konektivitas. Dengan mempertemukan pemimpin industri, regulator, investor, hyperscaler, dan inovator dalam satu platform, BATIC mendorong kemitraan lintas negara yang mempercepat transformasi digital regional dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Di sisi lain, proyek seperti NCC yang melibatkan TelkomGroup, Telin, BW Digital, dan Nongsa Digital Park memperkuat posisi kawasan sebagai gerbang digital dan tujuan investasi infrastruktur digital. Kesimpulannya, siapa pun pelaku usaha yang ingin memanfaatkan momentum ekonomi digital Asia Tenggara perlu melihat BATIC bukan hanya sebagai konferensi tahunan, tetapi sebagai kompas strategi regional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!