BATIC sebagai Platform Kolaborasi, Bukan Sekadar Konferensi
Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) adalah ajang tahunan yang mempertemukan pemimpin dan pelaku industri digital global untuk membahas arah ekosistem digital Asia Pasifik, memperkuat konektivitas, serta membangun kemitraan bisnis yang terstruktur melalui ribuan pertemuan terjadwal yang difasilitasi teknologi konferensi modern. Fokus utama BATIC edisi ke-11 dengan tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” yang digelar pada 25–28 Agustus adalah menjadikan forum ini sebagai ruang kerja bersama, bukan sekadar panggung presentasi. Telin sebagai penyelenggara, bersama Telkom, menjadikan BATIC mesin penghubung antara operator, penyedia infrastruktur, dan pemain layanan digital yang memiliki kepentingan konkret terhadap masa depan ekosistem digital Asia Pasifik. Dengan cara ini, BATIC lebih tepat dibaca sebagai platform kolaborasi ekosistem digital ketimbang konferensi biasa yang selesai ketika lampu panggung dipadamkan.
Skala Global dan Ribuan Pertemuan Bisnis Strategis
Di balik slogan kolaborasi, kekuatan BATIC terletak pada skalanya yang semakin besar dan terukur. Peserta BATIC edisi ke-11 naik sekitar 50% menjadi lebih dari 2.700 delegasi, berasal dari lebih dari 75 negara, dengan partisipasi lebih dari 700 perusahaan. Data lain menegaskan kedalaman jejaring: BATIC menarik lebih dari 2.700 delegasi dari lebih dari 760 perusahaan di 67 negara, didukung 72 sponsor dan exhibitor, serta menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan terjadwal melalui aplikasi resmi. Kutipan penting yang pantas dicatat: "BATIC 2026 berhasil menghasilkan lebih dari 4.500 pertemuan terjadwal melalui aplikasi BATIC". Angka ini menunjukkan kemitraan bisnis digital tidak lahir dari sesi pidato, melainkan dari pertemuan bisnis strategis yang dirancang sistematis. BATIC secara praktis berfungsi sebagai mesin matchmaking lintas negara, mempertemukan pemain infrastruktur, cloud, dan layanan berbasis AI dalam format yang mendorong keputusan bisnis, bukan hanya pertukaran kartu nama.
Telkom Menggiring Agenda AI dan Ekosistem Digital yang Solid
Telkom tidak menempatkan diri hanya sebagai tuan rumah, melainkan pengarah agenda strategis. Rangkaian konferensi dan side events mengangkat isu penguatan infrastruktur konektivitas, cloud, dan pemanfaatan AI, sekaligus mendorong kolaborasi lintas ekosistem untuk menciptakan pertumbuhan digital yang berkelanjutan. Melalui keynote "Empowering the Digital Future: Connectivity, Innovation, and Growth", Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menekankan bahwa jaringan canggih, otomatisasi berbasis AI, dan infrastruktur digital adalah fondasi pembuka peluang pertumbuhan baru. Dia menegaskan bahwa membangun masa depan digital mengharuskan pelaku industri memperkuat fondasi, mengadopsi kecerdasan, dan berkolaborasi di seluruh ekosistem. Sikap ini menunjukkan Telkom ingin memposisikan kemitraan bisnis digital bukan hanya sebagai transaksi kapasitas jaringan, tetapi sebagai kerja sama jangka panjang yang menambang nilai dari data, cloud, dan AI di dalam suatu kolaborasi ekosistem digital yang saling bergantung.
BATIC dan Ambisi Menjadi Hub Digital Asia Pasifik
Isi tema besar “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” jelas: BATIC hendak dipakai sebagai alat memperkuat posisi sebagai hub digital Asia Pasifik. Konferensi ini mempertemukan para pemimpin dan pelaku industri digital global untuk membahas arah perkembangan ekosistem digital kawasan tersebut, sekaligus memperkuat kolaborasi dan mendorong pertumbuhan ekosistem digital. Dalam format praktik, BATIC menjadi even untuk menghubungkan Telkom Group dengan calon mitra kerja dan investor, sambil memperkenalkan misi dan model bisnis di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital. Telin mencatat peningkatan partisipan sekaligus pertumbuhan jumlah bisnis yang berhasil dilaksanakan, menunjukkan bahwa forum ini telah bergeser menjadi pasar raksasa bagi kemitraan bisnis digital lintas negara. Jika ambisi menjadi hub digital Asia Pasifik ingin serius diwujudkan, maka pola seperti BATIC—berbasis kolaborasi ekosistem digital, jaringan global, dan pertemuan bisnis terstruktur—perlu dipertahankan dan diperkuat.





