Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Seminar Parenting Era Digital dan Strategi Pendampingan Anak

Seminar Parenting Era Digital dan Strategi Pendampingan Anak
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Seminar parenting digital: jawaban komunitas atas tantangan teknologi

Seminar parenting digital adalah forum edukasi yang dirancang komunitas, sekolah, dan pemerintah untuk membantu orang tua memahami dampak teknologi, membangun literasi digital keluarga, serta memperkuat pendampingan anak era digital agar mereka mampu memanfaatkan gawai dan internet secara sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi online yang sulit disaring oleh anak sendiri. Di Lamongan, Forum PAUD bersama TP PKK dan Dinas Pendidikan menggelar seminar bertema “Pengasuhan Anak di Era Digital” di Pendopo Lokatantra pada Selasa 22 September, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara yang mewakili Bupati Yuhronur Efendi. Di Tangerang Selatan, Dharma Wanita Persatuan Sekretariat Daerah memprakarsai Seminar Edukasi Dampak Digital terhadap Anak dan Remaja di pusat pemerintahan kota pada Rabu 23 September. Dua agenda ini mencerminkan tren kuat: komunitas tidak lagi pasif menerima teknologi, melainkan aktif menyiapkan orang dewasa sebagai garda terdepan perlindungan anak online.

Seminar Parenting Era Digital dan Strategi Pendampingan Anak

Orang tua di garis depan: dari fatherless ke literasi digital keluarga

Pesan paling tegas dari gelombang seminar parenting digital adalah bahwa gawai bukan musuh, tetapi anak tidak boleh dibiarkan sendirian menghadapinya. Wakil Bupati Lamongan menegaskan, “Prinsipnya bukan anak-anak kita tidak boleh hidup dengan teknologi, hanya saja butuh pendampingan orang tua” sambil mengingatkan hasil survei di Jawa Timur yang menunjukkan 24,9 persen anak merasakan fatherless. Angka ini adalah alarm sosial: tanpa kehadiran emosional figur ayah dan ibu, percakapan tentang etika online, privasi, dan batasan konten tidak pernah terjadi di rumah. Seminar yang diikuti 215 peserta dari 27 kecamatan dan berlandaskan konsep 7 kebiasaan anak Indonesia hebat serta wajib belajar 13 tahun itu menantang ego orang tua yang cenderung memenuhi semua permintaan anak terkait gawai. Literasi digital keluarga menuntut disiplin: quality time minimal satu jam tanpa gadget, teladan orang tua dalam menggunakan teknologi, dan keberanian berkata “tidak” pada pola asuh instan yang menjadikan layar sebagai pengganti interaksi sosial.

Seminar Parenting Era Digital dan Strategi Pendampingan Anak

Guru sebagai penyangga karakter di tengah banjir informasi digital

Jika rumah adalah benteng pertama, sekolah adalah benteng kedua yang tak kalah penting. Di Tangerang Selatan, Sekda Bambang Noertjahjo menyoroti bahwa anak SD hingga SMP sangat mudah menyerap informasi dari dunia digital dan karena itu membutuhkan pendampingan dalam memilah apa yang mereka terima. Mengurangi waktu gawai saja dianggap tidak cukup; anak harus dibekali kemampuan menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab. Guru diposisikan bukan sekadar pengajar materi, tetapi pembentuk karakter, pembangun kebiasaan positif, dan tempat aman bagi siswa ketika menghadapi persoalan terkait teknologi maupun pergaulan. Peran guru BK disebut secara khusus sebagai pencegah masalah akibat penggunaan gawai yang berlebihan atau paparan konten berbahaya. Di sisi lain, kabar kekurangan sekitar 900 guru dan minimnya guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan khusus menunjukkan paradoks: tuntutan pendampingan digital meningkat, sementara sumber daya manusia pendidikan masih tertinggal. Tanpa penyelesaian bertahap atas persoalan ini, wacana perlindungan anak online berisiko mandek di ruang seminar.

Sinergi lintas sektor: fondasi perlindungan anak online yang berkelanjutan

Seminar di Lamongan dan Tangerang Selatan mengirim pesan politik pendidikan yang jelas: perlindungan anak online bukan urusan satu lembaga. Sekda Tangsel menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat untuk melindungi anak di tengah perkembangan teknologi. Di level kebijakan, keamanan digital diintegrasikan ke dalam program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sementara Dinas Pendidikan setempat menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menyusun program edukasi keamanan digital bagi sedikitnya 1.000 peserta didik dari PAUD hingga SMA. Ini menunjukkan perubahan paradigma: literasi digital keluarga dan pendampingan anak era digital diperlakukan sebagai fondasi, bukan pelengkap. Namun sinergi lintas sektor akan rapuh jika berhenti di seremoni. Permintaan Bambang agar materi seminar diteruskan ke siswa dan diimplementasikan di sekolah masing-masing adalah ujian nyata. Komunitas perlu menagih konsistensi: apakah guru rutin mengadakan sesi literasi digital, apakah orang tua membangun aturan gawai di rumah, dan apakah pemerintah menjaga kurikulum adaptif terhadap ancaman konten berbahaya maupun radikalisme yang terus berevolusi di ruang digital.

Kesimpulan: pendampingan digital bukan tren sesaat, melainkan mandat moral

Rangkaian seminar parenting digital di berbagai daerah memperlihatkan satu hal: pendampingan anak era digital sedang naik kelas dari kekhawatiran individual menjadi agenda kolektif. Ketika 24,9 persen anak merasakan fatherless dan akses terhadap informasi yang belum tentu aman tersedia dalam satu sentuhan layar, ketidakhadiran orang dewasa di ruang digital bukan lagi kelalaian kecil, melainkan risiko struktural. Orang tua ditantang mengubah pola asuh dari sekadar mengawasi menjadi mengedukasi; guru dipanggil untuk menjadikan literasi digital bagian dari pembentukan karakter; pemerintah bergerak menghubungkan kebijakan, program edukasi keamanan digital, dan penguatan sekolah sebagai lingkungan aman. Pada akhirnya, literasi digital keluarga dan perlindungan anak online bukan layanan ekstra, tetapi mandat moral generasi sekarang kepada generasi berikutnya. Jika seminar hari ini tidak diikuti perubahan perilaku di rumah dan sekolah, maka kita hanya memindahkan kegelisahan dari layar gawai ke layar presentasi tanpa menyentuh akar masalah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!