Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Trans Sarbagita Siapkan 11 Bus Listrik dan Target 230 Ribu Penumpang

Trans Sarbagita Siapkan 11 Bus Listrik dan Target 230 Ribu Penumpang
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Bus listrik perlu lebih dari sekadar armada

Bus listrik Bali untuk Trans Sarbagita adalah layanan angkutan umum bertenaga listrik yang dirancang menghubungkan kawasan Denpasar dengan Ungasan melalui armada hibah dan koridor tetap. Sebanyak 11 unit disiapkan sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan transportasi publik rendah emisi, tetapi manfaatnya akan bergantung pada kesiapan operasional, bukan pada jumlah bus semata. Pemerintah Provinsi Bali menerima armada hibah dari Pemerintah Korea Selatan, sementara Dishub Bali kini menyeleksi perusahaan operator bus listrik untuk mengelolanya sebelum uji coba dimulai. Urutan ini tepat: pengemudi, jadwal, perawatan, dan pengelolaan layanan harus siap sebelum bus membawa penumpang. Pengemudi perusahaan terpilih wajib menjalani pelatihan khusus. Bus saat ini masih berpelat merah di bawah pengelolaan Dishub dan akan diproses menjadi kendaraan angkutan umum berpelat kuning. Tanpa transisi yang tertib, hibah berisiko berhenti sebagai aset, bukan layanan yang bisa diandalkan.

Rute panjang menuntut layanan yang konsisten

Sebelas bus direncanakan melayani Koridor I Trans Sarbagita, yakni Koridor GOR Ngurah Rai GWK yang menghubungkan GOR Ngurah Rai dengan Garuda Wisnu Kencana di Ungasan. Rute ini membentang 53 kilometer dan memiliki 56 halte. Cakupan tersebut memberi peluang nyata untuk melayani perjalanan sehari-hari, dari pekerja dan pelajar hingga warga serta wisatawan. Namun, panjang koridor juga membuat ketepatan jadwal dan ketersediaan armada menjadi ujian penting. Sejumlah bus akan disiapkan sebagai cadangan agar gangguan operasional tidak langsung memutus layanan. Setiap unit berkapasitas 20 penumpang duduk dan 10 berdiri, dengan jangkauan hingga 300 kilometer saat baterai penuh. Fasilitas pengisian daya tersedia di kantor Dishub untuk malam hari dan di kawasan GOR Ngurah Rai pada siang hari. Penempatan pengisian dan armada cadangan adalah unsur penting agar rute panjang ini bisa dijalankan secara konsisten.

Uji coba gratis tetap harus mudah diakses

Setelah operator ditetapkan, layanan akan memasuki masa uji coba gratis hingga Desember 2026. Penumpang tetap wajib menggunakan kartu elektronik untuk transaksi nontunai, meski tidak dikenai tarif selama periode tersebut. Ketentuan itu membantu pendataan jumlah penumpang, tetapi penyelenggara perlu memastikan cara menggunakan kartu jelas dan praktis bagi pengguna baru. Bus juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas, sebuah syarat penting agar transportasi publik tidak hanya rendah emisi, tetapi dapat diakses lebih banyak orang. Bila uji coba selesai dan armada telah berpelat kuning, tarif yang direncanakan adalah Rp4.400, setara tarif Trans Sarbagita atau Trans Metro Dewata. Selama tahun pertama, biaya perawatan ditanggung produsen kendaraan. Dukungan tersebut memberi ruang untuk membangun layanan, tetapi keberlanjutannya tetap perlu dinilai dari pengalaman penumpang dan keandalan operasional.

Target penumpang harus dibuktikan dengan mutu layanan

GGGI memproyeksikan armada ini akan mengangkut 230 ribu penumpang dalam 10 tahun dan menekan emisi CO2 sebanyak 2.200 ton pada periode yang sama. Angka tersebut memberi ukuran manfaat yang hendak dicapai, bukan jaminan hasil. Gubernur Bali Wayan Koster menyebut transportasi listrik sebagai bagian dari upaya menekan polusi; ia menyatakan 90 persen polusi udara di Bali bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi konvensional berbahan bakar fosil. Karena itu, keberhasilan bus listrik harus dinilai dari dua sisi: apakah layanan menarik penumpang untuk beralih dari kendaraan pribadi, dan apakah operasionalnya cukup teratur untuk menjadi pilihan harian. Armada hibah ini juga dilengkapi fasilitas pengisian daya dan perangkat pemantauan penumpang serta penggunaan energi. Data itu sebaiknya dipakai untuk memperbaiki jadwal dan layanan. Kesimpulannya, seleksi operator adalah awal yang penting; keberhasilan Trans Sarbagita akan ditentukan oleh layanan yang konsisten, inklusif, dan benar-benar digunakan masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!