Tonggak Sejuta Unit: Geely EX2 Mengubah Peta Mobil Listrik Kompak
Geely EX2 adalah mobil listrik kompak berwujud hatchback yang dirancang sebagai kendaraan mass-market, mengandalkan harga terjangkau, fitur lengkap, dan efisiensi produksi tinggi untuk menembus pasar mobil listrik Tiongkok sekaligus menjadi fondasi ekspansi Geely global di berbagai kawasan dengan karakter konsumen yang berbeda. Tepat pada 20 Oktober, unit ke-1.000.000 Geely EX2 resmi keluar dari lini produksi pabrik, hanya dua tahun sejak debut perdananya pada Oktober 2024. Ini bukan sekadar angka besar, melainkan sinyal bahwa segmen mobil listrik kompak sudah memasuki fase industrialisasi massal. Geely tidak menunggu pasar matang; mereka memaksa pasar bergerak dengan volume. Dalam konteks pasar mobil listrik Tiongkok yang sangat kompetitif, capaian ini menunjukkan bahwa strategi "EV kecil, murah, tapi teknisnya serius" bukan eksperimen, melainkan model bisnis baru yang mulai menang.

Dominasi di Pasar Mobil Listrik Tiongkok: Mesin Utama Ekspansi
Keberhasilan Geely EX2 produksi sejuta unit tidak mungkin terjadi tanpa dominasi di pasar mobil listrik Tiongkok. Data menunjukkan lonjakan produksi: 200.000 unit pada Mei, 600.000 unit pada Maret, lalu 800.000 unit pada Agustus sebelum menyentuh 1.000.000 unit pada Oktober. Di sisi penjualan, model yang dikenal sebagai Xingyuan ini mencatat penjualan ritel 465.775 unit sepanjang 2025, lalu 310.391 unit pada Januari–September dengan 44.275 unit pada September saja. Angka ini menegaskan satu hal: Geely menggunakan pasar domestik sebagai laboratorium skala besar untuk menguji harga, fitur, dan kapasitas produksi sebelum mengekspor formula yang sama ke luar negeri. Dalam segmen mobil listrik kompak yang sensitif terhadap harga, volume tinggi di rumah sendiri memberi Geely keunggulan biaya dan kepercayaan diri untuk bermain agresif di panggung global.

Teknologi dan Harga: Mengapa EX2 Menang di Segmen Kompak
Keunggulan Geely EX2 tidak hanya soal angka produksi; paket teknisnya dirancang untuk mengalahkan pesaing langsung di segmen mobil listrik kompak. Arsitektur Global Intelligent Electric Architecture (GEA) dengan penggerak roda belakang dan suspensi independen multi-link memberi stabilitas berkendara yang biasanya absen di EV kecil yang memakai penggerak depan dan torsion-beam. Pilihan motor 58 kW dan 85 kW dipadukan dengan baterai LFP Aegis Short Blade berkapasitas 30,12 kWh dan 40,16 kWh, menawarkan jarak tempuh 310 km dan 410 km CLTC, plus varian 480 km yang hadir kemudian. Di pasar domestik, varian 310 km CLTC dibanderol mulai Rp143.500.000, sementara varian 480 km CLTC sekitar Rp194.800.000 setelah subsidi. Kombinasi spesifikasi dan harga ini membuat EX2 terasa seperti "EV rakyat" yang tidak mengorbankan rasa berkendara, dan itu tepat sasaran untuk segmen mass-market global.

Ekspansi Geely Global: Dari Basis Produksi ke Strategi Pasar
Capaian sejuta unit menjadi kartu nama kuat bagi ekspansi Geely global melalui EX2. Model ini sudah merambah Amerika Latin, Asia Tenggara, Australia, hingga Inggris, dengan beberapa pasar memakai nama Geely E2. Pendekatan Geely jelas: jadikan EX2 sebagai ujung tombak mobil listrik kompak di pasar baru, sementara merek lain dalam grup mengisi segmen lebih premium. Basis produksi pun disebar; perakitan lokal EX2 telah dimulai di Purwakarta sejak Januari dengan tingkat kandungan lokal 46,5 persen, dan kapasitas ditingkatkan pada Juni untuk mengantisipasi permintaan. Di Brasil, produksi di kompleks Ayrton Senna dijadwalkan mulai Desember. Dengan jaringan manufaktur yang melebar, Geely berusaha memastikan pasokan stabil dan harga tetap kompetitif, sekaligus memanfaatkan insentif lokal di berbagai pasar.

Dampak ke Konsumen dan Tantangan ke Depan
Bagi konsumen, keberhasilan Geely EX2 produksi massal berarti pilihan mobil listrik kompak yang lebih terjangkau dan mudah diakses. Di pasar lokal tempat perakitan dilakukan, EX2 ditawarkan dalam dua varian utama: Pro dengan harga reguler Rp239.900.000 (harga normal Rp255.000.000) dan Max dengan harga reguler Rp269.900.000 (harga normal Rp285.000.000), lengkap dengan harga promo awal untuk 2.000 pemesan pertama. Perakitan lokal membantu menopang pasokan dan memperkuat rantai pasok mobil listrik nasional, terutama di tengah tren kenaikan harga minyak bumi global. Namun, sejuta unit hanyalah awal. Tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas konsisten di banyak pabrik, memastikan ketersediaan suku cadang, dan membangun layanan purnajual yang sanggup menangani volume besar di pasar dengan karakter berbeda. Jika Geely gagal di aspek ini, keunggulan harga bisa cepat terkikis oleh keluhan konsumen. Jika berhasil, EX2 berpotensi menjadi template global untuk mobil listrik kompak mass-market.






