Geely EX2: Mobil Listrik Kompak Terbaru dengan Misi Jelas
Geely EX2 adalah mobil listrik kompak terbaru yang menggabungkan desain retro futuristik, efisiensi harian, dan kesiapan produksi massal, ditandai dengan lebih dari 2.000 unit siap dikirim kepada konsumen serta pembaruan warna dan kolaborasi modifikasi yang menegaskan ambisinya menguasai segmen kendaraan listrik kota. Secara strategis, EX2 tampil di GIIAS 2026 bukan sekadar pajangan, tetapi sebagai sinyal bahwa era mobil listrik kota yang terjangkau dan mudah dimiliki sedang dipercepat. Keputusan menyiapkan ribuan unit ready delivery menunjukkan kepercayaan diri pabrikan terhadap momentum pasar, sementara pendekatan desain yang berani menargetkan anak muda dan pengguna urban yang menginginkan mobil listrik Indonesia yang fungsional namun tetap ekspresif. Ini bukan lagi eksperimen EV; EX2 diposisikan sebagai tulang punggung portofolio, dan itu tampak dari cara model ini didorong ke pusat perhatian.
Retro-Futuristik x HSR Wheel: Desain yang Mengubah Persepsi EV
Di GIIAS 2026, Geely EX2 tampil beda melalui kolaborasi dengan HSR Wheel yang menghadirkan velg HSR Aerotech bergaya retro-motorsport. Mobil listrik kompak ini tampil unik dengan gaya retro futuristik: tubuh mungil modern dipadukan sentuhan velg aerodisc bergaya retro dan nuansa klasik motorsport. Langkah ini penting secara emosional; banyak orang masih melihat EV sebagai sesuatu yang dingin dan teknologis, sementara EX2 menunjukkan bahwa kendaraan listrik Indonesia bisa jadi kanvas gaya personal. Velg modifikasi dibalut ban Accelera Eco Plush ukuran 205/60 R16, membuat mobil tetap stabil, minim bising, dan nyaman untuk mobilitas harian di perkotaan. "Melalui modifikasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Geely EX2 dapat menjadi kanvas eksplorasi bagi penggunanya," ujar Sales and Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso. Ini adalah pesan jelas: EV tidak harus membosankan.
Warna Aether Green dan Paket Kepemilikan: Mendorong Adopsi Massal
Pembaruan paling strategis di GIIAS 2026 adalah hadirnya warna baru Aether Green yang menjadi salah satu daya tarik utama di booth EX2. Warna ini menawarkan tampilan lebih segar dan modern, menggeser persepsi bahwa mobil listrik mungil hanya datang dalam pilihan warna konservatif. Lebih penting lagi, warna baru ini datang bersamaan dengan kabar bahwa lebih dari 2.000 unit EX2 telah disiapkan untuk dikirim kepada konsumen. Ini menunjukkan kesiapan distribusi, bukan sekadar kampanye pencitraan. EX2 ditawarkan sebagai mobil listrik yang menggabungkan kebutuhan mobilitas harian dengan efisiensi dan kenyamanan, dipertegas oleh paket kepemilikan berupa garansi baterai delapan tahun atau 150.000 km, garansi kendaraan lima tahun atau 150.000 km, layanan roadside assistance gratis tiga tahun, serta wall charger dan portable charger tanpa biaya tambahan. Pendekatan ini mengurangi kecemasan klasik calon pengguna EV: soal daya tahan baterai, dukungan purna jual, dan urusan pengisian daya di rumah.
2.000 Unit Ready Delivery: Momentum Penjualan yang Tidak Boleh Diremehkan
Di balik semua kosmetik desain, angka penjualan EX2 layak diperhatikan. Model ini sudah menjadi tulang punggung penjualan pabrikan dengan populasi lebih dari 6.500 konsumen. Tren permintaan yang terus melonjak mendorong langkah cepat untuk menggandakan kapasitas produksi lokal. Saat ini, sebanyak 2.000 unit Geely EX2 sudah disiapkan dan siap dikirim ke tangan konsumen (ready delivery), dan pembaruan eksterior di GIIAS dibarengi pengumuman lebih dari 2.000 unit siap distribusi. Ini bukan angka kecil untuk segmen mobil listrik kompak; ini indikasi bahwa EX2 mulai berpindah dari pasar nis ke arus utama. Dengan jarak tempuh hingga 395 km menurut standar NEDC dan teknologi DC fast charging yang mengisi baterai dari 30 hingga 80 persen sekitar 25 menit, ditambah dua varian EX2 Pro dan EX2 Max dengan harga masing-masing Rp239,9 juta dan Rp269,9 juta, EX2 menempatkan diri sebagai opsi rasional sekaligus emosional.
| Spesifikasi | EX2 Pro | EX2 Max |
|---|---|---|
| Harga (Rp) | 239,9 juta | 269,9 juta |
| Jarak tempuh NEDC | hingga 395 km | hingga 395 km |
| Pengisian cepat DC | 30–80% ±25 menit | 30–80% ±25 menit |
| Penggerak | Roda belakang | Roda belakang |
Kesimpulan: EX2 Menggoyang Paradigma Mobil Listrik Kota
Melihat seluruh gerakannya di GIIAS 2026, EX2 jelas bukan sekadar mobil listrik mungil yang lucu dipandang. Ia hadir dengan kombinasi jarang: desain retro futuristik hasil kolaborasi dengan dunia modifikasi, warna baru Aether Green yang komunikatif, paket kepemilikan yang mengurangi kekhawatiran, dan yang paling penting, kesiapan produksi dengan lebih dari 2.000 unit siap dikirim. Di pasar kendaraan listrik Indonesia, EX2 telah menjadi tulang punggung penjualan pabrikan dan memanfaatkan momentum dengan menggandakan kapasitas produksi lokal. Mobil ini menunjukkan bahwa mobil listrik kompak terbaru bisa sekaligus praktis, nyaman, dan menyenangkan secara estetika. Jika produsen lain tetap bermain aman, EX2 berpotensi mengunci posisi dominan di segmen EV kota. Pada titik ini, pertanyaannya bukan lagi apakah pasar siap, melainkan apakah pesaing siap mengejar ritme yang sudah ditetapkan EX2.






