Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Cinta Sejati untuk Anak Berarti Melindungi

Cinta Sejati untuk Anak Berarti Melindungi
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Kasih sayang harus mencakup perlindungan

Cinta anak adalah kepedulian aktif yang membuat anak merasa diterima sekaligus melindunginya dari kekerasan fisik, emosional, dan digital, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Makna ini menuntut orang dewasa untuk tidak menyamakan kasih sayang dengan kedekatan saja: anak juga membutuhkan batas yang aman, perhatian, dan keberanian orang dewasa untuk bertindak. Pada 21 Oktober, Diyah Puspitarani, Sekretaris PP ‘Aisyiyah sekaligus Komisioner KPAI, menyampaikan pesan tersebut dalam pengajian bertema “Ada Seribu Jalan Mencintai Anak” di Yogyakarta. Ia mengingatkan bahwa anak perlu didampingi sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya, bukan dibentuk semata-mata menurut kehendak orang dewasa. Beberapa hari kemudian, pada 24 Oktober, Menteri PPPA Arifah Fauzi menegaskan hak setiap anak atas pengasuhan aman, penuh kasih sayang, dan bebas kekerasan. Pernyataan itu menanggapi dugaan kekerasan fisik terhadap anak yang terekam CCTV di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.

Cinta Sejati untuk Anak Berarti Melindungi

Pengasuhan positif mencegah kekerasan

Pengasuhan positif anak bukan berarti membiarkan semua perilaku, melainkan menetapkan aturan tanpa melukai martabat atau tubuh anak. Menteri PPPA menekankan bahwa orang tua perlu mengenali emosi, menenangkan diri saat mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak menyakiti. Disiplin tetap bisa diterapkan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan; dengan cara itu, anak belajar memahami aturan, mengelola emosi, dan menyelesaikan konflik dengan sehat. Ini penting karena pola komunikasi di rumah turut membentuk cara anak berinteraksi. Diyah juga menyoroti kasus perundungan serta kaitannya dengan lingkungan keluarga, keteladanan, dan komunikasi. Data KPAI sepanjang 2025 menunjukkan pelanggaran hak anak paling banyak ditemukan dalam kasus anak korban konflik orang tua, dengan orang tua kandung paling banyak dilaporkan sebagai pelaku. Pengasuhan yang aman bukan urusan rumah tangga semata: keluarga dan masyarakat perlu memandang perlindungan dari kekerasan sebagai tanggung jawab bersama.

Langkah nyata di rumah dan lingkungan

Cinta dan keamanan anak dibangun lewat kebiasaan sehari-hari, bukan hanya nasihat. Dengarkan cerita anak tanpa langsung menghakimi, hadir secara emosional, berbicara lembut, bermain bersama, dan berikan sentuhan yang aman serta penuh kasih. Saat anak bertengkar atau sulit mengikuti arahan, tanggapi dengan tenang dan tetapkan batas yang sesuai usia. Jika emosi orang tua memuncak, berhenti sejenak dan minta pasangan mengambil alih agar respons spontan tidak berubah menjadi kekerasan. Orang tua yang kesulitan menghadapi perilaku atau tahap tumbuh kembang anak dapat mencari dukungan keluarga tepercaya atau berkonsultasi dengan tenaga profesional. Parenting yang aman juga perlu menjangkau ruang digital: bangun komunikasi terbuka tentang pengalaman anak saat menggunakan perangkat dan bantu mereka mengenali interaksi yang membuat tidak nyaman. Jangan diam saat melihat perlakuan yang membahayakan; seperti diingatkan Diyah, “Diam kita itu berarti membiarkan kekerasan terjadi”. Dugaan kekerasan dapat dilaporkan melalui SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!