Pameran Enam Hari, Lebih dari Sekadar Etalase
Octofest 2026 adalah pameran luar ruang mebel dan seni ukir Jepara yang mempertemukan perajin, pelaku usaha, serta pengunjung untuk melihat karya furnitur, patung, dan kerajinan kayu. Acara ini berlangsung di Sentra Patung Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, selama enam hari berturut-turut, mulai 31 Oktober hingga 5 November 2026. Pilihan lokasi ini terasa tepat: kawasan sentra bukan sekadar latar, melainkan bagian dari daya tarik dan identitas pameran. Area kegiatan membentang sekitar 700 meter di sepanjang Jalan Sentra Patung Mulyoharjo. Sebanyak 117 perajin mebel dari berbagai klaster, termasuk industri mebel, furnitur pesanan, dan seni pengerjaan kayu, dijadwalkan ikut serta. Penting dicatat, angka 117 merujuk pada peserta perajin, bukan jumlah jenis produk. Bagi pengunjung, pameran mebel Jepara ini menawarkan kesempatan melihat langsung ragam karya dan bertemu dengan pembuatnya.

Menghidupkan Kembali Sentra Patung Mulyoharjo
Kekuatan Octofest terletak pada upayanya mengangkat satu kawasan sekaligus produk-produknya. Pengunjung dapat menjumpai mebel, furnitur, patung, dan produk ukir kayu yang menjadi ciri Mulyoharjo. Pameran juga melibatkan puluhan stan usaha kecil yang menawarkan suvenir, kerajinan kayu, aksesori, dan kuliner. Sekitar 50 materi pameran dari asosiasi dan kelompok usaha turut menambah isi acara, sementara produk kerajinan dari sejumlah daerah di Jawa Tengah memperluas variasi yang ditawarkan. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara, Anjar Jambore Widodo, Mulyoharjo ingin diangkat kembali sebagai sentra patung sekaligus destinasi mebel. Arah ini patut didukung: pameran yang menghidupkan kawasan asal karya memberi pengunjung alasan untuk datang, sekaligus memperkuat pengenalan terhadap pengrajin Jepara dan keahlian yang tumbuh di sana.

Peluang Pasar Harus Berlanjut Setelah Pameran
Nilai Octofest sebaiknya diukur bukan hanya dari keramaian selama enam hari, melainkan juga dari hubungan dagang yang berlanjut setelah stan dibongkar. Penyelenggara menargetkan sekitar 250 pengunjung per hari, menyiapkan hiburan setiap malam, serta membuka pameran dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Ada pula pelatihan ekspor bagi pengusaha dan perajin ukir, sebuah langkah praktis untuk membantu pelaku lokal memahami peluang furnitur ekspor. Puluhan duta besar dijadwalkan mengunjungi Jepara dan direncanakan melihat pameran pada 4 November. Kehadiran peserta dan produk dari luar Jepara juga berpotensi membuka kerja sama antardaerah, bukan sekadar menambah variasi pajangan. Namun, dampak terbesar akan muncul bila pertemuan dengan calon pembeli menghasilkan pesanan susulan. Octofest 2026 punya modal berupa karya, lokasi, dan akses promosi; keberhasilannya bergantung pada seberapa jauh peluang itu berubah menjadi pasar nasional maupun internasional.






