Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

21 Inovasi Universitas Teknokrat Siap Tampil di Pameran KSTI

21 Inovasi Universitas Teknokrat Siap Tampil di Pameran KSTI
Minat|Setup NAS

Lolos kurasi adalah awal, bukan garis akhir

Pameran Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) adalah panggung nasional yang mempertemukan karya sains dan teknologi perguruan tinggi dengan masyarakat, pemerintah, mitra industri, dan investor. Sebanyak 21 produk inovasi sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia lolos seleksi dan kurasi untuk tampil dalam KSTI 2026, yang berlangsung pada 10–13 November di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya. Angka itu patut diperhatikan, tetapi nilainya tidak berhenti pada jumlah. Kurasi memberi kesempatan bagi inovasi universitas untuk keluar dari lingkungan akademik dan diuji di hadapan calon pengguna serta mitra. Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Prof. Dr. HM. Nasrullah Yusuf, SE., MBA., menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas prestasi nasional tersebut. Kini, tantangannya adalah menunjukkan bahwa karya-karya itu mampu menjawab kebutuhan nyata, bukan sekadar menarik perhatian di ruang pamer.

Ragam karya, ragam persoalan yang dijawab

Daftar 21 karya memperlihatkan bahwa produk inovasi kampus ini tidak terkunci pada satu bidang. Ada Agrobot Feed, Alat Kompster Cerdas V2, Digital Smart Collar dan RFID untuk memantau pertumbuhan sapi, serta Smart Food Waste berbasis AI. Bidang energi dan mobilitas hadir melalui mobil listrik tenaga surya, PLTB Archimedes 3 Sudu, pohon energi hibrida surya–angin, robot pemotong rumput bertenaga surya, sepeda statis, dan skuter listrik. Di ranah digital, karya yang lolos meliputi AI Instruktur dan Edufarm berbasis Roblox, wisata virtual Metatourism Way Kambas, BeachFinder berbasis data geospasial, CekInfo, Desa Kita AI, SIG-PELAS untuk pelaporan sungai, hingga V-Commerce 2.0. Luasnya cakupan ini memberi kesan kuat: riset kampus lebih berarti ketika berani berhadapan dengan persoalan konkret, dari pangan dan lingkungan sampai pendidikan dan pariwisata.

Karya lain seperti Metode Produksi Video Musikalisasi Puisi Beraksara Pegon dengan AI generatif, MutunTrip, dan Tekno Plasting menambah warna daftar inovasi tersebut. Ragam itu membuat partisipasi Universitas Teknokrat lebih dari sekadar parade teknologi; ia memperlihatkan bagaimana keahlian berbeda dapat diterjemahkan menjadi gagasan yang bisa ditampilkan dan dibicarakan.

Panggung nasional harus membuka jalan berikutnya

Lolos kurasi bukan proses otomatis. Kemdiktisaintek membatasi tiap perguruan tinggi untuk mengusulkan maksimal dua produk atau teknologi inovasi unggulan dengan tingkat kesiapan teknologi tinggi serta dua penemuan terobosan pada setiap bidang. Usulan kemudian dinilai, dengan perhatian pada kesiapan teknologi, keterlibatan mitra industri, dan peluang memperoleh investasi atau dikomersialkan. Standar ini membuat keikutsertaan di pameran KSTI lebih dari pengakuan simbolis: karya terpilih mendapat ruang untuk diperkenalkan langsung kepada publik dan calon mitra. Namun, pameran bukan bukti akhir keberhasilan. Ukuran yang lebih penting ialah apakah demonstrasi memicu kolaborasi, pemanfaatan, atau pengembangan produk sesudah acara. Karena itu, 21 karya ini sebaiknya dipandang sebagai undangan untuk berdialog sekaligus tuntutan agar riset terus bergerak menuju penerapan.

Di Surabaya, Universitas Teknokrat akan bersanding dengan perguruan tinggi lain dalam ajang nasional tersebut. Posisi itu penting bagi kampus dari Bandar Lampung, tetapi manfaat terbesarnya semestinya kembali kepada masyarakat: memperluas hubungan antara peneliti, pengguna, pemerintah, dan industri. Jika pertemuan itu menghasilkan umpan balik dan kerja sama yang berlanjut, partisipasi KSTI akan menjadi lebih dari momen kebanggaan.

Nilai partisipasi ditentukan setelah pameran

Sebanyak 21 karya yang lolos kurasi menegaskan luasnya upaya inovasi Universitas Teknokrat dan memberi kampus kesempatan tampil bersama perguruan tinggi terkemuka. Namun, jumlah dan panggung nasional baru menjadi modal awal. Nilai sebenarnya akan terlihat dari cara para inovator mempresentasikan manfaat produknya, mendengar kebutuhan calon pengguna, serta menindaklanjuti peluang kolaborasi setelah pameran KSTI usai. Dengan ukuran itu, keberhasilan tidak hanya dirayakan sebagai prestasi kampus atau kebanggaan daerah. Ia harus menjadi langkah menuju karya yang berguna, siap dikembangkan, dan relevan bagi masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!