Singgah perdana membuka akses baru
KM Dorolonda Donggala adalah layanan kapal penumpang PELNI yang menambahkan Pelabuhan Donggala ke jalur pelayaran antardaerah dan memberi warga pilihan akses laut yang sebelumnya lebih terbatas. Pada Sabtu, 31 Oktober, kapal ini singgah perdana di Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari perluasan layanan PELNI di wilayah timur. Langkah ini patut dilihat sebagai perubahan praktis, bukan sekadar penambahan titik pada peta: warga Donggala kini dapat mengakses perjalanan jarak jauh melalui pelabuhan setempat. PELNI menyebut penyesuaian lokasi sandar sebagai bagian dari penugasan Kementerian Perhubungan untuk memperluas aksesibilitas transportasi laut. Namun, manfaatnya akan bergantung pada konsistensi jadwal, kesiapan fasilitas, dan kemudahan penumpang mencapai pelabuhan.

Angka perdana menunjukkan adanya mobilitas
Pada kunjungan pertamanya, 222 penumpang turun di Donggala dan 107 penumpang naik. Kapal tiba sekitar pukul 07.05 WITA, lalu berangkat menuju Bitung pukul 09.00 WITA. Di luar arus penumpang yang naik dan turun di pelabuhan, 968 penumpang melanjutkan perjalanan di kapal; total 1.075 orang berada di atas kapal saat Dorolonda meneruskan pelayaran. Catatan ini memperlihatkan bahwa Donggala langsung berfungsi sebagai titik perpindahan penumpang, meski satu kali singgah belum cukup untuk menilai pola permintaan jangka panjang. Kapasitas kapal yang disebut sekitar 2.000 penumpang memberi ruang untuk melayani perjalanan dalam skala besar. Bagi warga, ukuran keberhasilan berikutnya bukan hanya jumlah penumpang perdana, melainkan apakah layanan bisa diandalkan untuk merencanakan perjalanan.
Rute dan jadwal yang sudah diketahui
Rute kapal PELNI yang dilayani KM Dorolonda menghubungkan Surabaya, Balikpapan, Donggala, Bitung, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Serui, dan Jayapura secara pulang-pergi. Untuk singgah perdana, jadwal kapal Dorolonda yang tercatat adalah tiba di Pelabuhan Donggala sekitar pukul 07.05 WITA dan berangkat ke Bitung pukul 09.00 WITA. Waktu tersebut memberi gambaran awal bagi calon penumpang, tetapi bukan pengganti pengecekan jadwal perjalanan terbaru sebelum berangkat. Rangkaian pelabuhan yang panjang membuat layanan ini berpotensi berguna bagi perjalanan antarpulau, bukan hanya untuk tujuan dekat. Karena waktu sandar dan jadwal bisa berubah, penumpang sebaiknya memastikan informasi keberangkatan melalui kanal resmi PELNI dan menyiapkan dokumen identitas sesuai data tiket.
Donggala bertambah pilihan, Pantoloan tetap dilayani
Penambahan Donggala belum berarti layanan penumpang di sekitar Palu dipindahkan seluruhnya. KM Lambelu masih melayani Pelabuhan Pantoloan, sementara PELNI belum menetapkan mekanisme lanjutan mengenai kemungkinan perubahan layanan kapal tersebut. Untuk saat ini, keberadaan dua pelabuhan memberi masyarakat Sulawesi Tengah pilihan titik keberangkatan yang lebih luas. Pilihan itu dapat membantu mobilitas warga dan mendukung kegiatan ekonomi di Donggala serta wilayah sekitarnya, sebagaimana disampaikan pihak PELNI. Tetapi konektivitas baru hanya bernilai jika didukung informasi jadwal yang jelas dan operasional yang konsisten. Singgah perdana KM Dorolonda adalah awal yang menjanjikan; ukuran dampak sebenarnya akan terlihat dari kesinambungan layanan dan seberapa mudah masyarakat memanfaatkannya.






