Tes akademik yang juga menguji tanggung jawab
Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah evaluasi terarah untuk mengukur capaian belajar siswa dan memberi sekolah bahan untuk memperbaiki pembelajaran, bukan sekadar sarana mengejar nilai. Di sejumlah madrasah, pelaksanaan TKA siswa dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan pesan yang sama: hasil bermakna hanya jika diperoleh melalui usaha sendiri dan sikap tertib. Sudut pandang ini patut ditekankan. Ujian kemampuan akademik dapat memberi gambaran tentang penguasaan materi, tetapi angka saja tidak cukup untuk menunjukkan ketekunan dan integritas peserta. Karena itu, arahan agar siswa jujur dan disiplin bukan pelengkap seremonial; nilai tersebut menentukan apakah hasil tes layak menjadi dasar evaluasi dan perbaikan proses belajar.
Sembilan puluh siswa mengikuti TKA di Nagan Raya
Di Kabupaten Nagan Raya, 90 siswa kelas XII dari tiga Madrasah Aliyah mengikuti TKA selama empat hari, dari 26 hingga 29 Oktober 2026. Pesertanya terdiri atas 68 siswa MAN Nagan Raya, 16 siswa MAS Safinatunnaja, dan enam siswa MAS Kuala. Skala ini menunjukkan bahwa TKA madrasah aliyah bukan kegiatan yang berdampak pada satu kelas saja: hasilnya dapat menjadi cermin bagi madrasah dan lingkungan pendidikan setempat. Kepala Kantor Kementerian Agama Nagan Raya, Dr Salman Al-Farisi, mengajak orang tua, guru, dan pengawas bekerja sama agar tes berlangsung lancar. Ia juga mengingatkan siswa untuk belajar dengan semangat, sebab hasil yang baik turut berpengaruh terhadap rapor pendidikan kabupaten. Dukungan bersama penting, tetapi kesiapan dan kejujuran siswa tetap menjadi inti penilaian.

MAN 1 Lahat memilih tes berbasis komputer
MAN 1 Lahat menggelar pembukaan sekaligus pelaksanaan TKA pada 26 Oktober 2026 di laboratorium komputer sekolah. Tes berbasis komputer tersebut ditujukan untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik secara terarah, sementara sekolah berharap kegiatan berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan. Pilihan ini menempatkan kesiapan penyelenggaraan sebagai bagian penting dari mutu evaluasi: tes yang teratur memberi siswa ruang untuk berkonsentrasi dan membantu sekolah memperoleh hasil yang lebih berguna. Namun, teknologi bukan tujuan akhir. Nilai TKA baru berarti ketika hasilnya dibaca sebagai masukan untuk mengembangkan potensi siswa dan memperbaiki pembelajaran, bukan semata-mata sebagai angka untuk dibandingkan. Dengan demikian, kelancaran teknis perlu berjalan beriringan dengan pengawasan yang baik dan sikap bertanggung jawab dari peserta.

Pesan MAPN 4 Medan: jujur, disiplin, dan mandiri
Kepala MAPN 4 Medan, Dr. Syarifuddin, menegaskan bahwa kejujuran dan kedisiplinan harus dijunjung selama TKA. Sebanyak 327 siswa mengikuti tes selama empat hari, dengan pembagian lima ruangan dan tiga sesi agar pelaksanaan teratur. Peserta diminta mematuhi tata tertib, mengikuti arahan panitia, menjaga ketenangan, dan hadir sesuai jadwal. Pesan itu lebih kuat daripada sekadar imbauan untuk memperoleh nilai tinggi: siswa diminta mengerjakan soal secara mandiri dan percaya pada hasil belajar mereka. Setelah tes, hasilnya diharapkan membantu madrasah melihat capaian akademik sekaligus menemukan aspek pembelajaran yang perlu diperkuat. Kesimpulannya, pelaksanaan TKA akan bernilai apabila ketertiban penyelenggaraan disertai integritas peserta dan ditindaklanjuti dengan perbaikan nyata. Nilai terbaik bukan hanya skor tinggi, melainkan capaian yang jujur dan berguna bagi proses belajar berikutnya.






